Telset.id – Google resmi meluncurkan fitur Gmail Live AI dalam versi beta, memungkinkan pengguna mencari email di kotak masuk menggunakan suara dengan bantuan asisten Gemini. Fitur ini merupakan bagian dari integrasi AI yang lebih luas ke dalam ekosistem aplikasi Google.
Diumumkan pertama kali pada ajang Google I/O bulan lalu, Gmail Live kini mulai menjangkau pengguna Android dan iOS secara bertahap. Laporan dari 9to5Google mengindikasikan bahwa beberapa pengguna perangkat seluler mungkin sudah melihat ikon baru ini muncul di aplikasi Gmail mereka, sebelum peluncuran penuh kepada pelanggan Google AI Pro dan Ultra yang dijadwalkan pada musim panas tahun ini.
Fitur ini merupakan upaya Google untuk mereplikasi pengalaman menggunakan Gemini Live — percakapan suara langsung dengan chatbot Gemini — ke dalam aplikasi populer seperti Gmail, Docs, dan Drive. Setiap aplikasi akan mendapatkan versi fungsionalitasnya sendiri dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga:
Berdasarkan visual yang dirilis 9toGoogle, ikon Live akan muncul di kolom pencarian Gmail, dengan tombol Gemini yang muncul di sebelahnya. Mengetuk tombol ini akan meluncurkan Gmail Live dalam mode layar penuh, disertai peringatan bahwa fitur ini masih dalam tahap Beta. Pengguna juga akan melihat tombol untuk keluar dari Gmail Live dan kembali ke kotak masuk, serta tombol mute mikrofon.
Dengan fitur ini, pengguna dapat meminta Gemini untuk mencari email berdasarkan perintah suara alami, seperti mencari tanggal perjalanan yang akan datang atau status pesanan yang sedang dikirim. Namun, 9to5Google melaporkan bahwa saat ini masih ada jeda waktu tunggu yang singkat untuk memproses perintah suara tersebut.
Fungsionalitas Live bertenaga Gemini ini tampaknya terus diluncurkan secara bertahap ke berbagai aplikasi Google. Saat ini, pengguna masih menantikan kehadiran Docs Live, yang akan mengubah alur pemikiran pengguna menjadi draf dokumen terstruktur dengan menarik detail dari aplikasi lain atas izin pengguna.
Sementara itu, Keep Live membawa fitur serupa ke aplikasi catatan Google, dan Android Authority telah melihat fitur tersebut sudah aktif di lapangan. Perlu diingat bahwa semua fitur ini pada awalnya akan eksklusif untuk pelanggan Google AI Pro dan Ultra, sementara pelanggan bisnis Google Workspace dapat mengujinya dalam pratinjau.
Integrasi AI semacam ini menunjukkan komitmen Google untuk menemukan cara baru agar AI dapat menghemat waktu pengguna dari tugas-tugas yang melelahkan, seperti mengetik kata kunci secara manual di kotak pencarian Gmail. Inovasi ini juga sejalan dengan pengembangan lain di ekosistem Google, termasuk optimasi instal aplikasi di Android melalui Google Play Store v52.1 yang baru dirilis.
Selain itu, Google juga terlibat dalam pengembangan standar wireless charging 50W universal bersama Apple dan Xiaomi, menunjukkan ekspansi perusahaan di berbagai sektor teknologi. Di sisi lain, perusahaan juga sedang menyiapkan widget streak belajar bahasa untuk Google Translate yang akan ditempatkan di layar utama perangkat.
Kehadiran Gmail Live AI dalam versi beta ini menandai langkah signifikan Google dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam layanan produktivitas sehari-hari. Dengan kemampuan mencari email menggunakan suara dan bahasa alami, fitur ini berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan kotak masuk mereka, menjadikannya lebih efisien dan intuitif.
Bagi pengguna yang kebetulan menjadi subjek uji coba, mereka akan melihat ikon Live muncul di kolom pencarian, dengan tombol Gemini muncul di sebelahnya. Antarmuka ini dirancang untuk memberikan akses cepat dan mudah ke fungsionalitas pencarian suara, tanpa perlu navigasi yang rumit.
Meskipun masih dalam tahap beta, fitur ini menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pengguna. Kemampuan untuk mencari email dengan perintah suara alami seperti “cari tiket penerbangan bulan depan” atau “di mana pesanan saya?” dapat menghemat waktu yang signifikan dibandingkan dengan pencarian manual menggunakan kata kunci.
Google Workspace business customers akan dapat menguji fitur ini dalam preview, sementara pelanggan individu dari Google AI Pro dan Ultra akan mendapatkan akses eksklusif pada awalnya. Strategi peluncuran bertahap ini memungkinkan Google untuk mengumpulkan umpan balik dan melakukan penyempurnaan sebelum peluncuran yang lebih luas.
Dengan terus berkembangnya ekosistem AI Google, pengguna dapat mengharapkan lebih banyak integrasi serupa di masa depan, menjadikan aplikasi sehari-hari lebih cerdas dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.





Komentar
Belum ada komentar.