📑 Daftar Isi

Gedung kantor pusat Charter Communications

Charter Spectrum Alami Peretasan oleh Kelompok ShinyHunters

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Charter Communications dikonfirmasi mengalami peretasan oleh kelompok ShinyHunters pada April 2026
  • Perusahaan membantah data sensitif seperti informasi pribadi dan CPNI bocor
  • ShinyHunters justru mengklaim mencuri 40 juta catatan data pelanggan
  • Serangan dilakukan melalui voice phishing yang membobol akun karyawan
  • Data yang diklaim dicuri: nama, email, nomor telepon, informasi paket, data CPNI dan tiket dukungan
  • ShinyHunters aktif sejak 2019, pada 2026 telah serang Panera, Aura, ADT, dan kini Charter
  • Disarankan untuk waspada terhadap phishing dan menggunakan perlindungan identitas

Telset.id – Charter Communications, perusahaan broadband besar di Amerika yang menaungi merek Spectrum, mengonfirmasi telah mengalami peretasan data pada April lalu. Insiden ini dilakukan oleh kelompok peretas ShinyHunters yang kini tengah aktif menyerang berbagai perusahaan besar.

Perusahaan tersebut mengonfirmasi kebocoran data ini kepada Tom’s Guide dan menyatakan telah menjalankan protokol keamanan serta memberi tahu otoritas terkait. Meski demikian, Charter bersikeras bahwa tidak ada informasi sensitif yang dicuri.

“Kami mengetahui situasi ini, mengikuti protokol keamanan kami, dan bekerja sama dengan otoritas yang berwenang,” ujar juru bicara Charter. “Tidak ada informasi pribadi sensitif atau data informasi jaringan milik pelanggan yang dieksfiltrasi oleh pelaku ancaman sebagai akibat dari aktivitas terbaru ini.”

Pernyataan Kontradiktif dari Kelompok Peretas

Pernyataan resmi Charter justru bertolak belakang dengan klaim kelompok ShinyHunters. Kelompok tersebut mengaku telah mencuri 40 juta catatan yang berisi informasi pribadi pelanggan rumah dan bisnis.

Menurut laporan BleepingComputer, ShinyHunters membocorkan bahwa mereka berhasil menembus sistem Charter pada 1 April melalui serangan voice phishing yang digunakan untuk membobol akun karyawan. Data yang diklaim dicuri meliputi nama pelanggan, alamat email, nomor telepon, informasi paket, dan beberapa data CPNI. Kelompok tersebut juga mengaku memiliki data tiket dukungan pelanggan.

Perbedaan klaim antara Charter dan ShinyHunters ini menimbulkan ketidakpastian mengenai jumlah data yang benar-benar terekspos. Situasi serupa juga pernah terjadi di berbagai sektor, seperti yang dilaporkan dalam artikel 12TB Foto Bocor dari aplikasi populer.

Aktivitas ShinyHunters yang Semakin Masif

ShinyHunters telah aktif sejak 2019, namun pada 2026 saja, kelompok ini tercatat telah mengklaim setidaknya tiga peretasan data terpisah. Beberapa serangan lainnya menyasar pengguna bisnis, seperti Salesforce, yang belum sempat diliput secara luas.

Peretasan pertama yang terpantau adalah serangan terhadap Panera pada Februari yang mengekspos data lebih dari 5 juta pelanggan. Kemudian, perusahaan perlindungan identitas Aura mengalami peretasan pada Maret yang mempengaruhi hampir 1 juta orang. Terbaru, perusahaan keamanan ADT juga dibobol dan mempengaruhi 5,5 juta pelanggan, di mana informasi curian mulai bocor secara daring.

Cara Melindungi Diri Pascaperetasan Data

Belum jelas berapa banyak data sensitif pelanggan yang benar-benar dicuri. Namun, langkah-langkah berikut dapat membantu Anda melindungi diri jika informasi sensitif terekspos.

Biasanya, perusahaan akan mengirimkan surat pemberitahuan peretasan data kepada individu yang terdampak. Sementara itu, pertimbangkan untuk mendaftar layanan perlindungan pencurian identitas terbaik karena dapat membantu memulihkan identitas jika dicuri dan dana yang hilang akibat penipuan.

Awasi kotak surat fisik dan surel Anda. Jika Charter tidak membayar tebusan atau justru membayarnya, peretas bisa menggunakan informasi curian untuk melancarkan serangan phishing yang ditargetkan. Email phishing ini bisa berisi tautan berbahaya atau malware.

Lindungi PC Anda dengan antivirus terbaik dan komputer Apple dengan antivirus Mac terbaik. ShinyHunters tampaknya akan terus meretas perusahaan-perusahaan besar, sehingga lebih banyak peretasan data kemungkinan terjadi di masa depan. Setiap perusahaan harus menanggapi serius ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok ini.

Komentar

Belum ada komentar.