📑 Daftar Isi

Kotak Nintendo Switch 2 tersusun di rak toko

Penjualan Switch 2 Turun 41 Persen, Nintendo Tetap Kejar Target 16,5 Juta

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Penjualan Switch 2 turun 41 persen jadi 2,67 juta unit pada kuartal fiskal kedua
  • Kenaikan harga di AS, Kanada, dan Jepang dinilai jadi penyebab penurunan
  • Nintendo tetap yakin target 16,5 juta unit hingga 31 Maret 2027 tercapai
  • Remake Ocarina of Time dinilai belum cukup menggairahkan investor
  • Macronix setop produksi chip ROM untuk fokus chip AI

Telset.id – Penjualan Nintendo Switch 2 turun 41 persen pada kuartal fiskal kedua dibanding periode yang sama tahun lalu. Nintendo hanya menjual 2,67 juta unit dari Juli hingga September, seperti dilaporkan CNBC dan sesuai prediksi CEO Kantan Games Serkan Toto pada awal Juni.

Penurunan ini terjadi di tengah kenaikan harga Switch 2 di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang pada kuartal fiskal kedua yang berlangsung 1 Juli hingga 30 September. Sebelumnya, Nintendo juga telah menaikkan harga di Jepang pada awal tahun ini. Serkan Toto, CEO Kantan Games Inc. yang melacak dan menganalisis industri game Jepang, sudah memperkirakan bahwa kenaikan harga akan berujung pada penurunan penjualan.

Meski prediksi itu terbukti, Nintendo tetap meyakinkan investor bahwa pihaknya akan mencapai target penjualan 16,5 juta unit hingga 31 Maret 2027, akhir tahun fiskal Jepang saat ini. Namun, Nintendo kini berada di bawah tekanan investor untuk merilis lebih banyak game besar agar penjualan Switch 2 kembali terdongkrak.

Ocarina of Time Remake Jadi Andalan yang Diragukan

Serkan Toto menyebut satu-satunya blockbuster riil Nintendo pada tahun fiskal ini adalah remake Ocarina of Time. Menurutnya, itu tidak cukup untuk membuat investor senang, terutama setelah perangkat kini seharga seperti sekarang. “Nintendo’s only real blockbuster this fiscal year is the Ocarina of Time remake. It’s not enough to make investors happy, especially after the device is now as expensive as it is,” ujar Toto.

Remake yang dijadwalkan rilis besok itu justru mengecewakan banyak penggemar. Visualnya dinilai uncanny dan terlalu fotorealistis, bukan setia pada gaya seni orisinal dengan audiovisual yang diperbarui. Game ini juga tampak menawarkan konten terbatas untuk memperluas Ocarina of Time orisinal, bahkan tidak menyertakan mode Master Quest yang lebih sulit yang ditunggu banyak veteran.

Secara keseluruhan, remake tersebut mungkin tidak akan menghasilkan antusiasme sebesar yang diharapkan Nintendo. Penggemar menilainya lebih sebagai reskin ketimbang rilis yang layak mendapat hype. Hal ini berpotensi menekan penjualan Switch 2 yang diharapkan didorong oleh remake tersebut, tetapi hasilnya baru akan terlihat setelah peluncuran.

Pasokan Chip ROM dan Game Baru Jadi Tantangan

Tekanan terhadap Nintendo juga datang dari sisi pasokan komponen. Macronix, salah satu produsen chip ROM untuk Nintendo, baru-baru ini menghentikan produksi chip ROM untuk memfokuskan kapasitasnya pada chip flash NOR dan NAND yang permintaannya tinggi untuk pusat data AI. Macronix bahkan mengandalkan kenaikan harga memori untuk keuntungan jangka pendek. Situasi ini memperkuat kekhawatiran soal kartrid fisik Switch ke depan.

Di sisi lain, Nintendo saat ini didesak merilis lebih banyak game besar agar Switch 2 lebih menarik. Game Pokémon baru direncanakan untuk 2027. Menariknya, laporan ini juga menyebut kemungkinan Nintendo akhirnya menerima Palworld di platformnya, meski itu masih sebatas spekulasi pihak luar.

Sebagai gambaran pasar, penurunan penjualan Switch 2 kali ini mengikuti tren serupa yang sempat tercatat pada periode sebelumnya, ketika penjualan Switch 2 anjlok setelah kenaikan harga. Bagi pengguna yang baru membeli perangkat, tersedia panduan jika Switch 2 tak tampil di TV.

Dengan target 16,5 juta unit hingga 31 Maret 2027, Nintendo menghadapi kombinasi tantangan: harga perangkat yang lebih mahal, remake andalan yang diragukan, dan pasokan chip ROM yang terganggu. Apakah remake Ocarina of Time mampu mendorong penjualan Switch 2 masih harus dibuktikan setelah peluncurannya.

[IMAGE_METADATA_PLACEHOLDER]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.