Telset.id – Valve akhirnya mengumumkan harga resmi Steam Machine, dan angka yang terpampang jauh dari ekspektasi konsumen. Konsol gaming yang semula dijanjikan sebagai rival sejati PlayStation dan Xbox ini justru hadir dengan banderol yang membuat banyak calon pembeli kecewa.
Konfigurasi termurah Steam Machine dengan kapasitas penyimpanan 512GB dibanderol sebesar $1.049 atau sekitar £879. Sementara itu, varian dengan storage 2TB melonjak hingga $1.349 atau £1.149. Harga tersebut belum termasuk Steam Controller atau aksesori keyboard dan mouse bawaan Valve.
Keputusan harga ini menuai kontroversi di kalangan gamer dan pengamat industri. Pasalnya, spesifikasi internal yang ditawarkan dinilai tidak sebanding dengan nilai yang diminta. Valve mengandalkan arsitektur AMD RDNA 3 generasi sebelumnya yang kini sudah tergolong usang, membuat konsol ini sulit bersaing dari segi performa dan umur pakai.
Spesifikasi Steam Machine yang Diumumkan
Steam Machine hadir dalam bentuk small form factor berukuran hanya enam inci. Valve memilih pendekatan “semi-custom” dengan mengandalkan hardware AMD sepenuhnya. Berikut spesifikasi lengkapnya:
- CPU: Semi-custom AMD Zen 4 6C/12T
- GPU: Semi-custom AMD RDNA3 28CUs
- RAM/VRAM: 16GB DDR5 / 8GB GDDR6 VRAM
- Storage: 512GB – 2TB NVMe SSD + slot microSD
- Konektivitas: Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.3, Gigabit Ethernet
- Sistem Operasi: SteamOS 3 (Linux)
Klaim awal Valve menyebut Steam Machine mampu menghadirkan performa 4K60 berkat “enam kali lipat tenaga kuda Steam Deck”. Namun, halaman resmi produk kini telah meredam klaim tersebut menjadi “hingga 4K gaming dengan FSR 4.1”. Artinya, teknologi upscaling AMD-lah yang akan bekerja keras untuk mencapai resolusi tinggi tersebut.
Baca Juga:
Performa Gaming yang Realistis
Hasil benchmark dari Gamers Nexus mengonfirmasi keterbatasan Steam Machine. Dalam pengujian Baldur’s Gate 3 di resolusi 1080p dengan pengaturan Low, konsol ini hanya mencapai rata-rata 60fps. Sementara itu, Black Myth: Wukong mencatat rata-rata 73fps di pengaturan serupa.
Angka tersebut menunjukkan Steam Machine lebih cocok untuk game-game yang sudah terverifikasi Steam Deck, di mana syarat minimalnya hanya 1080p pada 30fps. Untuk mencapai 4K native secara konsisten, konsol ini jelas kesulitan terutama karena hanya dibekali 8GB GDDR6 VRAM yang relatif lambat.
Perbandingan dengan PC rakitan sendiri menjadi semakin relevan. Dengan anggaran yang sama, gamer bisa merakit komputer yang jauh lebih bertenaga.
Alternatif Rakitan PC dengan Budget Sama
Artikel referensi menyajikan dua skenario perakitan PC yang bisa menjadi alternatif Steam Machine. Pertama, untuk varian 512GB seharga $1.049, Anda bisa merakit PC dengan spesifikasi berikut:
- CPU: AMD Ryzen 5 5600 (6C/12T) – $150
- CPU Cooler: Silverstone SST-KR03 – $19.99
- RAM: Corsair Vengeance LPX 16GB DDR4 – $109.99
- Motherboard: ASRock A520M-ITX – $149.99
- Storage: KingSpec 512GB Gen 4.0 NVMe SSD – $88.99
- Case: Silverstone Technology SUGO 16 – $95.03
- PSU: MSI MAG A650GL 650W Fully Modular ATX – $75.99
- OS: SteamOS (Linux wrapper) – Gratis
- Total: $1.039,97
Kedua, untuk varian 2TB seharga $1.349, rakitan berikut menawarkan performa jauh lebih unggul:
- CPU: AMD Ryzen 5 9600X – $198.99
- CPU Cooler: Be Quiet! Pure Rock LP – $39.99
- RAM: Patriot Memory Viper Venom DDR5 16GB RAM – $209.99
- GPU: Gigabyte RTX 5060 8GB – $349.99
- Motherboard: ASRock A620AI Wi-Fi AM5 Mini ITX – $129.99
- Storage: Fanxiang 2TB NVMe SSD Gen 4.0 – $249.99
- Case: Silverstone Technology SUGO 16 – $95.03
- PSU: MSI MAG A650GL 650W Fully Modular ATX – $75.99
- OS: SteamOS (Linux wrapper) – Gratis
- Total: $1.349,96
Rakitan kedua dengan RTX 5060 mampu memberikan performa gaming yang jauh lebih baik. Dalam pengujian Black Myth: Wukong di 1080p High settings, GPU ini mencapai rata-rata 65fps secara native. Sementara Baldur’s Gate 3 mencatat rata-rata 121fps di 1080p dan 87fps di 1440p. Bahkan di 4K, angka 46fps masih cukup playable.
Dengan dukungan Nvidia DLSS 4.5 Multi-Frame Generation, performa bisa semakin meningkat. Semua ini dicapai tanpa harus bergantung pada teknologi upscaling seperti FSR yang diandalkan Steam Machine.
Bagi Anda yang tertarik dengan teknologi AI terkini, Anda bisa menyimak solusi otomatisasi bisnis terbaru yang juga menggunakan pendekatan serupa.
Keputusan Valve untuk membanderol Steam Machine dengan harga tinggi jelas mengecewakan banyak pihak. Alih-alih menjadi konsol gaming yang ramah kantong, perangkat ini justru hadir sebagai produk premium dengan performa yang masih diragukan. Bagi gamer yang menginginkan performa terbaik, merakit PC sendiri dengan budget identik tetap menjadi pilihan yang lebih rasional.





Komentar
Belum ada komentar.