Logo Micron di tengah gugatan lingkungan atas izin pabrik di Clay, New York

Gugatan Lingkungan Baru Menargetkan Izin Pabrik Micron di New York

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Gugatan lingkungan baru diajukan oleh Neighbors for a Better Micron dan Jobs to Move America terhadap izin pabrik Micron di Clay, New York
  • Kompleks manufaktur mencakup empat fab terpisah yang dituding akan melepaskan PFAS ke Sungai Oneida
  • Gugatan menyebut izin DEC New York tidak memadai untuk mengatur emisi bahan kimia berbahaya
  • Tergugat meliputi DEC New York State, Onondaga County, dan Micron
  • PFAS adalah bahan kimia sintetis penting dalam manufaktur semikonduktor yang sulit terurai
  • Gugatan sebelumnya diajukan pada Januari dan masih berproses dengan argumen lisan dijadwalkan 25 Agustus
  • Pemohon menuntut pembatalan izin air limbah dan udara serta biaya terkait gugatan

Telset.id – Rencana pembangunan kompleks manufaktur Micron di Clay, New York, kembali menghadapi hambatan hukum setelah gugatan lingkungan baru diajukan. Gugatan tersebut menantang validitas izin air limbah dan udara yang telah disetujui, dengan tuduhan bahwa izin tersebut akan memungkinkan Micron melepaskan “bahan kimia abadi” (forever chemicals) ke Sungai Oneida.

Gugatan ini diajukan oleh kelompok Neighbors for a Better Micron dan Jobs to Move America, organisasi yang sama yang sebelumnya mengajukan gugatan terpisah terhadap Micron pada Januari lalu. Dalam pengaduan yang diajukan Jumat lalu, para penggugat menyatakan bahwa izin yang disetujui tidak memadai untuk mengatur emisi pabrik dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.

Kompleks manufaktur yang direncanakan di Clay, New York, ini mencakup empat pabrik fabrikasi (fab) terpisah. Gugatan tersebut menyebutkan bahwa izin yang diterbitkan oleh Departemen Konservasi Lingkungan (DEC) New York tidak cukup ketat dalam mengatur emisi, terutama terkait pelepasan PFAS dan bahan kimia berbahaya lainnya yang persisten.

## Isi Gugatan dan Pihak yang Digugat

Dalam dokumen pengaduan yang dikutip, para penggugat menegaskan bahwa izin tersebut diterbitkan di tengah konsekuensi lingkungan yang signifikan yang telah diakui selama proses peninjauan State Environmental Quality Review Act (SEQRA). Mereka menilai bahwa daripada mengevaluasi dan mengatasi konsekuensi tersebut secara menyeluruh sebelum memberikan otorisasi final, DEC justru menerbitkan izin yang menunda analisis penting, kontrol, pembatasan, dan keputusan mitigasi hingga setelah izin dikeluarkan.

Micron logo

Gugatan ini menyebut tiga pihak sebagai tergugat, yaitu Departemen Konservasi Lingkungan (DEC) New York State, Onondaga County (lokasi Clay berada), dan Micron. Para penggugat mengklaim bahwa meskipun Micron telah menerima izin air limbah dan udara dari DEC, izin tersebut tidak memadai untuk mengatur emisi pabrik secara efektif.

Dalam salah satu bagian gugatan, para pemohon mengklaim bahwa izin tersebut “bukan persetujuan operasional rutin,” sementara di bagian lain mereka menyatakan bahwa pedoman izin yang longgar “bukan kelalaian tambahan atau teknis.” Kedua pernyataan ini menegaskan bahwa masalah yang diangkat bukan sekadar kekurangan administratif, melainkan kelemahan fundamental dalam regulasi yang diberikan.

## PFAS dan Dampaknya pada Manufaktur Semikonduktor

Zat per- dan polifluoroalkil, yang dikenal sebagai PFAS atau “bahan kimia abadi,” adalah bahan kimia sintetis yang penting dalam manufaktur semikonduktor. Bahan kimia ini hadir di hampir seluruh rantai manufaktur, sehingga memerlukan pengelolaan kontainmen air dan udara yang ketat untuk mematuhi peraturan lingkungan.

Pengaduan tersebut menyoroti bahwa izin SPDES mengizinkan penerimaan dan pembuangan air limbah industri Micron yang mengandung kontaminan emerging yang teridentifikasi, termasuk senyawa PFAS. Namun, izin tersebut tidak memberlakukan kontrol substantif terhadap kontaminan berbahaya tersebut selain memantau keberadaan dan konsentrasinya.

Temuan ini menjadi perhatian utama karena PFAS dikenal sulit terurai di lingkungan dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan. Pelepasan bahan kimia ini ke Sungai Oneida berpotensi berdampak pada ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat di sekitar area tersebut.

## Latar Belakang Sengketa Hukum Sebelumnya

Ini bukan pertama kalinya proyek Micron menghadapi tantangan hukum. Pada Januari lalu, dua kelompok pemohon yang sama mengajukan gugatan terpisah terhadap Micron, dengan klaim bahwa proyek tersebut gagal mematuhi proses peninjauan lingkungan negara bagian. Bulan lalu, Micron meminta hakim untuk menolak gugatan tersebut, namun kasus ini masih dijadwalkan untuk argumen lisan pada 25 Agustus.

Sementara itu, gugatan terbaru ini belum memiliki tanggal untuk argumen lisan, jika kasus tersebut benar-benar mencapai tahap itu. Para pemohon dalam gugatan ini meminta pembatalan izin air limbah dan udara yang telah diberikan. Jika berhasil, langkah ini akan memaksa Micron kembali ke bawah proses peninjauan lingkungan dan menanggung biaya yang terkait dengan gugatan tersebut.

Perlu dicatat bahwa ini bukan satu-satunya masalah hukum yang dihadapi Micron. Perusahaan semikonduktor ini juga terlibat dalam gugatan kartel harga bersama Samsung dan SK hynix terkait dugaan kolusi harga DRAM. Di sisi lain, saham Micron melonjak meskipun harga GPU Nvidia turun, menunjukkan dinamika pasar yang kompleks.

## Implikasi bagi Proyek Ekspansi Micron

Gugatan lingkungan ini menambah daftar tantangan yang dihadapi Micron dalam rencana ekspansinya di Amerika Serikat. Kompleks manufaktur di Clay, New York, merupakan bagian dari investasi besar perusahaan dalam kapasitas produksi chip dalam negeri. Namun, kekhawatiran lingkungan dari kelompok masyarakat setempat menjadi hambatan yang signifikan.

Kelompok penggugat menekankan bahwa izin yang diberikan tidak cukup melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak pelepasan bahan kimia berbahaya. Mereka menuntut agar proses peninjauan lingkungan dilakukan secara menyeluruh sebelum proyek dapat melanjutkan operasinya.

Sengketa hukum ini juga menyoroti ketegangan antara kebutuhan untuk mempercepat produksi semikonduktor dalam negeri dan kewajiban untuk melindungi lingkungan. Sementara pemerintah federal dan negara bagian mendorong peningkatan kapasitas manufaktur chip untuk mengurangi ketergantungan pada impor, kelompok masyarakat sipil menuntut agar ekspansi tersebut dilakukan dengan memperhatikan dampak lingkungan secara serius.

Bagi Micron, hasil dari gugatan ini akan menentukan apakah perusahaan dapat melanjutkan pembangunan kompleks manufaktur sesuai jadwal atau harus menunggu proses peninjauan lingkungan tambahan. Keputusan pengadilan juga akan menjadi preseden bagi proyek manufaktur semikonduktor lain di Amerika Serikat yang menghadapi pengawasan lingkungan serupa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.