Ilustrasi GPU Nvidia yang digunakan SpaceXAI untuk superkomputer Colossus 2

SpaceXAI Kejar 1,44 Juta GPU Nvidia di Colossus 2 Tahun 2026

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • SpaceXAI targetkan 1.440.000 GPU Nvidia beroperasi di Colossus 2
  • Tambahan 220.000 GB300 aktif minggu depan, 220.000 unit November
  • Total GPU GB300 SpaceXAI mencapai 1.100.000 unit
  • Colossus 1 disewakan ke Anthropic untuk inference
  • SpaceXAI targetkan kapasitas data center naik 7x pada 2027

Telset.id – SpaceXAI menargetkan total 1.440.000 GPU Nvidia beroperasi di fasilitas Colossus 2, dengan tambahan 220.000 unit GB300 yang akan aktif minggu depan. Target ini menjadi tonggak penting dalam upaya Elon Musk membangun salah satu klaster superkomputer terbesar di dunia, hampir dua tahun setelah ia mengumumkan rencana ekspansi Colossus ke lebih dari satu juta GPU.

Elon Musk menyampaikan melalui X bahwa 220.000 GPU Nvidia GB300 akan beroperasi pada minggu depan, disusul 220.000 unit lainnya pada November. Ia juga menambahkan bahwa 220.000 unit tambahan berpotensi aktif pada akhir Desember “jika kita beruntung”. Angka ini melengkapi 110.000 GB200 dan 440.000 GB300 yang sudah beroperasi di Colossus 2, ditambah 150.000 H100, 50.000 H200, dan 30.000 GB200 di Colossus 1.

Dengan penambahan tersebut, total GPU GB300 milik SpaceXAI akan mencapai 1.100.000 unit, sementara keseluruhan GPU yang beroperasi menembus 1.440.000 unit. Pencapaian ini tergolong signifikan mengingat SpaceXAI baru berusia tiga tahun, tertinggal beberapa tahun dari rivalnya seperti Anthropic yang berusia enam tahun dan OpenAI yang sudah sepuluh tahun.

Menariknya, situs Colossus 1 yang menggabungkan GPU Hopper dan Blackwell dinilai tidak efisien untuk pelatihan Grok. Karena itu, Musk menyewakannya kepada Anthropic untuk keperluan inference. Sebaliknya, Colossus 2 sepenuhnya menggunakan GPU Blackwell sehingga dipastikan tidak akan mengalami bottleneck. Strategi ini menunjukkan bagaimana SpaceXAI mengoptimalkan infrastruktur yang ada untuk kebutuhan pelatihan dan inference secara terpisah.

Kendati Musk sempat meminta Jensen Huang untuk memasok GPU tersebut, mendapatkan unitnya bukan lagi tantangan terbesar saat ini. Salah satu kendala utama pembangunan data center adalah pasokan daya. SpaceXAI mengatasinya dengan membawa sumber listrik sendiri, meski langkah ini memicu kontroversi dengan warga sekitar dan berujung pada gugatan hukum terkait pengoperasian turbin gas tanpa izin. Perusahaan berjanji akan mencabut turbin tersebut secara bertahap selama satu tahun hingga pembangkit listrik 1,2 GW miliknya sendiri beroperasi.

portable natural gas turbines deployed in Memphis, Tennessee to power an xAI data center

Menjalankan satu juta GPU atau lebih di satu lokasi merupakan pencapaian teknis yang mengesankan, tetapi SpaceXAI bukan satu-satunya pihak yang mengejar target ini. Broadcom pada 2024 menyebut memiliki tiga pelanggan hyperscale yang menargetkan capaian serupa pada 2027, tanpa menyebutkan identitas mereka. Persaingan di segmen infrastruktur AI pun semakin ketat, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan daya dan sumber daya komputasi global.

Bagi Musk, target satu juta GPU hanyalah awal. Ia menyatakan SpaceXAI akan menumbuhkan kapasitas data center-nya tujuh kali lipat pada 2027, dan bahkan menargetkan 50 juta GPU setara H100 pada 2030. Data center tersebut tidak akan terbatas di darat, karena SpaceX berencana meluncurkan Orbital Data Center System dengan satu juta satelit, meski Jensen Huang menilai rencana itu masih sebatas “mimpi” untuk saat ini.

Data center

Ekspansi agresif SpaceXAI ini berlangsung di tengah lonjakan kebutuhan energi untuk infrastruktur AI. Sejumlah laporan menunjukkan konsumsi gas data center di Amerika Serikat diproyeksikan melonjak 117% pada 2035, memperkuat urgensi penyediaan daya mandiri seperti yang dilakukan SpaceXAI. Tekanan pada jaringan listrik publik juga menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk regulator dan komunitas lokal.

Di sisi lain, percepatan adopsi AI turut memunculkan tantangan baru di sektor keamanan. Sebuah laporan menyebut AI mempercepat deteksi celah keamanan, namun backlog justru melonjak 29 kali lipat. Fenomena ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas komputasi tidak selalu berbanding lurus dengan efisiensi operasional di semua lini.

Rencana SpaceXAI juga menyentuh dimensi lain dari ekosistem teknologi. Otoritas penerbangan Amerika Serikat, FAA, menggelontorkan dana sekitar Rp14 triliun untuk sistem AI pengatur lalu lintas udara SMART. Langkah ini menandakan bahwa integrasi AI ke infrastruktur kritikal semakin menjadi prioritas, seiring dengan meningkatnya kompleksitas operasional di berbagai sektor.

Dari sisi rantai pasok, permintaan GPU yang tinggi turut memengaruhi industri lain. Harga chip yang melonjak membuat Sharp mengisyaratkan kenaikan harga TV pada Oktober 2026. Dampak ini menunjukkan bahwa ekspansi data center AI tidak hanya berdampak pada sektor teknologi, tetapi juga pada pasar perangkat konsumen yang bergantung pada komponen semikonduktor.

Sementara itu, pemanfaatan AI di sektor pendidikan juga menuai sorotan. Alpha School disebut mengalami perubahan metode AI menjadi perpeloncoan siswa, memicu diskusi tentang etika dan pengawasan penerapan AI di lingkungan belajar. Kasus ini menjadi pengingat bahwa adopsi AI perlu dibarengi dengan tata kelola yang matang.

Dengan target 1,44 juta GPU yang beroperasi dan rencana pertumbuhan kapasitas tujuh kali lipat pada 2027, SpaceXAI menempatkan diri sebagai salah satu pemain utama dalam perlombaan infrastruktur AI global. Keberhasilan mencapai target satu juta GPU di satu lokasi akan menjadi tolok ukur baru bagi industri, sekaligus menguji kesiapan ekosistem pendukung seperti pasokan daya, pendinginan, dan jaringan.

[​META_DESCRIPTION]
SpaceXAI menargetkan 1,44 juta GPU Nvidia beroperasi di Colossus 2, dengan tambahan 220.000 GB300 aktif minggu depan. Simak detailnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.