Telset.id – Nvidia tengah bernegosiasi untuk menjamin miliaran dolar pembiayaan utang bagi penyedia AI cloud Nscale guna mendukung data center Anthropic yang direncanakan di West Virginia. Langkah ini menjadi sinyal bagaimana industri AI berupaya keras menjaga rencana pembangunan infrastrukturnya tetap berjalan di tengah kekhawatiran investor soal besarnya dana yang terlibat. Kabar ini pertama kali dilaporkan The Information pada Kamis, lalu dikonfirmasi Bloomberg.
Dalam skema yang disebut residual value guarantee, Nvidia akan mengambil alih fasilitas untuk sementara jika Nscale gagal membayar konstruksi, lalu membantu mencari pembeli dan penyewa baru. Dukungan Nvidia terhadap penyedia cloud sebelumnya umumnya mencakup sewa dan pembelian chip, bukan biaya konstruksi. Jaminan utang Nvidia ini menjadi sorotan karena posisinya sebagai pemasok chip yang sekaligus ikut menanggung risiko finansial proyek pelanggannya.
Nscale sendiri telah menandatangani kontrak senilai US$44,6 miliar atau sekitar Rp744 triliun (asumsi kurs Rp16.680 per dolar AS) untuk gedung pertama proyek tersebut, menurut dokumen IPO Nscale. Nilai kontrak raksasa itu menempatkan Nscale sebagai salah satu pembeli kapasitas AI terbesar, meski perusahaan masih berjuang merealisasikan proyeknya.
Tekanan Finansial di Balik Ambisi Nscale
Taruhannya tinggi bagi Nscale yang tengah berupaya melantai di bursa dengan valuasi hingga US$35 miliar, meski muncul kekhawatiran soal kemampuannya menuntaskan proyek data center ambisius. Kontrak Anthropic dengan Nscale mencakup gedung pertama berkapasitas 460 megawatt di kampus West Virginia, yang diperkirakan memakai chip generasi berikutnya Nvidia, Vera Rubin. Kedua perusahaan juga membahas kesepakatan kedua senilai sekitar US$45 miliar untuk gedung lainnya.
Kendati demikian, Nscale tercatat kesulitan merealisasikan proyeknya. Perusahaan hanya memiliki sekitar 25.000 chip AI canggih yang beroperasi pada Agustus, jauh dari target hampir 500.000 unit yang ingin dipasang. Kampus West Virginia pun menghadapi masalah tersendiri, di mana limpasan dari lokasi konstruksi sempat membanjiri rumah warga sekitar lebih dari sekali. Pada September, setelah negosiasi berbulan-bulan, proyek itu akhirnya meraih sertifikasi negara bagian.
Tekanan eksternal juga datang. Bulan ini, Microsoft menarik diri dari rencana situs Nscale di Inggris setelah pasokan listrik untuk lokasi tersebut baru tersedia pada 2030-an. Situasi ini memperlihatkan bahwa ambisi pembangunan infrastruktur AI tidak selalu berjalan mulus, terutama ketika ketersediaan energi menjadi hambatan utama.
Baca Juga:
Posisi Nvidia dan Tekanan pada Neocloud
Nvidia selama ini menjadi penopang finansial utama sektor ini, dengan mengucurkan sekitar US$170 miliar dalam bentuk investasi dan dukungan kredit kepada neocloud serta pelanggan besar, menurut The Information. Termasuk di dalamnya US$1 miliar pembiayaan konversi yang dikomitmenkan untuk Nscale pada September. Skema jaminan yang diusulkan akan memperdalam ikatan finansial Nvidia dengan Nscale sekaligus membantu mengamankan pelanggan besar bagi chipnya.
Neocloud, yang menyewakan daya komputasi AI tanpa bisnis inti bermodal besar di belakangnya, tengah menghadapi tekanan dari investor. Saham CoreWeave, Nebius, dan IREN masing-masing turun lebih dari 30% pada Oktober hingga pekan lalu, menurut laporan CNBC. Kondisi pasar ini menjelaskan mengapa dukungan Nvidia menjadi krusial bagi keberlangsungan proyek Nscale. Sebelumnya, Nvidia juga sempat menunjukkan komitmen finansial besar terhadap mitra lain, sebagaimana terlihat dalam langkah Investasi Nvidia ke Meta.
Anthropic, salah satu pembeli daya komputasi AI terbesar, telah menyebar belanja infrastrukturnya ke beberapa produsen chip. Seorang investor menyebutkan kepada The Information bahwa keterlibatan Anthropic kemungkinan menjelaskan minat Nvidia menjaga proyek Nscale tetap berjalan. Pembahasan ini juga muncul saat Anthropic menghadapi pertanyaan soal cara membiayai ekspansinya yang cepat.
Perusahaan itu mengajukan diri untuk melantai di bursa pekan ini, tetapi Blackstone telah memperingatkan investor bahwa Anthropic mungkin menerima peringkat kredit di bawah investment grade setelah IPO. Peringkat junk akan menaikkan biaya pinjaman Anthropic dan bisa mendorongnya tetap bergantung pada mitra yang lebih kuat untuk menopang utangnya. Ketergantungan inilah yang membuat peran Nvidia sebagai penjamin menjadi semakin relevan dalam ekosistem pembiayaan AI.
Di sisi lain, lini produk Nvidia terus bergerak ke berbagai perangkat, termasuk ke segmen laptop tangguh lewat GPU Nvidia RTX 5000 Ada yang dibawa DT Research LT365PA. Ekspansi ini menunjukkan bagaimana Nvidia memperluas jejak chip-nya, meski bisnis utamanya tetap bertumpu pada permintaan data center AI.
Skema jaminan utang ini pada akhirnya mencerminkan upaya industri AI menjaga proyek pembangunannya tetap hidup. Bagi Nvidia, menjaga Nscale tetap di jalur berarti mengamankan pelanggan besar bagi chip Vera Rubin. Bagi Nscale, dukungan tersebut menjadi penopang kredibilitas di tengah proses menuju IPO. Sementara bagi Anthropic, keberlanjutan proyek West Virginia menentukan kapasitas komputasi yang mereka butuhkan untuk mendukung ekspansi layanan AI-nya.
[KONTEKS INTERNAL LINK: Artikel ini juga dapat ditautkan ke CEO Nvidia Jensen Huang untuk memperkaya konteks profil perusahaan.]





Komentar
Belum ada komentar.