Telset.id – Wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis yang berencana ke China disarankan tidak mengandalkan Google Maps karena layanan navigasi tersebut tidak berfungsi secara optimal di negara tersebut. Hal ini disebabkan Google telah menghentikan operasinya di pasar China lebih dari satu dekade lalu setelah berselisih dengan pemerintah setempat terkait pengoperasian berbagai layanan, dimulai dari Google Search.
Dilansir dari BGR pada Senin (20/7/2026), sejumlah layanan Google, termasuk Google Maps, diblokir di China sehingga tidak lagi mendapat dukungan resmi di wilayah tersebut. Konsekuensinya, ponsel Android yang dijual di China tidak dibekali Google Mobile Services (GMS), sehingga pengguna tidak memiliki akses ke Google Play Store maupun aplikasi Google Maps secara bawaan.
Bagi pengguna iPhone, situasinya sedikit berbeda. Google Maps masih dapat ditemukan di App Store versi China, tetapi pengalaman penggunaannya jauh lebih terbatas dibandingkan di negara lain. Data peta yang tersedia tidak selalu akurat dan berpotensi memunculkan kesalahan saat bernavigasi.
Masalah Sistem Koordinat Peta di China
Masalah Google Maps di China bukan hanya soal pemblokiran layanan. Negara tersebut juga menggunakan sistem koordinat peta yang berbeda dengan standar global. Perbedaan sistem ini dapat menyebabkan posisi pada peta tidak sesuai dengan lokasi sebenarnya, sehingga petunjuk arah yang diberikan berisiko meleset.
Karena alasan itu, pengguna yang sudah memasang Google Maps sebelum berangkat ke China tetap disarankan memakai aplikasi navigasi lain selama berada di sana. Mengandalkan Google Maps justru dapat menyulitkan perjalanan karena keterbatasan akses, data yang kurang akurat, serta perbedaan sistem koordinat yang digunakan di negara tersebut.
Baca Juga:
Sejarah Kepergian Google dari China
Sebelum keluar dari pasar China, Google sempat meluncurkan layanan Google Search lokal pada 2006 dan mengikuti kebijakan sensor pemerintah dengan menampilkan hasil pencarian yang telah disesuaikan. Namun, hubungan kedua pihak memburuk setelah Google mengaku menjadi sasaran serangan siber dan memutuskan menghentikan penyensoran hasil pencarian. Keputusan itu akhirnya membuat layanan Google secara bertahap tidak lagi beroperasi di China.
Kondisi ini berdampak luas pada ekosistem teknologi di China, termasuk pada perkembangan industri otomotif yang semakin kompetitif. Sementara itu, Google terus mengembangkan layanan lain seperti Gemini 3.5 Flash Cyber untuk keamanan siber, namun tetap tidak tersedia di pasar China.
Bagi pengguna iPhone, Apple Maps menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan karena memanfaatkan penyedia data peta lokal di China. Selain itu, tersedia pula aplikasi navigasi lokal seperti Amap (Gaode Maps) dan Baidu Maps yang menawarkan data lokasi lebih lengkap serta akurasi navigasi yang lebih baik dibandingkan Google Maps di wilayah tersebut.
Perlu dicatat bahwa integrasi layanan Google dengan instansi di Indonesia seperti data rekayasa lalu lintas menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pasar Asia Tenggara, namun hal tersebut tidak berlaku untuk pasar China.
Dengan demikian, siapa pun yang berencana bepergian ke China sebaiknya mempersiapkan aplikasi navigasi alternatif sebelum keberangkatan. Persiapan ini penting agar perjalanan tetap lancar tanpa hambatan navigasi, mengingat keterbatasan akses Google Maps di wilayah tersebut.
Pilihan aplikasi seperti Amap dan Baidu Maps merupakan solusi yang direkomendasikan karena keduanya menggunakan data lokal yang lebih akurat dan sistem koordinat yang sesuai dengan standar di China. Pengguna juga disarankan mengunduh peta offline sebelum tiba di China sebagai langkah antisipasi tambahan.
Keputusan Google untuk meninggalkan pasar China lebih dari satu dekade lalu terus berdampak hingga saat ini, terutama bagi wisatawan internasional yang terbiasa menggunakan layanan Google Maps sebagai andalan navigasi. Situasi ini menjadi pengingat bahwa ketersediaan layanan digital sangat bergantung pada regulasi dan kebijakan di masing-masing negara.
Bagi pelaku perjalanan bisnis yang sering berkunjung ke China, memahami perbedaan sistem navigasi ini menjadi penting untuk efisiensi waktu dan kelancaran mobilitas. Penggunaan aplikasi navigasi lokal yang tepat dapat menghemat waktu dan menghindari kesalahan arah yang berpotensi merugikan.
Dengan memahami kondisi ini, wisatawan dan pebisnis dapat membuat persiapan yang lebih baik sebelum berkunjung ke China, termasuk memilih aplikasi navigasi yang tepat dan mengunduh data peta yang diperlukan terlebih dahulu.





Komentar
Belum ada komentar.