📑 Daftar Isi

Meta Muse Charm: Perangkat AI Wearable Baru Zuckerberg Rilis Akhir Tahun

Meta Muse Charm: Perangkat AI Wearable Baru Zuckerberg Rilis Akhir Tahun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Meta resmi memperkenalkan perangkat keras khusus untuk agen AI Muse, bernama Muse Charm, di panggung Meta Connect. Perangkat berbentuk kotak kecil dengan layar ini menjadi kategori wearable AI baru bagi Meta dan ditargetkan siap dikirim “tepat waktu untuk liburan di bulan Desember”. Namun, CEO Meta Mark Zuckerberg mengungkapkan bahwa perusahaan baru membangun beberapa unit saja sejauh ini.

Muse Charm diperkenalkan Zuckerberg sebagai momen “one more thing” di akhir presentasi Meta Connect. Perangkat ini tampil seperti smartwatch tebal tanpa tali—hanya layar besar dengan lanyard kecil untuk membawanya. Zuckerberg menyebut bahwa pengguna tidak perlu membuka kunci ponsel atau membuka aplikasi untuk menggunakan Charm, meski ia tidak menjelaskan bagaimana perangkat tersebut terhubung ke server Meta.

Perangkat ini dilengkapi sensor sidik jari di sudut kanan atas yang dapat ditekan untuk mengaktifkan dan mulai berbicara dengan agen AI. Terdapat kamera kecil pada perangkat, serta setidaknya tiga lubang untuk mikrofon di bagian depan. Beberapa laporan menyebut perangkat ini memiliki layar sentuh, kemungkinan OLED atau AMOLED, dengan bezel hitam yang lebih tebal.

Muse Charm: Avatar Digital dan Kemampuan Agen AI

Layar Muse Charm menampilkan avatar animasi kecil yang dapat diganti sebagai representasi visual Muse. Agen Muse, yang kini diwujudkan oleh avatar digital bernama Jolly, hidup di dalam totem seukuran telapak tangan yang dapat dibawa di saku atau ditempelkan ke gantungan kunci. Zuckerberg mengatakan Meta “mengemas seluruh pengalaman Muse, termasuk stack suara real-time dan avatar, ke dalam sesuatu yang pas di gantungan kunci dan selalu tersedia untuk diajak bicara”.

Dalam demo tersebut, Zuckerberg menunjukkan bagaimana pengguna hanya perlu mengetuk sensor sidik jari di sudut untuk mulai berinteraksi dengan AI. “Anda cukup mengetuk di sini pada sensor sidik jari di sudut, dan Anda bisa mulai berbicara tanpa harus membuka kunci ponsel atau membuka aplikasi,” ujarnya. Ia menambahkan, “Jadi jika Anda tidak memakai kacamata, ini akan menjadi cara tercepat untuk berbicara dengan Muse Anda dan menunjukkan apa yang terjadi di sekitar Anda.”

Muse sendiri baru berusia kurang dari sebulan, tetapi agen AI ini sudah menjadi produk baru yang ramai diperbincangkan bagi Meta. Bot ini mampu melakukan tindakan atas nama pengguna, dan Zuckerberg mendedikasikan sebagian dari keynote malam itu untuk kemampuan baru yang ditambahkan Meta ke agen tersebut, termasuk penggunaan komputer di Mac dan kontrol atas alamat email. Meta juga mengumumkan bahwa Muse akan hadir di Meta Glasses, memberikan kemampuan multimodal baik suara maupun melihat dunia di sekitar pengguna, serta aplikasi Muse untuk macOS yang akan mendapatkan kemampuan computer use.

Menariknya, Muse Charm tidak tampak bersifat multimodal dan dilaporkan tidak memiliki kamera, berbeda dengan pendekatan perangkat lain. Ini menjadikannya perangkat wearable AI yang berbeda dari kacamata, fokus sepenuhnya pada kemampuan Muse dan peta jalan masa depannya. Zuckerberg juga sempat menggoda perangkat ini dengan referensi ke eksterior tembus pandang yang memungkinkan pengguna melihat bagian dalam gadget, yang ia sebut sebagai “estetika hacker yang ditingkatkan”.

Persaingan Hardware AI dan Rencana Peluncuran

Muse Charm hadir di tengah persaingan banyak perusahaan yang berlomba memenangkan ranah hardware AI yang masih belum terdefinisi dan sebagian besar masih eksperimental. Analog terdekat dengan Muse Charm mungkin adalah Rabbit R1, perangkat mungil serupa yang menampung agen AI, yang dinilai tidak cukup mumpuni untuk membuat produk tersebut layak dibawa. Meta Connect menjadi pengingat betapa besarnya keinginan Meta untuk memenangkan perlombaan menuju platform hardware besar berikutnya.

Zuckerberg menyebut timnya harus “menyelesaikan tata letak komponen” dan berjanji perangkat akan “siap dikirim tepat waktu untuk liburan di bulan Desember”. Perusahaan masih perlu menyelesaikan “material finishing”, dan ia berjanji akan berbagi lebih banyak detail “segera”. Meta juga tengah mempercepat langkah untuk melihat apakah Muse sebagai perangkat dapat bertahan di pasar.

Perangkat ini memiliki nuansa quasi-Tamagotchi—perangkat ringan penuh kepribadian yang dirancang agar pengguna selalu terhubung dengan software Meta. Ini juga terasa seperti cara berisiko rendah bagi raksasa media sosial tersebut untuk bereksperimen dengan wearable AI sekaligus menawarkan cara lain untuk mendistribusikan agen AI-nya ke masyarakat luas. Muse Charm menjadi kategori perangkat yang benar-benar baru bagi Meta, berbeda dari kacamata, dan fokus sepenuhnya pada kemampuan Muse.

Selain Muse Charm, Meta Connect 26 juga menghadirkan Meta VR Glasses dan Meta Ray-Ban Audio. Peluncuran Muse di kacamata AI menjadi salah satu sorotan, dengan kemampuan multimodal yang memungkinkan AI melihat dunia di sekitar pengguna. Sementara itu, aplikasi Muse untuk macOS akan mendapatkan computer use yang memungkinkan AI untuk menyelesaikan tugas atas nama pengguna.

Meski demikian, belum jelas apakah Muse Charm akan mengikuti jejak Rabbit R1 dan Humane AI Pin yang gagal, atau justru berhasil. Muse sendiri sudah terbukti kuat sebagai asisten AI pribadi yang hanya berbasis software dan sangat dapat dikustomisasi. Mengemasnya menjadi wearable, dengan harapan harga yang terjangkau—mungkin lebih murah dari kacamata—bisa menjadi paket yang menang. Namun, hingga saat ini, Meta baru membangun beberapa unit saja dan masih harus menyelesaikan komponen serta desain Muse Charm.

Meta belum mengungkap harga Muse Charm, spesifikasi lengkap, atau tanggal peluncuran pasti selain target “liburan di bulan Desember”. Perusahaan juga belum menjelaskan bagaimana perangkat terhubung ke server Meta. Zuckerberg hanya berjanji akan berbagi lebih banyak detail tentang perangkat ini dalam waktu dekat.

Bagi Meta, Muse Charm adalah langkah cepat untuk menguji apakah Muse sebagai perangkat fisik dapat bertahan. Dengan popularitas Muse yang sudah terbangun sebagai produk software, kehadiran perangkat keras ini menjadi cara Meta memperluas jangkauan agen AI-nya. Namun, kesuksesan Muse Charm masih bergantung pada finalisasi komponen, material finishing, dan apakah pengguna menganggap perangkat ini layak dibawa sehari-hari.

[ META_DESCRIPTION ]
Meta resmi perkenalkan Muse Charm, wearable AI untuk agen Muse. Dijadwalkan rilis liburan Desember, tapi baru beberapa unit yang dibangun.

[ FOCUS_KEYWORD ]
Muse Charm

[ SEO_TITLE ]
Meta Muse Charm: AI Wearable Baru Rilis Desember

[ FEATURED_IMAGE_ALT ]
Meta Muse Charm, perangkat AI wearable dengan layar dan sensor sidik jari di panggung Meta Connect

[ FEATURED_IMAGE_CAPTION ]
Meta Muse Charm diperkenalkan Mark Zuckerberg di Meta Connect sebagai perangkat wearable untuk agen AI Muse.

[ FEATURED_IMAGE_DESCRIPTION ]
Gambar menunjukkan Meta Muse Charm, perangkat AI wearable berbentuk kotak kecil dengan layar besar dan bezel hitam tebal, dilengkapi sensor sidik jari di sudut kanan atas dan lanyard untuk dibawa. Perangkat ini menampilkan avatar digital Muse di layarnya dan menjadi kategori hardware baru Meta yang ditargetkan rilis pada liburan Desember.

[ SUMMARY ]
• Meta perkenalkan Muse Charm, wearable AI untuk agen Muse, di Meta Connect
• Berbentuk kotak kecil dengan layar, sensor sidik jari, dan lanyard, tanpa kamera
• Layar menampilkan avatar digital Jolly sebagai representasi Muse
• Target rilis liburan Desember, tapi baru beberapa unit dibangun
• Belum ada harga, spesifikasi lengkap, atau tanggal pasti peluncuran

[ RELEVANCE ]
Kalau kamu follower tren industri AI wearable, Muse Charm jadi sinyal penting arah hardware Meta sebelum rilis Desember.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.