📑 Daftar Isi

Ilustrasi layanan quick commerce Flipkart Minutes dengan pengiriman cepat di India

Flipkart Minutes Kini Kirim 1,2 Juta Order per Hari, Saingi Instamart

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Flipkart Minutes kirim 1,1-1,2 juta order per hari, naik dari 390-400 ribu pada November
  • Posisi kini hampir setara Swiggy Instamart yang melayani 1,4 juta order harian
  • Blinkit masih memimpin dengan 3,4-3,6 juta order, Zepto 2,4-2,6 juta order
  • Micro-fulfillment centers bertambah dari 340 menjadi 1.020-1.050, target 1.500 akhir 2026
  • Waktu pengiriman rata-rata turun dari 13 menit menjadi 11 menit
  • 65-70% pelanggan adalah pembeli berulang, transaksi per pelanggan naik 50-60%
  • Rata-rata belanja ₹400-₹500 per order, kategori utama buah, sayur, bahan pokok, susu, daging
  • Amazon juga ekspansi Amazon Now ke 300+ kota dengan 1.000+ micro-fulfillment centers

Telset.id – Layanan quick commerce milik Flipkart, Flipkart Minutes, kini mengirim 1,1 juta hingga 1,2 juta order per hari, meningkat signifikan dari sekitar 390.000 hingga 400.000 order pada November. Pencapaian ini menempatkan Flipkart Minutes hampir setara dengan Swiggy Instamart yang melayani sekitar 1,4 juta order per hari, menurut sumber yang dikutip TechCrunch.

Pertumbuhan ini menandai perubahan besar dalam lanskap belanja online India. Flipkart, perusahaan e-commerce milik Walmart, memang relatif terlambat memasuki pasar quick commerce yang selama ini didominasi oleh Blinkit, Zepto, dan Swiggy Instamart. Namun, dengan ekspansi infrastruktur yang agresif, Flipkart kini berhasil mengejar ketertinggalannya dalam waktu singkat.

Blinkit masih memimpin pasar dengan sekitar 3,4 juta hingga 3,6 juta order harian, disusul Zepto dengan 2,4 juta hingga 2,6 juta order, berdasarkan perkiraan terbaru dari Datum Intelligence. Meski begitu, posisi Flipkart Minutes yang kini mendekati Instamart menunjukkan persaingan yang semakin ketat di industri ini.

Ekspansi Infrastruktur dan Pertumbuhan Pengguna

Flipkart Minutes mengalami pertumbuhan pesat berkat ekspansi besar-besaran pada infrastruktur pengirimannya. Layanan ini kini mengoperasikan sekitar 1.020 hingga 1.050 micro-fulfillment centers, atau gudang kecil yang berlokasi dekat dengan pelanggan untuk menangani pengiriman cepat. Jumlah ini meningkat dari 600 pusat pada Januari dan sekitar 340 pusat setahun lalu.

Perusahaan menambahkan sekitar 100 fasilitas baru setiap bulan dan menargetkan memiliki 1.500 micro-fulfillment centers pada akhir 2026. Strategi ini memungkinkan Flipkart Minutes untuk memperluas jangkauan layanan dan mempercepat waktu pengiriman.

Waktu pengiriman rata-rata Flipkart Minutes juga mengalami perbaikan, turun menjadi sekitar 11 menit dari sebelumnya 13 menit setahun lalu. Efisiensi ini menjadi kunci daya saing di pasar quick commerce yang mengutamakan kecepatan.

Keunggulan Flipkart tidak hanya terletak pada penambahan gudang. Perusahaan dapat memanfaatkan basis pelanggan e-commerce yang sudah ada, yang telah dibangun selama bertahun-tahun dengan investasi besar. Hal ini memberi Flipkart Minutes audiens siap pakai untuk layanan pengiriman cepat.

“Flipkart sudah menjadi pemain serius,” kata Satish Meena, penasihat di Datum Intelligence, kepada TechCrunch. “Setelah Anda membuka 1.000 dark stores dan melayani satu juta order per hari, itu sudah cukup serius.”

Loyalitas Pelanggan dan Nilai Transaksi

Flipkart Minutes juga mencatat tingkat loyalitas pelanggan yang tinggi. Sekitar 65% hingga 70% pelanggan yang berbelanja di layanan ini setiap bulan adalah pembeli berulang. Sementara itu, transaksi per pelanggan meningkat 50% hingga 60% dibandingkan tahun lalu.

Rata-rata belanja pelanggan mencapai sekitar ₹400 hingga ₹500 (sekitar $4,20 hingga $5,20) per order. Kategori yang tumbuh cepat meliputi buah-buahan, sayuran, bahan pokok, produk susu, dan daging. Flipkart juga memperluas pilihan produk gourmet kelas atas, termasuk barang organik dan artisanal, untuk menangkap lebih banyak belanja pelanggan di Minutes.

Pertumbuhan Flipkart Minutes terjadi saat quick commerce memainkan peran yang semakin besar dalam kebiasaan belanja online masyarakat India, meskipun permintaan konsumen secara luas menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Dalam laporan terbaru, analis Bernstein menyatakan bahwa meskipun pertumbuhan konsumsi India melambat pada Juli, pergeseran menuju quick commerce dan e-commerce terus berlanjut, dengan platform quick commerce mencatat pertumbuhan sehat dalam pengguna aktif bulanan.

Amazon juga berupaya mendapatkan pangsa pasar di industri quick commerce India melalui layanan Amazon Now. Perusahaan yang berbasis di Seattle ini menyatakan bahwa Now menjadi bisnis dengan pertumbuhan tercepat di India, dengan order yang berlipat ganda setiap kuartal sejak diluncurkan. Amazon berencana membawa layanan ini ke lebih dari 300 kota dan membangun jaringan lebih dari 1.000 micro-fulfillment centers.

Ekspansi quick commerce kini bersifat defensif sekaligus ofensif bagi Flipkart dan Amazon. Ketika konsumen semakin terbiasa menerima pembelian tertentu hampir seketika, raksasa e-commerce berisiko kehilangan transaksi tersebut ke platform quick commerce khusus jika tidak mampu menawarkan kecepatan sebanding.

“Bisakah Anda kembali ke pengiriman terjadwal untuk belanja bahan makanan? Tidak,” kata Meena. “Anda tidak akan kembali.”

Persaingan di pasar quick commerce India diprediksi akan semakin sengit. Dengan Flipkart Minutes yang kini hampir menyamai volume order Instamart, dan Amazon yang terus berekspansi, dinamika pasar akan berubah. Konsumen India menjadi pemenang utama dalam pertarungan ini karena semakin banyak pilihan layanan pengiriman cepat dengan harga kompetitif.

Instamart sendiri masih memiliki skala substansial. Awal bulan ini, Swiggy menyatakan layanan quick commerce tersebut memiliki lebih dari 14 juta pengguna transaksi bulanan dan mengoperasikan lebih dari 1.200 dark stores di lebih dari 130 kota. Perusahaan juga berhasil mempersempit kerugian margin kontribusi Instamart, dengan lebih dari 45% jaringan dark store-nya kini berkontribusi positif terhadap margin.

Flipkart, Amazon, Swiggy, Zepto, dan Eternal selaku induk Blinkit tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Namun, data yang ada menunjukkan bahwa pertarungan untuk menguasai pasar quick commerce India memasuki babak baru yang lebih kompetitif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.