📑 Daftar Isi

Logo Nvidia dan MediaTek dalam kemitraan strategis untuk platform AI NVLink Fusion

Nvidia Investasi Rp56 Triliun di MediaTek untuk Ekspansi AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Nvidia investasi US$3,5 miliar di MediaTek melalui obligasi konversi untuk ekspansi kemitraan AI
  • MediaTek mengadopsi platform NVLink Fusion untuk akselerator AI kustom, sistem AI lokal, dan platform otomotif
  • NVLink Fusion mencakup chiplet koneksi XPU, NVLink-C2C, dan Nvidia NVHBM untuk konfigurasi memori kustom
  • Kolaborasi diperluas ke prosesor RTX Spark dan DGX Spark untuk sistem klien dan workstation enterprise
  • Kerja sama otomotif multi-generasi berlanjut dengan platform Dimensity Auto dan Nvidia Drive AGX
  • Strategi Nvidia untuk mengamankan posisi di pasar akselerator AI kustom yang berkembang pesat
  • Jensen Huang menegaskan komitmen membangun platform komputasi akselerasi untuk pasar baru

Telset.id – Nvidia resmi mengumumkan investasi senilai US$3,5 miliar atau sekitar Rp56 triliun melalui pembelian obligasi konversi yang diterbitkan MediaTek. Kesepakatan ini menandai ekspansi besar-besaran kemitraan kedua perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI), di mana MediaTek akan mengadopsi platform NVLink Fusion untuk akselerator AI kustom, sistem AI lokal, dan platform otomotif.

Langkah strategis ini menjadikan Nvidia sebagai pemain kunci dalam ekosistem akselerator AI kustom yang sedang berkembang pesat. Dengan adopsi NVLink Fusion oleh MediaTek, perusahaan desain chip asal Taiwan tersebut kini dapat merancang akselerator untuk platform rack-scale yang sepenuhnya dikembangkan Nvidia. Di sisi lain, Nvidia mendapatkan porsi pasar yang semakin besar dari tren akselerator AI kustom yang digandrungi banyak perusahaan teknologi besar.

Nvidia, MediaTek

Sebagai pemasok akselerator AI terbesar di dunia, Nvidia sebenarnya tidak memiliki pesaing langsung dengan ukuran sebanding. Namun, fenomena akselerator AI kustom yang semakin meluas memaksa Nvidia untuk melakukan lindung nilai terhadap kebangkitan solusi khusus tersebut. Perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California ini perlu memastikan pasar yang dapat dijangkau tetap berkembang meski tidak memenangkan setiap desain akselerator.

Salah satu cara yang ditempuh Nvidia adalah menyebarkan platform NVLink Fusion melampaui produk-produknya sendiri dan mempopulerkannya di kalangan pengguna perangkat keras kustom. Kesepakatan dengan MediaTek ditujukan tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

Strategi Nvidia Menghadapi Tren Akselerator AI Kustom

Sejumlah raksasa teknologi seperti AWS, Google, Meta, Microsoft, dan kini OpenAI sedang mengembangkan akselerator AI mereka sendiri. Langkah ini sebagian besar bertujuan mengurangi ketergantungan pada GPU komersial yang harganya mahal. Nvidia tidak dapat sepenuhnya mencegah tren ini, sehingga NVLink Fusion menjadi strategi alternatif yang cerdas.

Melalui pendekatan ini, jika pelanggan mengganti sebagian GPU Nvidia dengan XPU (prosesor kustom) mereka sendiri, Nvidia tetap ingin XPU tersebut terhubung menggunakan NVLink, dipasangkan dengan CPU Nvidia yang sesuai, dan dioperasikan dalam arsitektur jaringan serta rack buatan Nvidia. Dengan pengaturan baru ini, pelanggan dapat membawa arsitektur XPU ke MediaTek, kemudian MediaTek dan Nvidia akan memasok sebagian besar teknologi di sekitar mesin komputasi utama.

MediaTek akan menggunakan NVLink Fusion sebagai fondasi untuk akselerator kustom yang dapat berevolusi seiring arsitektur Nvidia di masa depan. Platform ini mencakup beberapa komponen penting:

  • Chiplet NVLink Fusion yang menghubungkan XPU kustom ke fabric scale-up NVLink milik Nvidia menggunakan interkoneksi elektrik atau fotonik
  • NVLink-C2C yang menyediakan koneksi bandwidth tinggi dan hemat energi antara XPU, CPU Nvidia Rosa, dan prosesor kompatibel lainnya
  • Nvidia NVHBM yang memungkinkan konfigurasi memori kustom dan menyediakan lebih banyak area silikon untuk komputasi

Dengan menggunakan platform NVLink Fusion untuk akselerator AI kustom, calon pelanggan MediaTek dapat fokus pada arsitektur komputasi yang terdiferensiasi. Sementara itu, Nvidia dan MediaTek menyediakan konektivitas, arsitektur memori, pengemasan, manufaktur, dan teknologi tingkat rack. Pada dasarnya, pelanggan MediaTek akan mendapatkan platform rack-scale yang sudah dikembangkan sebelumnya untuk akselerator AI kustom mereka, sesuatu yang tidak dapat diperoleh di tempat lain.

Kecenderungan Nvidia untuk memasok platform infrastruktur AI, bukan sekadar akselerator AI, membuat kesepakatan dengan MediaTek ini selaras sempurna dengan strategi perusahaan. Perlu dicatat bahwa meskipun hyperscaler seperti AWS, Google, atau Microsoft dapat mengembangkan solusi rack-scale mereka sendiri, perusahaan-perusahaan kecil hampir tidak memiliki sumber daya untuk mengembangkan seluruh mesin rack-scale menggunakan komponen yang tersedia di pasaran.

Jensen Huang, pendiri dan CEO Nvidia, memberikan pernyataan resmi terkait kemitraan ini: “MediaTek adalah salah satu perusahaan semikonduktor terhebat di dunia, dengan keahlian luar biasa dalam desain system-on-chip, konektivitas, performa terdepan, dan efisiensi daya. Bersama-sama, kami membangun platform yang menghadirkan komputasi akselerasi Nvidia ke pasar baru dan memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk menciptakan sistem AI yang terdiferensiasi dalam skala besar.”

Ekspansi Kolaborasi di Bidang AI Lokal dan Otomotif

Selain investasi dan adopsi NVLink Fusion, kedua perusahaan juga memperluas kerja sama mereka di bidang komputasi AI lokal. MediaTek sebelumnya telah berkolaborasi dengan Nvidia pada Superchip GB10 Grace Blackwell yang menjadi tenaga penggerak DGX Spark. Kolaborasi tersebut dinilai positif, sehingga Nvidia dan MediaTek kini berencana bekerja sama pada beberapa generasi prosesor RTX Spark dan DGX Spark untuk sistem klien, superkomputer pengembang AI, dan workstation enterprise.

Di sektor otomotif, Nvidia dan MediaTek akan melanjutkan kolaborasi multi-generasi mereka. Platform Dimensity Auto dari MediaTek mengintegrasikan teknologi AI Nvidia dan grafis RTX untuk kokpit kendaraan cerdas. Platform ini juga dapat beroperasi berdampingan dengan Nvidia Drive AGX. Generasi masa depan akan terus menggabungkan keahlian SoC otomotif MediaTek dengan komputasi akselerasi, AI, grafis, dan teknologi perangkat lunak Nvidia untuk membangun kendaraan yang lebih canggih, berbasis perangkat lunak, dan didukung AI.

Kemitraan strategis ini menunjukkan bagaimana Nvidia berupaya memperluas pengaruhnya di ekosistem AI yang semakin kompleks. Dengan mengamankan posisi di pasar akselerator kustom melalui MediaTek, Nvidia memastikan teknologinya tetap relevan bahkan ketika pelanggan memilih untuk mengembangkan solusi mereka sendiri. Bagi MediaTek, kesepakatan ini membuka akses ke teknologi platform rack-scale kelas dunia yang sulit ditandingi pesaing.

Investasi Nvidia di MediaTek juga mencerminkan tren lebih luas di industri semikonduktor, di mana perusahaan-perusahaan besar saling bermitra untuk memperkuat posisi di pasar AI yang bernilai triliunan dolar. Langkah ini sejalan dengan berbagai inisiatif Nvidia lainnya, termasuk upaya perusahaan dalam menjaga hubungan dengan para pemangku kepentingan di tengah dinamika industri yang cepat berubah.

Kesepakatan antara Nvidia dan MediaTek diperkirakan akan mempercepat adopsi AI di berbagai segmen pasar. Dengan menyediakan platform yang lebih terjangkau dan mudah diakses bagi perusahaan yang ingin mengembangkan akselerator kustom, kolaborasi ini berpotensi mendemokratisasi pengembangan infrastruktur AI. Perusahaan-perusahaan menengah yang sebelumnya kesulitan membangun sistem AI berskala besar kini memiliki jalur yang lebih jelas melalui kombinasi keahlian MediaTek dan teknologi platform Nvidia.

Bagi industri secara keseluruhan, langkah ini menegaskan bahwa persaingan di pasar AI tidak lagi sekadar tentang siapa yang membuat chip tercepat. Pertarungan kini bergeser ke ekosistem yang lebih luas, mencakup konektivitas, arsitektur memori, dan kemampuan integrasi tingkat sistem. Nvidia tampaknya memahami hal ini dengan baik, dan kemitraan dengan MediaTek adalah bukti nyata dari pemahaman tersebut.

Kedua perusahaan belum mengungkapkan jadwal pasti peluncuran produk pertama yang dihasilkan dari kemitraan yang diperluas ini. Namun, dengan komitmen investasi sebesar US$3,5 miliar dan rencana kolaborasi multi-generasi di berbagai bidang, pasar dapat menantikan inovasi signifikan dalam waktu dekat. Para pengamat industri akan mencermati bagaimana kolaborasi ini memengaruhi lanskap kompetitif di pasar akselerator AI, komputasi lokal, dan kendaraan cerdas.

Ke depan, keberhasilan kemitraan ini akan sangat bergantung pada kemampuan kedua perusahaan dalam mengeksekusi rencana ambisius mereka. MediaTek perlu membuktikan bahwa mereka dapat memanfaatkan teknologi Nvidia secara efektif, sementara Nvidia harus memastikan bahwa platform NVLink Fusion dapat diadopsi secara luas tanpa mengorbankan performa atau kompatibilitas. Jika berhasil, kolaborasi ini bisa menjadi model baru bagi industri semikonduktor dalam menghadapi era komputasi AI yang semakin terspesialisasi.

[TITLE_ENDS]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.