Telset.id – Apple mengakui bahwa aspek rasio perangkat foldable-nya telah bocor dan memicu peniruan oleh Samsung, Huawei, dan Xiaomi sebelum peluncuran resmi iPhone Duo. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh CEO Apple John Ternus dan kepala pemasaran Greg ‘Joz’ Joswiak dalam wawancara dengan TechRadar dan Tom’s Guide.
Apple memang bukan perusahaan pertama yang mengumumkan ponsel lipat berbentuk paspor tahun ini. Namun, hal itu tidak berarti desainnya tidak ditiru. Joz menyatakan bahwa pihaknya menyadari kebocoran informasi seputar perangkat lipat yang sedang dikembangkan. Ia menyebut bahwa aspek rasio perangkat tersebut justru ikut bocor, dan hal itu memicu sejumlah pihak menilai rasio tersebut menarik.
Yang dimaksud “sejumlah pihak” oleh Joz adalah iPhone Duo, Samsung, Huawei, dan Xiaomi yang lebih dulu mengumumkan perangkat lipat lebar sebelum Apple. Menurut Joz, kebocoran itu membuat kompetitor lebih cepat mengadopsi bentuk serupa. Situasi ini terjadi karena Apple dan para pesaingnya menggunakan pemasok global yang sama, sehingga menjaga kerahasiaan pengembangan produk menjadi sangat sulit.
Baca Juga:
Meski aspek rasio bocor, ada satu elemen yang menurut Joz berhasil dijaga kerahasiaannya, yaitu layar nano-texture lipat yang hanya dimiliki iPhone Duo. Ia mengaku sangat bangga karena fitur tersebut tidak pernah terekspos ke publik. Apple bahkan menambah lapisan keamanan ekstra dan tidak membicarakannya kepada siapa pun.
Kebocoran seputar perangkat lipat Apple memang bukan hal baru. Sebelumnya, informasi mengenai iOS 27 dan lini iPhone terbaru juga sempat beredar lebih dulu. Pola ini menunjukkan bahwa rantai pasokan global yang sama membuat Apple rentan terhadap kebocoran, termasuk untuk produk yang belum resmi diumumkan.
Dalam wawancara tersebut, Ternus menunjukkan antusiasme khas seorang insinyur yang terbiasa bekerja langsung dengan produk. Ia menceritakan interaksi pertamanya dengan prototipe layar iPhone Duo. “Oh ini dia, ini yang saya inginkan,” ujar Ternus sambil tersenyum antusias. Sikapnya disebut sebagai perubahan yang menyegarkan dibandingkan pendekatan Tim Cook yang lebih terukur.
Joz menegaskan bahwa menjaga kerahasiaan layar nano-texture lipat adalah salah satu pencapaian yang paling ia banggakan. Ia menyebut Apple tidak membicarakan fitur tersebut kepada siapa pun dan menambahkan pengamanan ekstra untuk memastikannya tetap rahasia. Langkah ini menunjukkan bahwa Apple berupaya mempertahankan keunggulan kompetitif pada elemen yang dianggap paling penting.
Kisah kebocoran ini juga menyoroti tantangan industri teknologi secara lebih luas. Ketika Apple dan para pesaingnya berbagi pemasok global yang sama, hampir mustahil menjaga kerahasiaan pengembangan produk. Hal ini menjelaskan mengapa Samsung, Huawei, dan Xiaomi bisa lebih dulu mengumumkan perangkat lipat lebar dengan pendekatan serupa.
Bagi pengguna, pengakuan ini memberikan gambaran bahwa inovasi pada perangkat lipat kini bergerak cepat dan sulit dibendung. Perbedaan utama antar merek pun semakin bergantung pada detail teknis seperti layar dan material, bukan sekadar bentuk fisik. Fitur seperti layar nano-texture lipat menjadi pembeda yang Apple pertahankan sebagai keunggulan.
Wawancara lengkap tersebut dinilai layak untuk disimak, terutama untuk melihat bagaimana Ternus memimpin Apple dengan latar belakangnya sebagai insinyur. Antusiasmenya terhadap produk terlihat jelas ketika membahas prototipe layar. Hal ini menegaskan bahwa kepala Apple yang baru adalah sosok yang berorientasi pada produk, seperti pendiri perusahaan yang dikenal eksentrik.
Dengan pengakuan ini, Apple secara tidak langsung mengakui bahwa persaingan di segmen foldable semakin ketat. Kebocoran aspek rasio menjadi bukti bahwa kompetitor mampu bergerak cepat. Namun, Apple tetap menyimpan kartu asnya pada teknologi layar yang tidak terekspos sebelum peluncuran.
[WARN]
“`
[ERROR] Output truncated: response exceeded the maximum output length. Please reduce the length of the article or split it into multiple parts.





Komentar
Belum ada komentar.