📑 Daftar Isi

Ilustrasi fitur Scam Alert WhatsApp yang menampilkan peringatan deteksi pesan penipuan

WhatsApp Luncurkan Fitur Scam Alert untuk Deteksi Pesan Penipuan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • WhatsApp meluncurkan fitur Scam Alert dengan machine learning on-device untuk mendeteksi pesan penipuan
  • Fitur ini sedang dalam tahap beta terbatas dan menampilkan peringatan saat chat terindikasi penipuan
  • Pengguna dapat memblokir, melaporkan, atau melanjutkan percakapan setelah melihat peringatan
  • Pengguna bisa menandai chat sebagai tepercaya jika peringatan tidak tepat, dan opt-in membagikan 5 pesan terakhir untuk meningkatkan akurasi
  • Meta memastikan tidak ada konten pesan yang meninggalkan perangkat untuk klasifikasi
  • FTC mencatat korban kehilangan 425 juta dolar AS melalui penipuan WhatsApp pada 2025
  • Sebelumnya Meta juga meluncurkan deteksi penipuan untuk device linking requests di WhatsApp

Telset.id – WhatsApp meluncurkan fitur Scam Alert yang memanfaatkan machine learning di perangkat untuk menandai pesan yang mencurigakan. Fitur ini hadir sebagai respons atas maraknya aktivitas penipuan di platform pesan instan dengan lebih dari 3 miliar pengguna tersebut.

Fitur Scam Alert yang saat ini sedang dalam tahap beta terbatas ini akan menampilkan peringatan kepada pengguna jika ada chat yang terindikasi sebagai percobaan penipuan. Peringatan tersebut hanya terlihat oleh pengguna dan tidak terlihat oleh lawan bicara, sehingga pengguna dapat memutuskan langkah selanjutnya secara mandiri.

Cara Kerja Fitur Scam Alert WhatsApp

Ketika model machine learning mengidentifikasi sebuah pesan sebagai percobaan penipuan, pengguna akan melihat peringatan di dalam chat. Dari sana, pengguna memiliki beberapa opsi: memblokir kontak, melaporkan pesan, atau melanjutkan percakapan. Jika pengguna merasa peringatan tersebut tidak tepat, mereka dapat menandai chat sebagai tepercaya, yang akan menghapus peringatan dan mencegah Scam Alert menandai chat tersebut di masa mendatang.

Pengguna yang menandai chat sebagai tepercaya juga dapat memilih untuk membagikan 5 pesan terakhir yang diterima kepada WhatsApp untuk membantu meningkatkan akurasi fitur ini. Meta menegaskan bahwa “tidak ada konten pesan yang meninggalkan perangkat pengguna untuk klasifikasi” saat fitur deteksi penipuan ini aktif, dan tidak ada yang “dilaporkan otomatis ke WhatsApp, Meta, atau pihak lain mana pun”. Pengguna juga dapat mematikan fitur Scam Alert kapan saja.

Sebelumnya, Meta telah meluncurkan deteksi penipuan untuk permintaan tautan perangkat (device linking requests) di WhatsApp pada awal tahun ini. Langkah ini menunjukkan komitmen Meta dalam menghadirkan berbagai lapisan perlindungan bagi pengguna WhatsApp di tengah meningkatnya kasus penipuan di platform tersebut.

Dampak Penipuan di WhatsApp

WhatsApp menjadi salah satu area terbesar aktivitas penipuan, termasuk transfer kawat (wire transfers) dan penipuan pig butchering. Data dari Federal Trade Commission (FTC) menunjukkan bahwa korban melaporkan kerugian mencapai 425 juta dolar AS melalui penipuan di WhatsApp saja, dari total lebih dari 2,1 miliar dolar AS yang hilang akibat penipuan media sosial pada tahun 2025.

Angka tersebut menggambarkan betapa signifikannya masalah penipuan di platform pesan instan ini. Dengan hadirnya fitur Scam Alert, WhatsApp berupaya memberikan alat tambahan bagi pengguna untuk mengenali dan menghindari potensi penipuan sebelum terjadi kerugian finansial.

Fitur ini juga sejalan dengan upaya Meta secara keseluruhan dalam mengembangkan teknologi keamanan dan AI. Sebelumnya, Meta juga telah menunjukkan komitmennya dalam pengembangan AI melalui berbagai inisiatif, termasuk peluncuran model AI lokal untuk PC dan Mac. Selain itu, Meta juga aktif dalam pengembangan kacamata AI untuk berbagai kebutuhan pengguna.

Kehadiran fitur Scam Alert ini menjadi langkah penting dalam melindungi pengguna WhatsApp dari berbagai modus penipuan yang semakin canggih. Dengan pendekatan on-device machine learning, fitur ini menawarkan privasi yang lebih baik karena proses klasifikasi dilakukan langsung di perangkat pengguna tanpa mengirim data pesan ke server.

Pengguna WhatsApp diharapkan dapat merasakan manfaat fitur ini ketika peluncuran beta selesai dan fitur tersedia secara luas. Meskipun demikian, pengguna tetap perlu waspada dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan kontak yang tidak dikenal, karena tidak ada sistem keamanan yang dapat menggantikan kewaspadaan pengguna itu sendiri.

Fitur Scam Alert menjadi tambahan penting dalam ekosistem keamanan WhatsApp yang terus berkembang. Dengan kombinasi deteksi otomatis dan kontrol pengguna, fitur ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara perlindungan dan privasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.