Telset.id – Lenovo secara terbuka menyatakan bahwa harga RAM dan memori NAND tidak akan pernah kembali ke level sebelum tahun 2025. Pernyataan ini menjadi pukulan telak bagi konsumen yang berharap harga komponen memori segera mereda setelah lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam sebuah konferensi baru-baru ini, Lenovo mengungkapkan bahwa kenaikan harga DRAM dan NAND merupakan kondisi yang harus diterima sebagai “normal baru” di tahun 2030 dan seterusnya. Meskipun pernyataan “never” tersebut disampaikan sedikit bercanda, perwakilan Lenovo kemudian menegaskan bahwa harga yang lebih tinggi akan menjadi standar di masa depan. Informasi ini dilaporkan oleh situs Jerman, ComputerBase.
Pernyataan Lenovo ini menjadi semakin relevan mengingat perusahaan tersebut cukup vokal tentang krisis RAM yang mendorong kenaikan harga dan mengubah strategi komputasi mereka. Saat ini, harga memori dan penyimpanan memang sudah sedikit turun dari puncaknya pada April, namun masih ratusan dolar lebih mahal dibandingkan tahun lalu.

Dampak dari krisis ini sudah terlihat jelas di berbagai sektor. Xbox telah menaikkan harga lagi, sementara Apple juga memberlakukan kenaikan harga secara luas pekan ini. Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan harga RAM tidak hanya dirasakan oleh konsumen individu, tetapi juga oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar.
Penyebab di Balik Krisis Memori
Krisis memori saat ini disebabkan oleh permintaan besar dari pusat data yang mendukung kecerdasan buatan (AI). Model bahasa besar dan alat AI lainnya membutuhkan kapasitas memori yang sangat besar, sehingga tiga produsen memori utama—Samsung, Micron, dan SK Hynix—kesulitan memenuhi permintaan.
Menariknya, Chief Business Officer Micron, Sumit Sadana, tidak menyalahkan pelanggan terbesarnya atas kekurangan pasokan ini. Sebaliknya, ia secara tidak langsung menyebut Apple sebagai penyebabnya dalam wawancara dengan Wall Street Journal. Sadana mengungkapkan bahwa negosiasi pemasok yang sulit dengan Apple membuat perusahaan tidak bisa berinvestasi lebih banyak di pabrik atau kapasitas produksi.
“Kami memberi tahu beberapa pelanggan yang sangat agresif dalam penetapan harga saat itu bahwa ini tidak konstruktif. Banyak investasi industri terhenti pada tahun 2023 karena harga dan margin yang sangat buruk,” ujar Sadana kepada WSJ. Micron sendiri merupakan pemasok memori untuk Apple, menyediakan chip DRAM dan NAND yang digunakan di iPhone, Mac, dan iPad.

Komentar Sadana muncul tepat saat Apple mengumumkan kenaikan harga. CEO Apple yang akan keluar sebelumnya telah memperingatkan tentang kenaikan harga dalam wawancara dengan Wall Street Journal, menyebut kekurangan pasokan ini sebagai “banjir seratus tahun.” Ia secara jelas menyalahkan permintaan memori bandwidth tinggi yang digunakan di server AI, yang mengurangi pasokan memori untuk perangkat konsumen seperti MacBook Neo.
Bagi konsumen, situasi ini berarti harga perangkat elektronik, terutama PC dan laptop, akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Jika Anda berencana membeli PC baru, bersiaplah mengeluarkan anggaran lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu.
Baca Juga:
Dampak pada Industri dan Konsumen
Krisis RAM ini tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga mengubah strategi perusahaan-perusahaan teknologi. Lenovo, misalnya, telah mengubah strategi komputasi mereka sebagai respons terhadap lonjakan harga ini. Sementara itu, Apple harus memberlakukan kenaikan harga secara luas, yang mempengaruhi jutaan konsumen di seluruh dunia.
Meskipun ada sedikit penurunan harga sejak puncaknya pada April, harga masih jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Para analis memperkirakan bahwa harga tidak akan kembali ke level pra-2025 dalam waktu dekat, sejalan dengan pernyataan Lenovo.

Bagi konsumen yang ingin membeli perangkat baru, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan. Membeli di momen diskon atau memilih perangkat dengan spesifikasi yang lebih rendah bisa menjadi alternatif. Namun, dengan kondisi pasar saat ini, harga yang lebih murah mungkin hanya bisa didapatkan dengan mengorbankan performa.
Lenovo sendiri terus berinovasi di tengah krisis ini. Perusahaan baru-baru ini meluncurkan Lenovo AI Host Mini, sebuah mini PC dengan 8.000 AI skills yang bisa diunduh. Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa meskipun harga komponen naik, perusahaan tetap berusaha menghadirkan produk dengan nilai tambah bagi konsumen.
Selain itu, Lenovo juga aktif dalam Lenovo Tech Day 2026 yang menghadirkan solusi AI untuk manufaktur dan pendidikan. Acara ini menunjukkan komitmen Lenovo dalam mengembangkan teknologi AI meskipun menghadapi tekanan harga komponen.
Bagi yang mencari alternatif dengan harga lebih terjangkau, Lenovo juga menawarkan Lenovo Tab Plus Gen 2, tablet dengan 9 speaker yang hanya dibanderol $399. Bahkan, ada diskon perdana yang membuat harganya turun menjadi Rp 6 jutaan.
Kesimpulannya, pernyataan Lenovo menegaskan bahwa konsumen harus bersiap menghadapi era baru harga komponen yang lebih tinggi. Krisis yang dipicu oleh permintaan AI ini diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2030, mengubah lanskap industri teknologi secara fundamental.





Komentar
Belum ada komentar.