📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Apple dan antarmuka macOS dengan ikon izin Full Disk Access untuk AI agents

Apple Perketat Full Disk Access macOS Buntut Risiko AI Agents

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple membatasi Full Disk Access di macOS karena risiko AI agents
  • Sejumlah pengembang dinilai ekspos file, pesan, hingga riwayat browsing tanpa pemahaman pengguna
  • Kontrol baru hanya izinkan akses lewat tindakan pengguna sangat eksplisit
  • Muncul setelah laporan Muse Meta baca pesan pribadi, yang dibantah Meta
  • Apple belum sebut kapan pembaruan diluncurkan

Telset.id – Apple mengumumkan pembatasan baru pada fitur Full Disk Access di macOS sebagai respons terhadap risiko yang ditimbulkan oleh AI agents. Perusahaan menyatakan bahwa sejumlah pengembang memanfaatkan izin sistem menyeluruh ini dengan cara yang dapat membahayakan pengguna, termasuk mengekspos file, email, pesan, hingga riwayat penjelajahan tanpa sepengetahuan dan pemahaman penuh pemilik perangkat.

Langkah ini diambil Apple setelah muncul laporan seorang jurnalis yang mengklaim aplikasi Muse milik Meta di Mac membaca pesan pribadinya, meski ia merasa tidak pernah memberikan izin. Meta membantah klaim tersebut. Terlepas dari sengketa itu, Apple menegaskan bahwa pihaknya akan menghadirkan kontrol tambahan agar pengguna yang benar-benar ingin memberikan akses luar biasa ini hanya bisa melakukannya melalui tindakan pengguna yang sangat eksplisit.

Full Disk Access sendiri merupakan izin pada macOS yang memberi sebuah aplikasi akses ke seluruh sistem pengguna. Apple menjelaskan fitur ini pada dasarnya diciptakan untuk membuat aplikasi pencadangan alias backup dapat berfungsi dengan benar di Mac, dan “sebagian besar menghindari” kontrol privasi yang disediakan bagi pengguna.

Risiko AI Agents yang Makin Otonom

Dalam pernyataannya, Apple menyoroti bahwa sebagian pengembang menggunakan Full Disk Access dengan cara yang bisa menempatkan pengguna pada risiko. Izin ini membuka seluruh isi sistem, termasuk berkas, surat, pesan, dan bahkan riwayat penjelajahan, tanpa pengetahuan serta pemahaman penuh dari pengguna.

Apple juga menekankan dampak lanjutan bagi aplikasi komunikasi. Menurut perusahaan, pemberian akses semacam ini dapat mengorbankan privasi orang-orang yang berkomunikasi dengan pengguna. Karena itu, Apple menilai penanganan persoalan ini sebagai hal yang krusial.

“Seiring AI agents menjadi semakin mampu dan otonom, risiko yang terkait dengan tingkat akses ini akan tumbuh secara substansial,” tulis Apple. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk memastikan pengguna memahami risiko tersebut sebelum memberikan akses, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai data dan privasi mereka sendiri.

Konteks munculnya kebijakan ini tidak lepas dari maraknya desktop client untuk AI agents seperti OpenClaw, Dots, dan Muse. Aplikasi-aplikasi tersebut kerap mendorong pengguna memberikan Full Disk Access agar agen dapat mengakses berkas, pesan, dan data lain di komputer. Akses ini memang memungkinkan AI agents menyelesaikan lebih banyak jenis tugas, tetapi sekaligus membawa risiko signifikan.

Karena risiko itulah, sebagian orang memilih menjalankan agen pada mesin khusus. Pilihan ini turut mendorong kelangkaan Mac Mini sepanjang tahun ini. Isu Full Disk Access kembali mencuat seiring popularitas agen AI Muse dari Meta. Meski Apple tidak secara spesifik menyebut Muse atau Meta, peringatannya muncul setelah sejumlah pengguna melaporkan bahwa Muse melakukan tindakan yang tidak diinginkan terhadap data mereka.

Jason Aten, kolumnis teknologi dari Inc., menulis bahwa aplikasi Muse untuk Mac mampu mengakses pesannya meski ia mengira telah menolak izin tersebut. Meta merespons dengan menyatakan bahwa jika pesan-pesannya tersinkronisasi, maka ia pasti telah memilih untuk mengaktifkannya. Juru bicara Meta, Andy Stone, menegaskan akses ke Messages sepenuhnya bersifat opt-in. Ia menambahkan bahwa pengguna harus mengaktifkan Full Disk Access sekaligus konektor Messages agar Muse dapat membaca konten pesan mereka.

Kontrol Tambahan dan Waktu Peluncuran

Apple menyatakan akan memperkenalkan kontrol tambahan untuk memastikan pengguna yang benar-benar ingin memberikan tingkat akses luar biasa ini hanya dapat melakukannya melalui tindakan pengguna yang sangat eksplisit. Namun, perusahaan tidak menyebutkan secara pasti kapan pembaruan tersebut akan diluncurkan, maupun detail persis apa yang akan berubah dari pengaturan saat ini.

Keputusan membatasi fitur Mac ini juga muncul setelah laporan Wired yang menyebut adanya celah pada aplikasi ChatGPT untuk Mac yang berpotensi memungkinkan peretas mengakses data sensitif. Rangkaian peristiwa inilah yang memperkuat urgensi pengetatan kontrol akses di sisi sistem operasi.

Laporan mengenai keterkaitan Apple dengan pengembangan fitur berbasis AI sebelumnya juga sempat mencuat, misalnya melalui pembahasan soal kamera smart home yang mengandalkan AI. Di sisi lain, Apple juga tengah menghadapi isu lain pada lini produknya, seperti masalah suara yang dihantui iPhone 18 Pro dan upaya internal perusahaan untuk merampingkan organisasi.

Hingga kini, Apple belum memberikan respons atas permintaan komentar terkait perubahan fitur tersebut. Yang jelas, perusahaan menempatkan pemahaman pengguna sebagai prasyarat sebelum memberikan akses yang begitu luas kepada aplikasi apa pun di Mac.

[END CONTENT]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.