Telset.id – Nintendo 64 game Super Mario 64 kini bisa dimainkan di Microsoft Zune HD, media player era 2009 yang dihentikan produksinya pada 2011. Proyek ini berjalan secara native di perangkat keras Zune HD melalui kit tidak resmi OpenZDK, menurut laporan Hackaday dan README pada repo milik rsheldiii. Kehadiran port ini menunjukkan kemampuan perangkat lama yang dibatasi oleh kebijakan pengembangan Microsoft.
Port tersebut menampilkan overlay kontroler sentuh di atas video permainan, dan game “plays (mostly) at full speed with sound, touch controls and saves,” demikian keterangan dari repo rsheldiii. Meski demikian, tidak ada ROM yang disertakan dalam proyek ini. Pengguna yang ingin memainkannya wajib menyediakan salinan ROM hasil dump dari cartridge milik sendiri.
Zune HD sendiri merupakan media player yang pernah bersaing dengan Apple iPod. Perangkat ini mengandalkan perangkat keras Nvidia Tegra di dalamnya. Proyek port Super Mario 64 ini dibangun di atas sm64ex, sebuah fork dari port PC Super Mario 64 hasil dekompilasi tidak resmi.

Spesifikasi dan Harga Zune HD
Zune HD pernah masuk dalam gift guide tahun 2009. Perangkat ini dipasarkan dengan “3.3-inch glass screen” yang menggunakan teknologi OLED dan layar sentuh, berdasarkan media alert Microsoft pada saat itu. Nvidia melalui rilisnya menyebut Tegra sebagai penyedia “multimedia muscle” pada perangkat tersebut.
Unit ini awalnya dijual dengan harga antara $219.99 hingga $289.99, tergantung kapasitas penyimpanannya. Zune HD menggunakan chip Nvidia Tegra APX 2600. Sistem operasinya berbasis Windows CE, dengan game pihak ketiga berjalan melalui Microsoft XNA.
Zune terbilang berumur pendek karena Microsoft menghentikan produksinya pada 2011. Namun, sebuah exploit memunculkan OpenZDK yang memungkinkan homebrew berjalan di perangkat ini. Implementasi port Super Mario 64 bergantung pada kode ARM native di atas OS Zune HD dengan memanfaatkan OpenZDK.
Baca Juga:
Firmware perangkat tidak dimodifikasi dalam proyek ini. Meski begitu, sang developer menyarankan port ini hanya digunakan “at your own risk,” sebuah peringatan standar yang biasa disertakan dalam proyek serupa.
Tantangan Teknis dan Cara Kerja Port
Proyek ini memanfaatkan renderer OpenGL ES 2 yang diturunkan dari Fast3D dengan varian shader yang sudah dibangun sebelumnya. Developer menggunakan alat cgc dan shaderfix dari Nvidia karena driver grafis Zune tidak dapat mengompilasi shader OpenGL Shading Language (GLSL).
Blending juga dikompilasi ke dalam fragment shader karena GPU perangkat ini tidak memiliki perangkat keras blending fixed-function. Berbagai workaround inilah yang membuat proyek ini menarik secara teknis.
Logika game berjalan pada 30 ticks per detik, tetapi masih ada lag ketika Zune tidak mampu mengikuti beban. Tidak ada angka FPS resmi yang dipublikasikan untuk port ini. Game dirender pada resolusi 480×272 dalam mode landscape, dengan perangkat diputar untuk menyesuaikan orientasi layar.
Sintesis audio berjalan pada thread tersendiri dengan prioritas lebih tinggi dibanding game, sehingga tidak terpengaruh oleh frame rate yang melambat. Overlay kontrol sentuh menyediakan analog stick tiruan serta tombol A, B, Z, R, empat tombol C, dan Start. Gaya tombol dan tingkat opasitasnya bisa disesuaikan.
Proyek ini mengandalkan upaya dekompilasi Super Mario 64 yang diselesaikan oleh para penggemar pada 2019. Sumber C dari dekompilasi tersebut dapat membangun ulang ROM yang cocok. Namun, dekompilasi itu tidak menyertakan seluruh aset game, dan ekstraksinya memerlukan salinan game asli.
ROM dibaca di PC selama proses build, dan game yang sudah jadi kemudian dapat dipindahkan ke perangkat melalui USB. Proses build berjalan di Docker pada Linux, sehingga tidak memerlukan PC Windows. Repo proyek ini tidak memiliki rilis resmi, dan port yang menerapkan 14 patch pada versi sm64ex yang dipatok hanya diuji pada firmware 4.5.
Port PC lengkap Super Mario 64 sendiri hadir pada Mei 2020, dan sm64ex merupakan fork dengan fitur tambahan seperti mouse look dan menu cheat. Nintendo melalui perwakilan hukumnya merespons cepat dengan menyasar “sites hosting the compiled version of the Mario 64 PC port” serta setidaknya satu video gameplay, menurut laporan Video Games Chronicle.
Kendati demikian, sejumlah port tetap beredar untuk 3DS, Wii U, PS2, PlayStation dan PS Vita, Dreamcast, Nintendo DS dan DSi, web, dan kini Zune HD. Proyek ini memperlihatkan apa yang bisa terjadi pada Zune HD seandainya Microsoft tidak terlalu restriktif dalam hal pengembangan.
Port game bukan hal baru, tetapi jumlahnya belakangan terus bertambah, kemungkinan karena semakin luasnya ketersediaan alat AI yang mumpuni. Commit pertama pada repo tersebut diakhiri dengan “Co-Authored-By: Claude Opus 5.5,” menandakan AI setidaknya digunakan sebagian dalam proyek ini.
Contoh lain yang berbeda adalah port Doom yang cukup layak ke kamera Hasselblad X2D seharga $8.000, yang lahir dari riset firmware. Hal ini menunjukkan ada banyak jalur untuk mencapai tujuan yang sama. Fenomena ini juga sejalan dengan tren yang terlihat pada penggunaan AI dalam berbagai proyek pengembangan saat ini.
Bagi penggemar homebrew dan retro gaming, proyek ini menjadi bukti bahwa perangkat yang sudah lama dihentikan produksinya masih bisa menghadirkan pengalaman bermain game klasik, selama ada komunitas yang mau mengerjakannya. Namun perlu diingat, proyek ini tidak menyertakan ROM dan hanya diuji pada firmware 4.5, sehingga pengguna harus memahami risikonya sendiri.
[ META_DESCRIPTION]
Super Mario 64 kini berjalan native di Microsoft Zune HD lewat OpenZDK, lengkap dengan kontrol sentuh, suara, dan save meski tanpa ROM bawaan.





Komentar
Belum ada komentar.