📑 Daftar Isi

Remote dengan tombol layanan streaming Netflix, Disney Plus, dan Amazon Prime Video

Harga Langganan Streaming Naik 61 Persen, Kini Lampaui TV Kabel

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Biaya langganan sembilan layanan streaming naik 61 persen dalam lima tahun terakhir
  • Total gabungan naik dari 95,91 dolar AS menjadi 154,41 dolar AS per bulan
  • Apple TV+ naik 200 persen, Disney+ 138 persen, Peacock 100 persen
  • Streaming naik 11,8 persen dalam 12 bulan, lampaui inflasi dan TV kabel
  • Bertahan di TV kabel dinilai lebih masuk akal dibanding beralih ke streaming

Telset.id – Biaya berlangganan layanan streaming kini tercatat lebih mahal dibandingkan TV kabel. Temuan ini muncul dari laporan terbaru yang membandingkan harga sembilan layanan streaming paling populer dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sebagaimana dilaporkan The Hollywood Reporter.

Kenaikan harga ini menjadi pukulan bagi pengguna yang selama ini beralih dari TV kabel dan satelit ke layanan streaming karena dianggap lebih hemat. Ketika biaya TV kabel dan satelit naik, layanan streaming justru menawarkan keunggulan biaya yang membuat banyak orang meninggalkan TV tradisional dan beralih ke Netflix, Prime Video, hingga Disney+. Namun, rangkaian kenaikan harga yang terjadi terus-menerus membuat posisi streaming kini berbalik menjadi lebih mahal, atau setidaknya setara dengan TV kabel.

Data dari HonestlyRanked menunjukkan total biaya langganan gabungan dari sembilan layanan meningkat 61 persen selama lima tahun terakhir. Angka ini naik dari 95,91 dolar AS per bulan atau 1.150,92 dolar AS per tahun pada periode 2021-2023, menjadi 154,41 dolar AS per bulan atau 1.852,95 dolar AS per tahun saat ini. Secara tahunan, selisihnya mencapai 702 dolar AS.

Disney+, Apple TV+, dan Peacock Catat Kenaikan Tertinggi

Meski kenaikan terjadi merata di hampir semua platform, ada tiga layanan yang menonjol karena persentase kenaikannya paling besar. Apple TV+ menempati posisi teratas dengan kenaikan 200 persen selama lima tahun terakhir, disusul Disney+ sebesar 138 persen, dan Peacock sebesar 100 persen.

Menariknya, platform seperti Netflix dan Spotify yang keduanya kerap mendapat sorotan ketika menaikkan harga, tidak sedekat itu kenaikannya. Spotify diketahui menerapkan kenaikan harga pada awal tahun ini, tak lama disusul Netflix pada Maret lalu.

Berikut perbandingan harga bulanan sembilan layanan streaming lima tahun lalu dan saat ini:

  • Netflix Standard: 13,99 dolar AS menjadi 19,99 dolar AS
  • Disney+ Premium: 7,99 dolar AS menjadi 18,99 dolar AS
  • Hulu No Ads: 11,99 dolar AS menjadi 18,99 dolar AS
  • HBO Max Standard: 14,99 dolar AS menjadi 18,49 dolar AS
  • Apple TV+: 4,99 dolar AS menjadi 14,99 dolar AS
  • Paramount+: 9,99 dolar AS menjadi 13,99 dolar AS
  • Peacock Premium Plus: 9,99 dolar AS menjadi 19,99 dolar AS
  • YouTube Premium: 11,99 dolar AS menjadi 15,99 dolar AS
  • Spotify Premium: 9,99 dolar AS menjadi 12,99 dolar AS

Kenaikan Streaming Lampaui Inflasi dan TV Kabel

Dalam 12 bulan terakhir saja, layanan streaming menaikkan harga sebesar 11,8 persen, menurut The Hollywood Reporter. Outlet tersebut juga mencatat kenaikan tahunan tertinggi terjadi pada 2023, ketika tarif naik 17,7 persen, sementara harga TV kabel dan satelit hanya naik 3,9 persen sebagai perbandingan.

Yang tak kalah mengejutkan, The Hollywood Reporter menyebut layanan streaming telah jauh melampaui inflasi. Mengingat laju inflasi itu sendiri yang tumbuh cepat, kondisi ini menjadi perhatian tersendiri bagi para pengguna.

Platform streaming biasanya memberikan alasan serupa setiap kali menaikkan harga, yakni bahwa mereka berinvestasi pada layanan untuk menghadirkan pengalaman terbaik. Namun, ketika platform memilih berinvestasi lebih banyak pada feed video vertikal alih-alih meningkatkan kualitas film dan acara, alasan tersebut dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan.

Bagi pengguna yang tengah mempertimbangkan beralih dari TV kabel ke streaming, perbandingan harga ini menunjukkan bahwa bertahan pada layanan yang ada saat ini bisa jadi pilihan yang lebih masuk akal. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh soal perbandingan layanan dan perangkat pendukung, simak ulasan spesifikasi lengkap perangkat terkini, serta perkembangan chip AI generasi baru yang turut memengaruhi ekosistem layanan digital.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.