Telset.id – AMD resmi meluncurkan RX 9050 4GB, varian khusus OEM dengan memori 4GB di tengah pasar GPU yang semakin ketat. Produk ini merupakan versi terbatas dari RX 9050 8GB yang dirilis sebelumnya, dan kehadirannya memicu pertanyaan besar: apakah GPU dengan VRAM sekecil itu masih relevan untuk bermain game di tahun 2026?
Peluncuran ini menandai kembalinya AMD ke segmen 4GB setelah terakhir kali merilis produk serupa pada 2022 lalu, yaitu RX 6500 XT dan RX 6400. Sementara itu, Nvidia sudah meninggalkan kelas 4GB lebih awal, tepatnya setelah peluncuran GTX 1650 Super pada 2019. Sejak saat itu, hampir semua GPU discrete memiliki minimal 6GB atau 8GB VRAM.
AMD menyatakan bahwa RX 9050 8GB dirancang untuk gameplay 1080p medium tanpa detail lebih lanjut mengenai pengaturan atau upscaling. Dengan hadirnya varian 4GB yang memangkas bus width dan memory bandwidth hingga setengahnya, standar tersebut tentu menjadi lebih rendah lagi.
Meskipun mengusung arsitektur GPU RDNA 4 yang mutakhir, RX 9050 4GB hanya memiliki memory bus 64-bit dan memory bandwidth sebesar 144 GB/s. Spesifikasi ini tergolong rendah bahkan jika dibandingkan dengan produk kelas entry-level sepuluh tahun lalu.
Namun, RX 9050 membawa dukungan FSR 4 ke level terendah GPU discrete. Model upscaling bertenaga machine learning ini diyakini memberikan lompatan besar dalam kualitas gambar dibandingkan pendekatan temporal FSR 3 dan generasi sebelumnya. Upscaling kemungkinan menjadi kunci untuk mencapai performa yang dapat dimainkan di semua game ringan pada kartu grafis 4GB.
Untuk mengetahui seberapa besar “penderitaan” gamer dengan VRAM 4GB, pengujian dilakukan menggunakan RX 6500 XT dan GTX 1650 Super sebagai pembanding, karena RX 9050 4GB belum tersedia untuk diuji. Beberapa judul game populer diuji untuk melihat pengalaman bermain yang bisa diharapkan.
Baca Juga:
Untuk melacak penggunaan memori GPU, alat HWiNFO64 digunakan untuk mencatat parameter “GPU D3D Dedicated” dan “GPU D3D Dynamic”. Jika GPU melaporkan alokasi memori dinamis yang besar, itu merupakan indikasi terjadinya spillover dari VRAM, meski tidak selalu berarti performa akan anjlok. Setiap game menangani spillover ini dengan cara berbeda.

**Pengujian pada Game Populer**
Pengujian dimulai dengan Fortnite, salah satu game PC paling populer. Meski dikenal sebagai game ringan, Fortnite juga bisa menampilkan fitur tercanggih Unreal Engine 5. Game ini baru saja mulai menggunakan akselerasi RT hardware untuk efek Lumen, sehingga GTX 1650 yang tidak memiliki RT Core tidak bisa menjalankan game dengan kekayaan visual yang sama seperti kartu grafis lain yang diuji.
RX 6500 XT, sebagai kartu yang kompatibel penuh dengan DirectX 12 Ultimate dan mendukung RT, memiliki keunggulan di sini. Game dapat dijalankan dengan Lumen di pengaturan medium dan upscaling XeSS Quality, meskipun penggunaan memori tercatat melebihi 4GB. Namun, meskipun frame rate terlihat dapat diterima, input latency menjadi masalah, bahkan dengan Radeon Anti-Lag diaktifkan. FrameView dari Nvidia memperkirakan input latency sebesar 63,9 ms dengan Lumen aktif, yang terlalu tinggi untuk game kompetitif seperti ini.
Setelah Lumen dimatikan, Fortnite menjadi sangat playable di kedua kartu dengan pengaturan medium dan upscaling XeSS Quality, dengan penggunaan VRAM sedikit di atas 4GB. Pertanyaan yang muncul adalah apakah RX 9050 dengan akselerator RT yang lebih kuat dan arsitektur lebih modern bisa menjalankan Fortnite dengan Lumen sambil memberikan input latency lebih rendah.
Apex Legends juga diuji dengan pengaturan maksimal, namun kedua kartu kesulitan. Setelah menurunkan ke pengaturan High, penggunaan VRAM berkurang dan frame rate menjadi playable. Game ini tidak memiliki dukungan upscaling, sehingga performa sepenuhnya bergantung pada pengaturan kualitas.
Cyberpunk 2077 diuji sebagai contoh game triple-A yang mungkin ingin dimainkan gamer dengan PC entry-level di tahun 2026. Dengan pengaturan 1080p medium dan upscaling XeSS 2.0 Balanced, penggunaan VRAM sudah jauh melebihi 4GB untuk kedua kartu. Namun, performa tetap playable, meski tidak sepenuhnya mulus. Pengaturan crowd density memiliki efek terbesar pada imersi, dengan pengaturan low membuat jalanan Night City hampir kosong, sementara pengaturan High mengembalikan keramaian tanpa menghancurkan performa.
Counter-Strike 2 menunjukkan perbedaan terbesar dalam alokasi memori antara kedua kartu. GTX 1650 melaporkan total 3,5 GB memori yang digunakan, sementara RX 6500 XT menunjukkan 4,6 GB. Meskipun ada indikasi spillover, hal itu tidak berarti performa buruk, karena Radeon mengungguli 1650 Super di game ini.

**Kesimpulan: 4GB Masih Layak untuk Segmen Tertentu**
Dari pengujian di beberapa judul game, bermain dengan VRAM 4GB di tahun 2026 bukanlah “tebing performa” instan seperti yang mungkin dibayangkan. Namun, dibutuhkan penyesuaian hati-hati pada pengaturan kualitas dan upscaling untuk mencapai tidak hanya performa yang dapat dimainkan, tetapi juga input latency yang dapat ditoleransi.
Berdasarkan pengalaman dengan RX 6500 XT dan GTX 1650 Super, upscaling akan menjadi kunci untuk pengalaman terbaik dengan RX 9050 4GB. Dukungan FSR 4 akan menjadi peningkatan kualitas gambar yang besar untuk PC kelas bawah. RX 9050 juga membawa performa RT yang jauh lebih tinggi dibandingkan produk RDNA 2 dan RDNA 3. Jika game sepopuler Fortnite mulai mengandalkan akselerasi RT untuk efek pencahayaan tercanggih, itu menjadi peningkatan teknis yang berguna bahkan untuk produk kelas bawah.
Beberapa game AAA modern mungkin benar-benar tidak dapat dimainkan di kartu 4GB ini, tetapi itu bukan alasan keberadaan mereka. Untuk PC kelas bawah yang dirancang untuk menjalankan game esports dan free-to-play paling populer, 4GB masih cukup. Terutama untuk pasar di luar Amerika Serikat, produk seperti ini sangat penting, meski tidak untuk builder PC enthusiast.
RX 9050 4GB dan versi 8GB lebih tepat dipahami sebagai pembaruan teknis yang sangat dibutuhkan untuk sistem OEM entry-level. Bagi yang memiliki budget lebih untuk kartu grafis, tentu sebaiknya memilih produk yang lebih tinggi. Namun, bagi mereka yang menyewa waktu di warnet dan pusat esports di luar AS, produk murah seperti RX 9050 adalah jembatan penting menuju dunia gaming PC yang lebih luas.

Di tengah tren kenaikan harga GPU yang terus berlanjut, kehadiran GPU murah seperti ini menjadi alternatif menarik. Bagi pengguna yang ingin optimasi gaming tanpa merogoh kocek dalam, RX 9050 4GB bisa menjadi pilihan. Meski demikian, penting untuk memahami batasannya, terutama bagi yang ingin memainkan game-game AAA terbaru.





Komentar
Belum ada komentar.