Telset.id – Pendiri sekaligus CEO Figure AI, Brett Adcock, menyatakan bahwa industri humanoid tengah membangun “spesies baru” dengan kecerdasan yang tertanam di dalamnya. Klaim itu ia sampaikan di atas panggung Dreamforce 2025 bersama CEO Salesforce, Marc Benioff. Pernyataan ini muncul ketika sejumlah perusahaan mulai menyiapkan produksi massal robot humanoid pada 2026 dan 2027.
Dalam sesi tersebut, Marc Benioff melontarkan pertanyaan apakah industri ini tidak sedang membangun robot, melainkan spesies baru. Adcock menyetujui gagasan itu dan mengulanginya, dengan menyebut bahwa tujuan akhirnya bukan sekadar membuat mesin jenis lain, melainkan menghadirkan tatanan kecerdasan baru. Adcock menyampaikan pernyataan tersebut pada Oktober 2025.
Klaim itu terbilang jauh dari gambaran kemampuan robot humanoid saat ini. Robot humanoid paling canggih yang ada sekarang masih bisa gagal menjalankan tugas yang diberikan, baik saat membantu pekerjaan rumah maupun ketika menunjukkan kemampuan di bidang olahraga. Meski begitu, para ilmuwan meyakini standar AI yang tertanam pada sistem tersebut, termasuk kemampuan memahami dunia secara fisik, akan meningkat pesat seiring waktu.
Figure 03 dan Jalan Menuju Produksi Massal
Figure AI dikenal lewat video promosi yang menampilkan prototipe robot humanoidnya dalam situasi terkendali, terutama skenario yang biasa ditemui di rumah. Kegiatan yang ditampilkan mencakup merapikan kamar tidur dan menata dishwasher.
Pencapaian yang lebih menonjol datang dari robot Figure 03. Robot itu terlibat dalam siaran langsung dan memilah lebih dari 100.000 paket tanpa bantuan manusia. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah teknologi ini sudah cukup baik untuk menangani situasi sehari-hari di dunia nyata.
Sejumlah perusahaan telah memberi sinyal akan memulai produksi massal robot humanoid pada 2026 dan 2027. Pada tahap awal, robot diperkirakan ditempatkan di lingkungan industri. Namun para produsen menegaskan bahwa mereka juga ingin menyasar kasus penggunaan di rumah tangga. Langkah ini sejalan dengan ekspansi industri robotik yang mulai terlihat, seperti Pabrik Robot Pertama milik UBTech.

Pernyataan Adcock menempatkan Figure AI dalam perdebatan yang lebih luas soal arah kecerdasan buatan. Isu ini bukan hal baru, mengingat sejumlah tokoh telah memberi peringatan serupa tentang dampak AI terhadap pekerjaan manusia, seperti pandangan Ilya Sutskever.
Baca Juga:
Dari Panggung Dreamforce ke Lantai Produksi
Pernyataan Adcock di Dreamforce menjadi salah satu penanda bagaimana ambisi industri robotik humanoid dibingkai oleh para pelakunya sendiri. Ia tidak berbicara soal peningkatan spesifikasi teknis semata, melainkan soal identitas dari apa yang sedang dibangun. Menurutnya, sistem yang tengah dikembangkan membawa kecerdasan yang tertanam langsung di dalam perangkat.
Gagasan tentang kecerdasan yang tertanam ini berkaitan erat dengan bagaimana AI kini merambah berbagai perangkat konsumen. Pendekatan serupa juga muncul pada produk lain, misalnya pada Meta AI Glasses yang memicu perdebatan soal privasi.

Yang perlu dicatat, klaim Adcock belum disertai bukti bahwa robot humanoid Figure AI mampu beroperasi andal di luar lingkungan terkendali. Demonstrasi yang dipublikasikan Figure AI selama ini berlangsung dalam situasi yang diatur ketat. Sementara itu, kemampuan Figure 03 memilah lebih dari 100.000 paket tanpa bantuan manusia menjadi tolok ukur yang paling konkret sejauh ini.
Sejumlah perusahaan yang menyatakan akan memulai produksi massal pada 2026 dan 2027 belum merinci bagaimana robot mereka akan menangani keragaman kondisi di dunia nyata. Fokus awal pada lingkungan industri disebut sebagai langkah pertama, sebelum menyasar rumah tangga. Para produsen bersikeras bahwa pasar domestik tetap menjadi target mereka.
Pertanyaan soal kesiapan teknologi ini bukan tanpa dasar. Robot humanoid paling maju saat ini masih tercatat gagal dalam tugas yang seharusnya bisa mereka tangani. Para ilmuwan menilai perbaikan akan datang, terutama pada kemampuan sistem memahami dunia secara fisik. Namun skala dan kecepatan perbaikan itu belum dipastikan.
Dengan produksi massal yang dijadwalkan mulai 2026 dan 2027, tahun-tahun tersebut akan menjadi ujian pertama bagi klaim bahwa robot humanoid siap meninggalkan panggung demonstrasi dan masuk ke lingkungan kerja serta rumah. Adcock sendiri telah menyatakan posisinya secara terbuka: yang sedang dibangun, menurutnya, bukan sekadar robot.
[INFO]
Judul: Figure AI Klaim Robot Humanoid Jadi Spesies Baru, Produksi Massal 2026
Penulis: Telset.id
Tanggal: 2026
Sumber: TechRadar Pro





Komentar
Belum ada komentar.