📑 Daftar Isi

CEO OpenAI Sam Altman saat memberikan pernyataan dalam wawancara mengenai penggunaan RAM di PC rumahan untuk AI lokal

Sam Altman Sebut RAM di PC Rumahan Bikin Alokasi DRAM Global Memburuk

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Sam Altman sebut RAM di PC rumahan untuk AI lokal "quite terrible" dari sisi alokasi global
  • RAM di komputer pribadi hanya terpakai 5% waktu, dinilai merugikan pasokan DRAM terbatas
  • Altman dorong utilisasi maksimum di cloud ketimbang local inference
  • Pernyataan picu kemarahan komunitas PC gaming di Reddit
  • Konteks: harga komponen melonjak, saham Intel anjlok hampir 30 persen

Telset.id – CEO OpenAI Sam Altman menyebut penggunaan RAM di komputer pribadi untuk menjalankan model AI secara lokal sebagai hal yang “quite terrible” atau sangat buruk dari perspektif alokasi global. Pernyataan ini disampaikan Altman dalam wawancara bersama kanal YouTube Cheeky Pint, di tengah kelangkaan pasokan memori dan komponen yang membuat harga DRAM melonjak. Menurut Altman, RAM yang tersedia di dunia seharusnya dimaksimalkan di cloud, bukan tersebar di komputer pribadi yang hanya dipakai sebagian kecil waktunya.

Pernyataan Altman muncul ketika pasar komponen, terutama memori dan penyimpanan, menjadi sangat mahal akibat ledakan AI. Ia menyoroti asumsi banyak orang bahwa model open-source bisa dijalankan sendiri di komputer masing-masing sehingga kebutuhan akan perangkat di data center tidak lagi diperlukan. Altman menilai asumsi itu keliru ketika berbicara soal keterbatasan pasokan global.

Alasan Altman Menolak Local Inference

Dalam wawancara tersebut, Altman menjelaskan bahwa dari sudut pandang alokasi global, memiliki sebagian pasokan DRAM dunia yang terbatas di komputer pribadi dan hanya digunakan 5% dari waktu adalah hal yang merugikan. Ia menegaskan bahwa dalam lingkungan yang sangat terbatas pasokan, utilisasi maksimum di cloud adalah jawaban yang lebih baik. Namun, menurutnya, intuisi banyak orang justru berkebalikan dengan logika tersebut.

Altman juga menyebut bahwa banyak orang menginginkan local inference dan menganggap masalahnya sudah selesai karena akan ada model open-source yang bisa dijalankan di komputer sendiri. Padahal, menurutnya, pendekatan itu tidak menyelesaikan persoalan keterbatasan pasokan memori secara keseluruhan. Ia menilai cloud yang dijalankan hyperscaler seperti OpenAI adalah cara yang lebih tepat untuk memanfaatkan perangkat keras yang tersedia.

Pandangan ini bertalian dengan model bisnis OpenAI yang mengandalkan model closed-source yang berjalan di data center. Meski OpenAI memiliki sejumlah model open-source, bisnis utamanya tetap berada di layanan cloud. Karena itu, gagasan menjalankan model secara lokal di komputer pribadi berpotensi menggerus ketergantungan pada layanan cloud berbayar yang ditawarkan perusahaan. Sebelumnya, Altman juga sempat menyatakan bahwa dunia harus menerima sejumlah dampak buruk demi manfaat teknologi AI.

Reaksi Komunitas PC dan Konteks Kelangkaan Komponen

Pernyataan Altman memicu kemarahan komunitas PC gaming dan tech enthusiast. Di forum Reddit, sejumlah pengguna mengecam sikap tersebut, dengan salah satunya menyebut Altman sebagai “self-centered POS” dan yang lain menilai Altman tidak mampu memahami keinginan orang untuk memiliki komputer sendiri. Ada pula yang berargumen bahwa perusahaan swasta yang berorientasi laba seharusnya tidak mengambil keputusan besar yang memengaruhi mayoritas populasi.

Konteksnya, industri komponen sedang mengalami tekanan besar. Saham pembuat chip AS Intel anjlok hampir 30 persen pada Jumat, penurunan terburuk dalam 52 tahun, yang menurut analis bisa disebabkan melemahnya pasar PC. Harga komponen individual juga melonjak, sementara pembuat PC dilaporkan sudah menerima pemesanan penuh hingga akhir 2030 akibat kelangkaan papan sirkuit. Di sisi lain, Altman menegaskan bahwa dalam kapasitas silikon yang terbatas, dunia memiliki kepentingan bersama untuk memaksimalkan pemanfaatan perangkat keras.

Pernyataan Altman kali ini menambah deretan kontroversi yang melibatkan dirinya. Sebelumnya, ia juga menuai respons panas ketika menyebut bahwa dunia harus menerima sejumlah dampak buruk demi kemajuan AI. Dalam konteks lain, Altman pernah menyoroti kekhawatiran bahwa AI bisa dikuasai oleh segelintir perusahaan besar, sebuah posisi yang kini bersinggungan dengan kritik publik terhadap pernyataannya soal RAM dan cloud.

Bagi pengguna, perdebatan ini menyentuh langsung soal kepemilikan perangkat keras dan perangkat lunak. Kekhawatiran yang muncul adalah kemungkinan pengguna tidak lagi bisa memiliki perangkat sendiri, melainkan menyewa agen dan komputer di cloud. Altman sendiri menegaskan bahwa cloud adalah pilihan yang lebih efisien untuk memanfaatkan kapasitas silikon yang terbatas, sementara komunitas tech enthusiast yang geram terhadap pernyataannya cenderung tidak sependapat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.