📑 Daftar Isi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pengembangan sistem satelit Starlink Ukraina dengan target peluncuran 120 satelit pada 2027

Ukraina Bangun Starlink Sendiri, Luncurkan 120 Satelit 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Ukraina mengembangkan sistem komunikasi satelit mirip Starlink untuk mendukung operasi militer dan drone
  • Rencana peluncuran 120 satelit pada 2027 menggunakan roket SpaceX karena Ukraina tidak punya peluncur orbital heavy-lift
  • Perusahaan Ukraina Stetman mengembangkan unit komunikasi orbital untuk lembaga negara dan Pasukan Pertahanan
  • Respons terhadap program Rassvet Rusia yang gagal capai orbit, 16 satelit diluncurkan Juli 2026 mengalami pembusukan
  • Zelensky minta akses Starlink untuk serangan terhadap Rusia, khawatir China bagikan teknologi ke Rusia

Telset.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pengembangan sistem komunikasi satelit milik negaranya sendiri yang meniru Starlink. Rencana awal proyek ini mencakup peluncuran 120 satelit pada 2027 dengan mengandalkan roket SpaceX. Langkah ini menjadi respons langsung terhadap kebutuhan konektivitas militer Ukraina yang lebih baik untuk mendukung operasi drone dan komunikasi lainnya dalam pertahanan menghadapi Rusia.

Pengumuman ini menandai babak baru persaingan teknologi antariksa antara Ukraina dan Rusia. Ukraina membutuhkan sistem komunikasi yang tidak bergantung pada pihak ketiga, terutama setelah muncul kekhawatiran bahwa teknologi tertentu dapat dibagikan kepada Rusia. Proyek ini disebut-sebut sebagai jawaban atas program Rassvet milik Rusia yang saat ini tengah menghadapi masalah operasional.

Zelensky menyampaikan rencana tersebut secara langsung kepada jurnalis dalam sebuah pernyataan yang menegaskan keseriusan Ukraina membangun infrastruktur komunikasi orbitnya sendiri. “Ada pengembangan. Kami sedang mengerjakan hal yang sama [mirip dengan] Starlink,” ujar Zelensky. Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi rumor yang beredar sejak Juli 2026 dan dilaporkan oleh Ukraine Business News.

Detail Proyek dan Keterlibatan SpaceX

Rencana awal proyek ini melibatkan peluncuran 120 satelit pada 2027. Ukraina akan bergantung pada roket SpaceX karena negara tersebut tidak memiliki kendaraan peluncur orbital yang sesuai untuk angkatan berat. Peluncuran konstelasi satelit seperti Starlink umumnya dilakukan secara bertahap dengan beberapa unit yang didistribusikan dari setiap roket.

Laporan awal menyebutkan bahwa perusahaan Ukraina bernama Stetman mengembangkan unit komunikasi orbital ini. Satelit tersebut dirancang untuk mendukung lembaga negara dan Pasukan Pertahanan, serta infrastruktur kritis di Ukraina. Pengembangan ini menunjukkan bahwa Ukraina tidak hanya mengandalkan teknologi asing, tetapi juga membangun kapasitas domestik dalam industri antariksa.

A satellite in orbit around the earth

Zelensky terlihat sangat ingin mengembangkan, meluncurkan, dan mengerahkan alternatif Starlink milik Ukraina secepat mungkin. Salah satu alasan utama percepatan ini adalah kemungkinan teknologi tertentu dibagikan kepada Rusia oleh pihak China. Kekhawatiran ini menjadi pendorong utama di balik urgensi proyek tersebut.

Jika berhasil, rencana Zelensky ini akan menjadi pukulan bagi program Rassvet milik Rusia yang disebut-sebut tengah mengalami kesulitan. Program Rassvet menghadapi masalah serius dalam memberikan cakupan yang diharapkan di darat. Situasi ini memberikan Ukraina peluang untuk unggul dalam persaingan teknologi komunikasi satelit di kawasan.

Dalam pernyataannya, Zelensky juga menegaskan bahwa akan adil jika Ukraina diberikan kemungkinan menggunakan internet satelit Starlink untuk serangan terhadap Federasi Rusia. Ia juga memperjelas bahwa akses Starlink bagi Ukraina di luar batas negaranya akan dianggap adil. Alasan di balik permintaan pemutusan geofencing Starlink ini adalah kekhawatiran bahwa beberapa negara akan membagikan teknologi relevan kepada Rusia pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Zelensky memperjelas klaimnya dengan menyatakan bahwa “pihak China akan membagikan kepada Rusia.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Ukraina tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi sendiri, tetapi juga mendesak perubahan kebijakan akses terhadap teknologi yang sudah ada untuk kepentingan pertahanannya.

Masalah yang dihadapi Rusia dengan Rassvet tampaknya memberikan Ukraina gambaran tentang apa yang tidak boleh dilakukan. Bermitra dengan SpaceX untuk meluncurkan konstelasi komunikasi sendiri tampaknya semakin mendapat momentum. Seluruh 16 satelit yang diluncurkan pada Juli 2026 saat ini mengalami pembusukan di orbit karena gagal mencapai ketinggian operasional. Kegagalan ini meninggalkan Rusia dengan masalah besar dan memberikan Ukraina sebuah peluang strategis.

A satellite in orbit around the earth

Meskipun ada seruan kepada Presiden Trump untuk menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan Rusia dan China yang mengembangkan satelit Rassvet, Amerika Serikat belum mengambil tindakan. Situasi ini menciptakan dinamika geopolitik yang kompleks di mana Ukraina harus bergerak cepat untuk mengamankan posisinya dalam perlombaan teknologi antariksa.

Pengembangan sistem komunikasi satelit ini menjadi bagian dari strategi pertahanan Ukraina yang lebih luas. Sebelumnya, Ukraina juga dilaporkan tengah mengembangkan berbagai teknologi militer untuk memperkuat kemampuan pertahanannya. Langkah ini menunjukkan bahwa Ukraina terus berinovasi dalam menghadapi tantangan keamanan yang ada.

Proyek Starlink versi Ukraina ini juga mencerminkan tren global di mana negara-negara semakin menyadari pentingnya kedaulatan teknologi dalam infrastruktur komunikasi kritis. Ketergantungan pada sistem pihak ketiga dianggap sebagai risiko strategis yang perlu diatasi, terutama dalam situasi konflik.

Dengan target peluncuran 120 satelit pada 2027, Ukraina menempatkan diri sebagai pemain baru dalam industri komunikasi satelit. Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada kerja sama dengan SpaceX dan kemampuan perusahaan lokal seperti Stetman dalam mengembangkan teknologi yang andal. Persaingan dengan Rusia dalam domain antariksa diprediksi akan semakin intensif seiring berjalannya waktu.

Perkembangan ini juga menarik perhatian pada bagaimana teknologi komunikasi satelit telah menjadi instrumen penting dalam konflik modern. Kemampuan untuk mempertahankan konektivitas yang aman dan tidak dapat diganggu menjadi faktor kunci dalam operasi militer kontemporer. Ukraina tampaknya menyadari hal ini dan bergerak cepat untuk mengamankan kemampuan tersebut.

Google logo on a black background next to text reading 'Click to follow TechRadar'

Selain aspek teknis, proyek ini juga memiliki dimensi politik yang signifikan. Permintaan Zelensky agar Starlink dapat digunakan untuk serangan terhadap Rusia menunjukkan bahwa Ukraina berusaha memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia untuk kepentingan pertahanannya. Pernyataan ini juga mencerminkan ketegangan yang terus meningkat antara Ukraina dan Rusia dalam berbagai domain, termasuk teknologi antariksa.

Ke depan, keberhasilan proyek ini akan menjadi indikator penting bagi kemampuan Ukraina dalam mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur teknologi canggih di tengah tekanan konflik. Jika berhasil, Ukraina tidak hanya akan memiliki sistem komunikasi yang mandiri, tetapi juga akan memperkuat posisinya sebagai pemain teknologi di kawasan Eropa Timur.

[WIDGET_SUMMARY]
• Ukraina mengembangkan sistem komunikasi satelit mirip Starlink
• Rencana peluncuran 120 satelit pada 2027 menggunakan roket SpaceX
• Perusahaan Ukraina Stetman mengembangkan unit komunikasi orbital
• Respons terhadap program Rassvet Rusia yang gagal capai orbit
• Zelensky minta akses Starlink untuk serangan terhadap Rusia
• Kekhawatiran China akan bagikan teknologi ke Rusia

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.