Ilustrasi kartu grafis Nvidia GeForce RTX 50 series yang mengalami kenaikan harga di Korea Selatan

Harga GPU RTX 50 Series di Korea Selatan Naik hingga 30%

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • Harga GPU Nvidia GeForce RTX 50 series di Korea Selatan naik hingga 30% mulai bulan ini
  • Kenaikan dipicu oleh biaya wafer canggih TSMC dan harga memori GDDR7 yang meningkat
  • Modul GDDR7 2GB kini naik menjadi USD 20 per unit menurut TrendForce
  • RTX 5060 Ti 8GB naik sekitar 100.000 won (USD 70) menjadi 700.000 won
  • RTX 5070 naik sekitar 200.000 won (USD 140) menjadi 1,1 juta won
  • RTX 5090 mengalami kenaikan terbesar hingga 1,5 juta won (USD 1.050) menjadi 7,3 juta won
  • Produsen besar menghentikan sementara pengiriman jelang kenaikan harga
  • Kenaikan harga berpotensi menyebar ke wilayah lain karena dinamika pasar global

Telset.id – Harga GPU Nvidia GeForce RTX 50 series di Korea Selatan dipastikan naik bulan ini, dengan kenaikan yang bisa mencapai 30 persen. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya biaya produksi, terutama dari harga wafer canggih TSMC dan memori GDDR7 yang semakin mahal.

Kenaikan harga ini pertama kali dilaporkan oleh ZDnet Korea dan berdampak langsung pada konsumen di Korea Selatan. Para importir dan distributor domestik di wilayah tersebut telah mengonfirmasi rencana kenaikan harga dari para produsen kartu grafis besar. Kenaikan ini menjadi kabar buruk bagi para gamer dan pengguna PC yang ingin membangun atau meng-upgrade rig mereka.

Penyebab utama kenaikan harga ini adalah peningkatan biaya wafer proses canggih dari TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company). TSMC baru-baru ini meminta para pelanggannya untuk bersiap menghadapi kenaikan harga di seluruh lini produk chip canggihnya, termasuk proses 3nm dan proses legacy 7nm. Selain itu, laporan dari perusahaan riset pasar TrendForce menyebutkan bahwa modul GDDR7 2GB yang digunakan pada GPU seri RTX 50 kini harganya naik menjadi USD 20 per unit.

A GeForce RTX 5060 Ti graphics card
Kartu grafis GeForce RTX 5060 Ti yang kini mengalami kenaikan harga di Korea Selatan.

Kenaikan biaya fabrikasi dan memori ini memaksa Nvidia untuk menaikkan harga paket GPU RTX 50 series yang dijual ke para mitra board partner. Para board partner ini pun tidak punya pilihan selain membebankan biaya yang lebih tinggi tersebut kepada konsumen akhir. Seorang pejabat dari perusahaan manufaktur mengonfirmasi, “Produsen besar telah menghentikan sementara pengiriman menjelang kenaikan harga bulan ini, dan sepengetahuan saya, hanya sedikit perusahaan yang mengamankan inventaris sebelum kenaikan harga.”

Seorang distributor lokal juga menambahkan, “Satu produsen dengan pangsa pasar domestik yang rendah mempertimbangkan kenaikan harga sekitar 20 persen dibandingkan level yang ada, dan produsen lain juga menyiapkan kenaikan harga hingga sekitar 30 persen.” Kartu grafis kelas atas dengan konfigurasi memori GDDR7 yang lebih besar diperkirakan akan mengalami kenaikan biaya produksi terbesar, yang berujung pada harga ritel yang lebih tinggi.

Baca Juga:

Dampak kenaikan harga ini sudah terlihat di pasar ritel Korea Selatan. Menurut Danawa, situs pembanding harga asal Korea Selatan, harga RTX 5060 Ti 8GB termurah kini dijual sekitar 700.000 won (sekitar USD 490), naik sekitar 100.000 won (sekitar USD 70). Sementara itu, harga RTX 5070 terendah tercatat sekitar 1,1 juta won (sekitar USD 770), mengalami kenaikan sekitar 200.000 won (sekitar USD 140).

A GeForce RTX 5090 graphics card
RTX 5090 menjadi model dengan kenaikan harga tertinggi di Korea Selatan.

Model flagship RTX 5090 mengalami kenaikan harga paling besar. Tergantung pada model dan produsennya, kartu ini kini dijual hingga 7,3 juta won (sekitar USD 5.112), naik hingga 1,5 juta won (sekitar USD 1.050) dibandingkan bulan lalu. Kenaikan ini menunjukkan betapa signifikan dampak biaya produksi terhadap harga jual produk kelas atas.

Yang lebih mengkhawatirkan, karena dinamika pasar global, harga di satu wilayah tidak berdiri sendiri. Kenaikan harga di Korea Selatan ini bisa menjadi indikasi bahwa wilayah lain juga akan mengalami nasib serupa di masa depan. Hal ini sejalan dengan tren kenaikan harga komponen yang sedang terjadi di industri teknologi secara luas.

Kenaikan harga GPU ini juga terjadi di tengah meningkatnya biaya komponen lain di industri teknologi. Fenomena serupa juga berdampak pada produk-produk digital lainnya, meski dengan skala yang berbeda. Para analis memperkirakan bahwa kenaikan biaya produksi ini akan terus berlanjut selama tekanan pada rantai pasokan semikonduktor belum mereda.

Bagi konsumen di Indonesia, situasi ini perlu diwaspadai. Jika kenaikan harga di Korea Selatan terjadi karena faktor global seperti biaya wafer TSMC dan harga memori GDDR7, maka besar kemungkinan pasar Indonesia juga akan merasakan dampaknya. Para calon pembeli GPU RTX 50 series disarankan untuk memantau perkembangan harga dan mempertimbangkan waktu pembelian mereka dengan bijak.

Telset.id – Harga GPU Nvidia GeForce RTX 50 series di Korea Selatan dipastikan naik bulan ini, dengan kenaikan yang bisa mencapai 30 persen. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya biaya produksi, terutama dari harga wafer canggih TSMC dan memori GDDR7 yang semakin mahal.

Kenaikan harga ini pertama kali dilaporkan oleh ZDnet Korea dan berdampak langsung pada konsumen di Korea Selatan. Para importir dan distributor domestik di wilayah tersebut telah mengonfirmasi rencana kenaikan harga dari para produsen kartu grafis besar. Kenaikan ini menjadi kabar buruk bagi para gamer dan pengguna PC yang ingin membangun atau meng-upgrade rig mereka.

Penyebab utama kenaikan harga ini adalah peningkatan biaya wafer proses canggih dari TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company). TSMC baru-baru ini meminta para pelanggannya untuk bersiap menghadapi kenaikan harga di seluruh lini produk chip canggihnya, termasuk proses 3nm dan proses legacy 7nm. Selain itu, laporan dari perusahaan riset pasar TrendForce menyebutkan bahwa modul GDDR7 2GB yang digunakan pada GPU seri RTX 50 kini harganya naik menjadi USD 20 per unit.

A GeForce RTX 5060 Ti graphics card
Kartu grafis GeForce RTX 5060 Ti yang kini mengalami kenaikan harga di Korea Selatan.

Kenaikan biaya fabrikasi dan memori ini memaksa Nvidia untuk menaikkan harga paket GPU RTX 50 series yang dijual ke para mitra board partner. Para board partner ini pun tidak punya pilihan selain membebankan biaya yang lebih tinggi tersebut kepada konsumen akhir. Seorang pejabat dari perusahaan manufaktur mengonfirmasi, “Produsen besar telah menghentikan sementara pengiriman menjelang kenaikan harga bulan ini, dan sepengetahuan saya, hanya sedikit perusahaan yang mengamankan inventaris sebelum kenaikan harga.”

Seorang distributor lokal juga menambahkan, “Satu produsen dengan pangsa pasar domestik yang rendah mempertimbangkan kenaikan harga sekitar 20 persen dibandingkan level yang ada, dan produsen lain juga menyiapkan kenaikan harga hingga sekitar 30 persen.” Kartu grafis kelas atas dengan konfigurasi memori GDDR7 yang lebih besar diperkirakan akan mengalami kenaikan biaya produksi terbesar, yang berujung pada harga ritel yang lebih tinggi.

Dampak kenaikan harga ini sudah terlihat di pasar ritel Korea Selatan. Menurut Danawa, situs pembanding harga asal Korea Selatan, harga RTX 5060 Ti 8GB termurah kini dijual sekitar 700.000 won (sekitar USD 490), naik sekitar 100.000 won (sekitar USD 70). Sementara itu, harga RTX 5070 terendah tercatat sekitar 1,1 juta won (sekitar USD 770), mengalami kenaikan sekitar 200.000 won (sekitar USD 140).

A GeForce RTX 5090 graphics card
RTX 5090 menjadi model dengan kenaikan harga tertinggi di Korea Selatan.

Model flagship RTX 5090 mengalami kenaikan harga paling besar. Tergantung pada model dan produsennya, kartu ini kini dijual hingga 7,3 juta won (sekitar USD 5.112), naik hingga 1,5 juta won (sekitar USD 1.050) dibandingkan bulan lalu. Kenaikan ini menunjukkan betapa signifikan dampak biaya produksi terhadap harga jual produk kelas atas.

Yang lebih mengkhawatirkan, karena dinamika pasar global, harga di satu wilayah tidak berdiri sendiri. Kenaikan harga di Korea Selatan ini bisa menjadi indikasi bahwa wilayah lain juga akan mengalami nasib serupa di masa depan. Hal ini sejalan dengan tren kenaikan harga komponen yang sedang terjadi di industri teknologi secara luas.

Kenaikan harga GPU ini juga terjadi di tengah meningkatnya biaya komponen lain di industri teknologi. Fenomena serupa juga berdampak pada produk-produk digital lainnya, meski dengan skala yang berbeda. Para analis memperkirakan bahwa kenaikan biaya produksi ini akan terus berlanjut selama tekanan pada rantai pasokan semikonduktor belum mereda.

Bagi konsumen di Indonesia, situasi ini perlu diwaspadai. Jika kenaikan harga di Korea Selatan terjadi karena faktor global seperti biaya wafer TSMC dan harga memori GDDR7, maka besar kemungkinan pasar Indonesia juga akan merasakan dampaknya. Para calon pembeli GPU RTX 50 series disarankan untuk memantau perkembangan harga dan mempertimbangkan waktu pembelian mereka dengan bijak.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.