📑 Daftar Isi

Ilustrasi AI agent swarm diuji di Minecraft untuk membangun peradaban dan bertarung antar model

AI Agent Swarm Diuji di Minecraft, GPT-6.1 Sol Kalahkan Claude Opus 5.5

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • ycombinator dan Olam Labs menguji AI agent swarm di Minecraft dan sejumlah game mode
  • Tes Civ50 dengan 50 agent GPT-6.1 Sol gagal membangun peradaban yang tumbuh
  • Koloni cenderung birokratis, empat agent habiskan 11 menit urus satu bone meal
  • Bed Wars: 10 GPT-6.1 Sol vs 10 Claude Opus 5.5, GPT lebih agresif, Claude defensif
  • Mindustry: GPT menang 6-1 atas Claude dalam 7 game
  • GPT bertindak seperti hive, Claude pakai pemimpin tunggal dengan keputusan demokratis
  • Swarm bersifat open source untuk pengujian lanjutan

Telset.id – Peneliti AI dari ycombinator dan Olam Labs baru saja menguji AI agent swarm dalam skenario gaming. Minecraft dan sejumlah game mode-nya menjadi sandbox tempat ratusan agent dilepas untuk bekerja sama maupun saling berhadapan. Hasilnya, GPT-6.1 Sol keluar sebagai pihak yang lebih dominan saat diadu langsung melawan Claude Opus 5.5.

Pengujian ini bertujuan melihat bagaimana kolaborasi dan konflik di dalam game bisa memberi gambaran soal kasus-kasus nyata yang melibatkan AI agent. Studi tersebut diharapkan membantu pengembang memahami apa yang berjalan baik dan buruk pada kasus AI swarm terkini, sehingga teknologi ini bisa diperbaiki.

Riset ini dibangun di atas pekerjaan dan framework sebelumnya, khususnya repo seperti Mindcraft serta tools scripting di Mineflayer. Blog sumbernya menyebut dua kasus kontras sebagai latar, yakni thousand-agent swarms yang “recently obliterated hundreds of open mathematical problems” dan insiden “extremely dangerous” antara OpenAI dan Hugging Face.

Koloni Civ50 Gagal Tumbuh, Cenderung Birokratis

Rencana pengujian AI swarm pertama bersifat kolaboratif sederhana. Pada fase ini, peneliti menugaskan 50 agent untuk membangun peradaban yang berkembang dalam tiga jam. Tampaknya yang diuji adalah 50 agent GPT-6.1 Sol, tanpa menyertakan agent Claude.

Insight paling menarik dari tes “Civ50” ini adalah koloni berisi 50 agent tersebut tidak pernah benar-benar tumbuh. Setelah malam pertama, zombie menghabisi sejumlah besar agent meski hukumannya kecil. Peneliti mencatat bahwa “many ambitious initial tasks were abandoned”.

Sejak titik itu, para kolonis bertahan dengan hati-hati dan muncul kecenderungan birokratis. Contohnya, “four agents spent 11 minutes appointing a ‘sole fertilizer operator’ for a single piece of bone meal on a single wheat block”. Perilaku AI agent swarm ini, menurut peneliti, “felt similar to patterns seen while working with coding agents”.

Researchers task AI agent swarms to build a thriving civilization

Fenomena agent yang menghabiskan banyak waktu untuk urusan administratif kecil sejalan dengan temuan di lapangan soal penerapan teknologi ini di dunia kerja. Sejumlah organisasi bahkan melaporkan penurunan produktivitas setelah mengadopsi sistem agentic tanpa pengelolaan yang tepat.

Bed Wars dan Mindustry: GPT Lebih Agresif, Claude Lebih Defensif

Berikutnya, peneliti menempatkan AI agent swarm dalam situasi konflik. Pengujian pertama dilakukan di Bed Wars, mode team PvP yang mengharuskan tim menyerang base lawan sekaligus mempertahankan base sendiri. Setup-nya adalah 10 GPT-6.1 Sol melawan 10 agent Claude Opus 5.5.

“GPT agents came up with much more aggressive and elaborate strategies,” catat peneliti. Sementara itu, Claude tampil lebih defensif. Perbedaan juga terlihat dalam cara kedua tim menangani masalah.

“A tool bug stopped block-breaking. GPT diagnosed it and shared workarounds; several Claudes concluded breaking was impossible.” Perbedaan respons terhadap bug yang sama ini menunjukkan cara masing-masing model menyimpulkan kondisi teknis di lapangan.

Terakhir, para agent diuji di Mindustry, semacam game combat RTS ringan dengan mode tower defense di Minecraft. “The GPTs won 6-1 against the Claudes in the 7 games,” sebuah hasil yang positif bagi agent buatan OpenAI tersebut.

Peneliti menyimpulkan bahwa GPT bertindak lebih seperti satu hive atau sarang, sementara Claude memiliki satu pemimpin dengan proses keputusan bergaya demokratis. Di Mindustry, pola hive tersebut menjadi fondasi strategi yang lebih konsisten menang.

Perbedaan karakter antar model ini menjadi relevan bagi organisasi yang memilih model untuk kebutuhan operasional. Beberapa institusi sudah mulai membatasi interaksi sensitif dengan agent, seperti langkah Bank of America yang melarang nasabah membagikan password ke AI agent.

Swarm ini bersifat open source sehingga siapa pun bisa menjalankannya sendiri jika tertarik melakukan tweaking dan pengujian. Blog sumbernya ditutup dengan sejumlah pertanyaan terbuka yang bisa diuji langsung, menawarkan arah untuk investigasi lebih lanjut. Salah satu sarannya adalah membandingkan campuran model berbeda dan variasi ukuran AI agent swarm di Minecraft untuk menarik kesimpulan yang lebih bernilai.

Di sisi lain, eksperimen agent di sektor lain juga terus berjalan, termasuk upaya AI Agent Exin Therapeutics yang sukses melakukan operasi otak tikus dan memilih obat sendiri.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.