Telset.id – Spotify berencana mengenakan biaya tambahan sebesar 4 hingga 5 dolar AS per bulan bagi pelanggan Premium yang ingin memakai fitur AI untuk membuat cover dan remix lagu. Layanan berbayar ini ditargetkan meluncur pada kuartal pertama 2027, dengan kemungkinan diperkenalkan sekitar ajang Grammy Awards pada Februari.
Informasi tersebut muncul dari laporan terbaru yang mengutip sumber dengan pengetahuan langsung soal rencana perusahaan. Spotify sendiri menolak berkomentar mengenai besaran harga maupun jadwal peluncuran fitur AI remix ini. Sumber laporan itu juga mengingatkan bahwa baik waktu peluncuran maupun harga yang dipatok belum bersifat final.
Angka 4 hingga 5 dolar AS itu berlaku sebagai add-on alias biaya ekstra di luar langganan Premium yang sudah dibayar pengguna. Sebagai gambaran, paket Premium individu di Amerika Serikat naik menjadi 12,99 dolar AS per bulan pada Februari lalu. Artinya, pengguna yang mengambil add-on ini berpotensi membayar sekitar 17 hingga 18 dolar AS per bulan untuk kedua layanan tersebut.
Remix Buatan Penggemar dan Royalti untuk Artis Asli
Fitur ini memungkinkan pengguna memakai AI untuk membuat versi lagu mereka sendiri. Contohnya mengubah lagu folk menjadi trek dance, atau membuat suara seorang artis seolah membawakan lagu milik artis lain. Royalti dari remix buatan penggemar tersebut akan mengalir ke artis di balik lagu aslinya.
Spotify juga dikabarkan sedang membangun mekanisme agar remix bisa muncul di playlist. Pemutaran remix tersebut akan dihitung ke trek aslinya dalam tangga lagu Spotify. Dengan begitu, karya turunan dari penggemar tetap berkontribusi pada posisi lagu asli di chart.
Rencana ini berakar dari kesepakatan lisensi yang diumumkan Spotify bersama Universal Music Group pada Mei. Saat itu, Spotify menyebut alat AI tersebut akan diluncurkan sebagai add-on berbayar bagi pelanggan Premium, tetapi belum membagikan harga maupun tanggal peluncurannya. Kini gambaran soal keduanya mulai terbentuk.
Baca Juga:
Masih Ada Negosiasi dengan Sony dan Warner Music
Selain Universal Music Group, Spotify telah menandatangani kesepakatan dengan Merlin dan Believe. Namun, Spotify masih bernegosiasi dengan Sony Music dan Warner Music. Perundingan dengan label menjadi kunci karena katalog lagu yang bisa dipakai fitur AI remix bergantung pada izin pemegang hak.
Menarik simpati artis menjadi rintangan tersendiri. Seorang artis tetap bisa memilih untuk keluar dari program ini meskipun labelnya telah menyetujui. Spotify dan Universal dikabarkan telah menggelar pertemuan dengan sejumlah artis secara individual. Bintang-bintang papan atas saat ini disebut lebih sulit diyakinkan dibandingkan sebagian musisi senior.
Wacana fitur berbayar untuk penggemar paling loyal sebenarnya sudah lama beredar. Pada Februari 2025, sebuah laporan menyebut tier Music Pro dari Spotify akan berharga 6 dolar AS lebih mahal dari Premium dan mencakup alat untuk me-remix lagu. Tier tersebut tidak pernah terwujud, dan audio lossless akhirnya hadir di Premium tanpa biaya tambahan.
Bagi pengguna, rencana add-on AI remix ini menandai arah baru monetisasi Spotify di luar langganan standar. Sementara itu, Fitur AI Remix tetap bergantung pada kesepakatan dengan label dan artis sebelum bisa dinikmati pelanggan Premium. Semua angka dan jadwal yang beredar saat ini masih bersifat sementara, menunggu pengumuman resmi dari Spotify.





Komentar
Belum ada komentar.