Telset.id – Google, Met Office, dan Pemerintah Inggris meluncurkan Operation Blue Skies, proyek senilai £5 juta untuk menguji kemampuan AI dalam mengurangi atau menghilangkan kontrail dari pesawat. Proyek ini menargetkan koridor Atlantik Utara dan berpotensi menjadi prosedur operasional standar penerbangan jika berhasil.
Kontrail terbentuk ketika gas buang mesin pesawat mengenai udara dingin di ketinggian, menciptakan kristal es. Jejak uap air ini diyakini berkontribusi terhadap perubahan iklim, dengan pemanasan kontrail bertanggung jawab atas sekitar 33 persen dari total pemanasan iklim akibat penerbangan.
Kolaborasi Lima Pihak dalam Operation Blue Skies
Operation Blue Skies melibatkan konsorsium yang terdiri dari Google, Met Office, Pemerintah Inggris, NATS (sebelumnya National Air Traffic Services), Universitas Cambridge, dan Imperial College London. Proyek ini bertujuan mengurangi kontrail dari pesawat yang terbang dari Eropa menuju Amerika Serikat dan Kanada dengan mengalihkan rute di sekitar area udara dingin.
Google berkontribusi menyediakan model AI, machine learning, dan pencitraan satelit secara pro bono dengan nilai estimasi £1,4 juta. Sementara itu, NATS mengawasi aspek keamanan dan manajemen wilayah udara, sedangkan institusi pendidikan mengevaluasi hasil dan memverifikasi data secara independen. Met Office mengembangkan prakiraan kontrail baru beserta data meteorologi, dan situs Contrails.org merancang parameter uji coba serta menangani penilaian prakiraan.
Pendanaan proyek berasal dari Departemen Transportasi pemerintah Inggris melalui Aerospace Technology Institute (ATI), Departemen Bisnis, Inovasi, Sains, dan Perdagangan (BIST), serta Innovate UK di bawah Program ATI.

“Operation Blue Skies bertujuan menunjukkan bahwa mengatasi tantangan kontrail secara operasional itu praktis,” ujar Google. “Memberikan cetak biru tervalidasi untuk bagaimana wilayah udara kita dapat dikelola guna mengurangi dampak iklim penerbangan secara drastis.”
Proyek ini bukan yang pertama dari jenisnya, karena Google sebelumnya bekerja sama dengan American Airlines dalam proyek serupa. Namun, Operation Blue Skies menjadi proyek pertama yang didukung pendanaan pemerintah.
Baca Juga:
Fokus Uji Coba di Zona Shanwick Oceanic
Proyek ini akan berfokus pada bagian timur koridor Atlantik Utara, tepatnya di Zona Shanwick Oceanic, tempat sekitar 5 persen pemanasan kontrail global terjadi. Uji coba berlangsung selama 30 bulan dengan dua periode operasional masing-masing empat bulan, mengamati 10.000 penerbangan. Sebagian pesawat akan diberikan sedikit perubahan jalur untuk mengurangi perjalanan melalui wilayah udara yang sensitif terhadap kontrail.
Dr. Paul Hodgson, pimpinan teknis Google untuk operasi ini, menyatakan kepada BBC, “Kami memperkirakan pemanasan kontrail bertanggung jawab atas sekitar sepertiga dari seluruh pemanasan iklim penerbangan. Penalti CO2 berada pada urutan kurang dari 1 persen dibandingkan biaya kontrail, yang memiliki magnitudo serupa dengan seluruh CO2 dari penerbangan.”
Uji coba formal Operation Blue Skies akan dimulai pada musim dingin 2026-2027, dengan periode uji coba kedua pada musim dingin 2027-2028. Jika berhasil, temuan dari proyek ini dapat menjadi prosedur operasional standar selama penerbangan.
Bagi pengguna teknologi yang tertarik mengikuti perkembangan terkini dari Google, informasi mengenai pengaturan feed discovery dan perbaikan bug Android Auto juga dapat menjadi referensi tambahan.





Komentar
Belum ada komentar.