Grafis otak AI dengan celengan dan koin untuk teknologi keuangan cerdas

80% Investor Gen Z Gunakan AI untuk Panduan Investasi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Studi Opinium ungkap 80% investor Gen Z gunakan AI untuk panduan investasi
  • 58% investor Gen Z bersedia menggunakan AI untuk memutuskan alokasi dana
  • Gen Z jauh di depan Baby Boomers (17%) dan Gen X (47%) dalam adopsi AI
  • 43% pengguna mulai menggunakan AI karena gratis, 41% karena kecepatan
  • Hanya 29% investor Gen Z tidak percaya informasi AI, vs 49% semua usia
  • 38% investor perempuan lebih nyaman bertanya AI dibanding manusia
  • Transparansi dan verifikasi tetap menjadi kunci kepercayaan pengguna

Telset.id – Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa 80% investor Generasi Z kini menggunakan kecerdasan buatan (AI) sebagai panduan investasi, angka yang jauh melampaui generasi lainnya. Temuan ini menandai pergeseran signifikan dalam cara generasi muda mengelola keuangan mereka.

Data dari Opinium menunjukkan bahwa investor Gen Z menggunakan AI tidak hanya untuk tujuan edukasi, seperti menjelaskan terminologi atau meneliti investasi, tetapi juga dalam pengambilan keputusan aktual. Lebih dari separuh (58%) investor Gen Z bahkan menyatakan akan menggunakan AI untuk memutuskan di mana menginvestasikan uang mereka.

Angka ini menempatkan Gen Z jauh di depan generasi Baby Boomers (17%) dan Gen X (47%) dalam hal adopsi AI untuk keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa AI telah menjadi alat utama bagi generasi muda dalam memulai perjalanan investasi mereka.

Studi ini juga mengungkapkan kesenjangan kepercayaan antargenerasi. Hanya 29% investor Gen Z yang tidak mempercayai informasi yang dihasilkan AI, dibandingkan dengan 49% di semua kelompok usia. Menariknya, kepercayaan justru meningkat setelah pengguna merasakan pengalaman menggunakan AI, dengan 72% pengguna menyatakan percaya pada teknologi tersebut.

Data juga mengindikasikan bahwa AI telah membuat investasi lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang. Sebanyak 43% responden mengatakan mereka mulai menggunakan alat AI karena gratis, dan 41% menghargai kecepatan serta kemudahannya. Lebih dari sepertiga (38%) investor perempuan merasa lebih nyaman bertanya pada AI dibandingkan manusia, dibandingkan dengan 27% investor pria.

Artificial intelligence AI brain graphic with piggy bank and coins for smart financial technology

Opinium mencatat bahwa chatbot AI dapat membantu mengurangi rasa malu yang terkait dengan pemula yang mengajukan pertanyaan dasar. Fenomena ini menjadi salah satu faktor pendorong demokratisasi akses terhadap informasi investasi.

Namun, ketika menyangkut kepercayaan pada mesin untuk keputusan keuangan, pengguna tetap menuntut tingkat kepercayaan yang tinggi. Langkah-langkah membangun kepercayaan yang paling sering disebutkan termasuk mencari bukti bahwa informasi tersebut akurat dan terkini (28%), memeriksa silang dengan data di tempat lain (25%), dan transparansi tentang sumber yang digunakan (23%).

“Kepercayaan masih bergantung pada transparansi,” tulis Associate Director Opinium James Nicandrou. “Investor ingin tahu bahwa informasi tersebut akurat dan mudah diverifikasi. Saat AI semakin banyak digunakan dalam pengambilan keputusan keuangan, perlindungan dan petunjuk yang jelas akan sangat penting untuk membantu orang menggunakan alat ini dengan percaya diri dan bertanggung jawab.”

Studi ini menunjukkan bagaimana generasi muda semakin memulai perjalanan investasi mereka dengan meminta asisten AI untuk menjelaskan konsep dan membandingkan opsi. Namun, kepercayaan dan akuntabilitas yang sama yang diperjuangkan perusahaan ketika mencoba menerapkan AI di seluruh organisasi juga terbukti sama pentingnya bagi pengguna akhir.

Riset Yonder bersama FCA juga menemukan bahwa konsumen semakin menggunakan AI untuk keuangan pribadi. Sebanyak 72% menggunakannya untuk merangkum dan menjelaskan informasi, sementara 61% memintanya untuk menyarankan tindakan atas nama mereka. Riset Freetrade sebelumnya juga mencatat bahwa 91% respondennya kurang percaya diri dalam berinvestasi.

Salah satu saran dari Freetrade adalah meningkatkan edukasi bagi orang dewasa muda, dengan analis senior Dan Lane mencatat bahwa “keuntungan terbesar yang bisa Anda berikan pada investasi Anda adalah waktu.” Dengan tren terbaru yang mengungkapkan bahwa orang dewasa muda mulai memahami investasi berkat AI, aksesibilitas tampaknya meningkat.

Fenomena ini juga memunculkan kekhawatiran baru terkait saham SpaceX dan valuasi pasar teknologi yang mungkin tidak sehat. Para ahli memperingatkan agar investor tetap waspada terhadap informasi yang tidak terverifikasi dari chatbot AI.

Secara keseluruhan, studi ini menyoroti perubahan fundamental dalam lanskap investasi global. Generasi Z tidak lagi bergantung pada penasihat keuangan tradisional, melainkan beralih ke asisten digital yang lebih cepat, murah, dan mudah diakses. Meskipun demikian, kebutuhan akan transparansi dan verifikasi tetap menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan jangka panjang.

Dengan semakin banyaknya startup teknologi yang mengembangkan solusi AI untuk keuangan, seperti yang terlihat dalam Nuxcle Jadi Startup Terbaik, masa depan investasi diprediksi akan semakin terintegrasi dengan kecerdasan buatan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.