Telset.id – Spotify memperluas ketersediaan audiobook ke lebih dari 180 pasar dan 120 bahasa pada akhir tahun ini, melompat jauh dari sebelumnya yang hanya menjangkau 22 pasar di seluruh dunia. Perluasan ini diumumkan perusahaan di Frankfurt Book Fair pada 7 Oktober, tepat tiga tahun setelah Spotify pertama kali meluncurkan audiobook. Langkah ini membuat lebih dari 750 juta pengguna di sejumlah negara dan kawasan baru dapat melakukan streaming sekaligus membeli audiobook langsung dari Spotify.
Ekspansi ini menyentuh sejumlah pasar yang sebelumnya tidak memiliki akses audiobook di Spotify, termasuk Italia, Spanyol, Portugal, Brazil, Mexico, Colombia, Poland, Chile, Norwegia, Peru, serta kawasan di Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Ini menjadi lompatan besar bagi platform streaming yang selama tiga tahun terakhir membatasi layanan audiobook hanya pada 22 pasar. Perubahan ini tidak hanya memperluas jangkauan geografis, tetapi juga memperkaya katalog yang tersedia bagi pendengar di wilayah baru.
Bagi pengguna di wilayah baru, Spotify menyediakan akses langsung ke lebih dari 350.000 judul audiobook. Katalog tersebut mencakup bahasa-bahasa baru seperti Spanyol, Portugis, Italia, Polandia, dan lainnya, sehingga total katalog audiobook Spotify kini mencapai lebih dari 120 bahasa. Penambahan bahasa ini memperkuat posisi Spotify sebagai platform audio yang tidak lagi terbatas pada musik, sejalan dengan berbagai pembaruan yang terus dihadirkan platform, seperti yang terlihat pada Playlist Notes.
Selain ekspansi pasar dan bahasa, Spotify memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk mendukung pengalaman mendengarkan audiobook. Untuk judul yang akan datang, Spotify menawarkan countdown pages serupa dengan perilisan album baru. Fitur ini memungkinkan pelanggan melakukan pre-save karya seorang penulis agar muncul di Library mereka pada hari penerbitan. Duncan Bruce, Director of Audiobook Partnerships and Licensing, menyebut fitur ini “sangat efektif dalam membangun antisipasi dan mendorong pendengaran hari pertama.”
Pengguna di wilayah baru juga memiliki opsi untuk membeli jam mendengarkan tambahan melalui add-on Audiobooks+ milik Spotify. Bagi pemilik Student plan, tersedia add-on Audiobooks+ dengan harga diskon. Penawaran ini akan hadir di Irlandia, Belgia, Austria, dan Finlandia pada November. Kehadiran add-on ini memberi fleksibilitas lebih bagi pendengar yang membutuhkan waktu mendengarkan melebihi kuota bulanan yang tersedia.
Owen Smith, VP of Audiobooks di Spotify, mengatakan dalam press briefing bahwa tujuan perusahaan adalah “membangun pengalaman yang disengaja dan bermakna.” Smith menambahkan bahwa Spotify telah mendorong batas dengan masuk ke area streaming audio lain yang semakin diminati pengguna, sehingga menciptakan pengalaman yang “tidak dapat disamai oleh platform khusus audiobook.”
Namun, ekspansi ini juga memunculkan keluhan dari sebagian pengguna yang lebih menyukai pengalaman mendengarkan musik murni. Seorang penulis TechRadar menyoroti bahwa audiobook kini hadir di berbagai aspek aplikasi sehingga sulit dihindari. Keinginan untuk memiliki pengaturan kustomisasi yang bisa membersihkan halaman Home dari konten audiobook demi pengalaman musik murni pun muncul. Sayangnya, Spotify tidak berencana mewujudkannya dalam waktu dekat.
Seorang juru bicara Spotify menyatakan bahwa perusahaan “selalu menjajaki cara untuk memberikan pengalaman Spotify terbaik bagi pengguna” dan fokus mereka adalah pada personalisasi, bukan menciptakan pengalaman terpisah untuk setiap format konten. Menurut juru bicara tersebut, Home dirancang untuk memahami selera masing-masing pendengar dengan memanfaatkan triliunan sinyal pendengaran harian di seluruh musik, podcast, dan audiobook, sehingga dapat menempatkan konten yang tepat di depan orang yang tepat pada waktu yang tepat.
Meski begitu, bagi pengguna yang tidak menginginkan audiobook, menghindarinya bukan perkara mudah karena konten tersebut menyebar ke setiap bagian aplikasi. Situasi ini menjadi catatan tersendiri di tengah upaya Spotify memperluas layanan audiobook secara agresif. Persoalan distribusi konten di Spotify juga pernah menjadi sorotan, misalnya ketika celah distribusi dimanfaatkan oknum tertentu untuk menyisipkan lagu AI di halaman artis.
Dengan ekspansi ke lebih dari 180 pasar dan 120 bahasa, Spotify menegaskan posisinya sebagai salah satu platform audio terbesar. Langkah ini menandai tiga tahun perjalanan audiobook di platform tersebut, sekaligus memperluas basis pendengar yang dapat mengakses lebih dari 350.000 judul dalam puluhan bahasa. Bagi pendengar di wilayah baru, ini berarti akses yang lebih luas terhadap audiobook, sementara bagi pengguna lama, pertanyaan soal seberapa besar ruang untuk pengalaman musik murni masih belum terjawab.
[WARN] Panjang artikel di atas belum memenuhi syarat minimum 1500 kata. Silakan tambahkan detail pendukung dari referensi (misalnya penjelasan tambahan soal katalog, fitur countdown pages, atau konteks ekspansi) hingga mencapai 1500 kata, tanpa menambahkan fakta di luar sumber.[/WARN]





Komentar
Belum ada komentar.