📑 Daftar Isi

Ilustrasi akuisisi Listen Labs oleh Salesforce senilai Rp33 triliun di tengah persaingan startup riset berbasis AI

Salesforce Incar Listen Labs Rp33 T, Pendanaan Rp2 T Batal

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Salesforce dikabarkan menjajaki akuisisi Listen Labs sekitar $2 miliar atau Rp33 triliun
  • Listen Labs mundur dari term sheet Seri C senilai $125 juta dengan valuasi $1,5 miliar
  • Menlo Ventures disebut akan memimpin putaran yang akhirnya tidak pernah ditutup
  • Listen Labs punya pendapatan tahunan sekitar $30 juta, tiga kali lebih besar dari Simile
  • Jika gagal, VC memperkirakan Listen Labs menargetkan valuasi $2 miliar atau lebih tinggi

Telset.id – Raksasa CRM Salesforce dikabarkan tengah menjajaki akuisisi terhadap Listen Labs, startup riset pasar yang menggunakan voice AI untuk melakukan wawancara pelanggan, dengan nilai sekitar $2 miliar atau setara Rp33 triliun. Kabar ini muncul setelah Listen Labs dikabarkan mundur dari lembar syarat (term sheet) pendanaan Seri C senilai $125 juta yang telah ditandatangani, sebuah langkah langka di dunia ventura yang umumnya dipandang negatif oleh para VC.

Menurut beberapa orang yang mengetahui permasalahan ini, Listen Labs sebelumnya telah menandatangani term sheet untuk pendanaan Seri C senilai $125 juta dengan valuasi $1,5 miliar, dengan Menlo Ventures disebut akan memimpin putaran tersebut. Namun, putaran itu tidak pernah ditutup dan Listen Labs memilih berjalan pergi dari lembar syarat yang sudah diteken. Sejumlah VC menilai keputusan itu sebagai hal yang jarang terjadi dan umumnya tidak disukai di industri modal ventura.

Penyebabnya diduga kuat adalah pembicaraan akuisisi dengan Salesforce. Raksasa CRM tersebut dikabarkan sempat menggelar pembicaraan untuk membeli Listen Labs dengan nilai sekitar $2 miliar, sebagaimana dilaporkan Business Insider. Meski demikian, diskusi tersebut belum final dan berpotensi tidak menghasilkan kesepakatan.

Listen Labs merupakan salah satu startup terdepan di bidang otomatisasi riset pelanggan berbasis AI, sektor yang tengah tumbuh cepat. Startup berusia tiga tahun ini memiliki pendapatan tahunan sekitar $30 juta, atau sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan Simile, startup pesaing yang memprediksi perilaku manusia, menurut dua orang yang memahami laporan keuangan kedua perusahaan tersebut.

Tekanan Valuasi dan Peta Persaingan

Pada akhir Juli, Simile mengumumkan telah menutup pendanaan Seri B senilai $200 juta dengan valuasi $2 miliar yang dipimpin Greenoaks. Menurut satu sumber, langkah Simile itu kemungkinan menetapkan tolok ukur valuasi baru bagi Listen Labs. Jika pembicaraan dengan Salesforce gagal, beberapa VC yang berbicara kepada TechCrunch memperkirakan Listen Labs akan kembali ke pasar dan menargetkan valuasi $2 miliar atau lebih tinggi.

Meski mengakuisisi Listen Labs dapat memperkuat kemampuan AI Salesforce dengan memanfaatkan AI startup tersebut untuk membantu memprediksi kebutuhan pelanggan, raksasa CRM itu pada akhirnya bisa memutuskan bahwa harga 67 kali kelipatan pendapatan terlalu tinggi. Penilaian itu disampaikan oleh seseorang yang memiliki pengalaman menegosiasikan exit ke Salesforce.

Listen Labs, Salesforce, Menlo Ventures, dan Simile tidak segera merespons permintaan komentar.

Perkembangan ini menjadi sorotan di tengah derasnya adopsi AI di berbagai sektor, termasuk bagaimana AI kini menyentuh lini kerja riset dan pengembangan. Tren serupa terlihat dari langkah industri yang mulai menyiapkan talenta riset AI jangka panjang, seperti yang tergambar dalam upaya target Research Intern di sektor AI global.

Listen Labs didirikan pada 2023 oleh Florian Jüngermann, mantan juara nasional Jerman di bidang pemrograman komputer kompetitif, dan Alfred Wahlforss, yang sebelumnya mendirikan startup kepegawaian bernama Bemlo. Keduanya bertemu saat menempuh gelar master di Harvard.

AI milik Listen Labs menyusun pertanyaan survei dan mewawancarai pelanggan melalui audio atau video. Percakapan yang dihasilkan kemudian dikemas menjadi laporan dan presentasi PowerPoint, serupa dengan yang biasanya diproduksi oleh peneliti pasar manusia.

Perusahaan-perusahaan Fortune 500 mengandalkan riset jenis ini untuk mengukur kebutuhan pelanggan dan kepuasan terhadap merek serta produk mereka. Namun, riset pasar tradisional mahal dan bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk diselesaikan. Teknologi Listen Labs membantu mengurangi waktu dan biaya proyek tersebut, memungkinkan perusahaan memahami dengan cepat bagaimana pelanggan bereaksi terhadap perubahan produk dan melakukan iterasi secara lebih efisien.

Pelanggan startup ini antara lain Microsoft, Canva, Anthropic, dan Sweetgreen.

Listen Labs dan Simile bukan satu-satunya startup yang memanfaatkan AI untuk mengganggu pasar riset pelanggan. Selain Simile, pesaing di ruang ini meliputi Outset, Keplar, dan Aaru. Sebagian platform mengotomatisasi wawancara dengan manusia sungguhan, sementara startup lain seperti Aaru dan Simile mengambil pendekatan sintetis, menggunakan AI untuk menyimulasikan perilaku manusia dan memprediksi respons tanpa mewawancarai siapa pun sama sekali.

Listen Labs sebelumnya dihargai $500 juta ketika mengumumkan putaran Seri B senilai $69 juta pada akhir Januari yang dipimpin Ribbit Capital, dengan partisipasi dari pendukung lama seperti Sequoia, Conviction, dan Pear VC.

Dinamika pendanaan dan akuisisi di sektor AI juga berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan dan privasi teknologi. Sejumlah temuan menunjukkan kerentanan yang terus dipetakan peneliti, termasuk soal bagaimana data lokasi bisa terekspos, seperti yang terungkap dalam kasus data lokasi bocor pada ekosistem Find My Apple.

Dengan valuasi yang telah menembus $500 juta pada awal tahun dan pendapatan tahunan sekitar $30 juta, posisi Listen Labs kini berada di persimpangan antara melanjutkan jalur pendanaan ventura atau menerima tawaran akuisisi dari pemain besar seperti Salesforce. Keputusan yang diambil akan menentukan arah kompetisi di pasar riset pelanggan berbasis AI yang semakin padat oleh pemain lama dan pendatang baru.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.