📑 Daftar Isi

Drone interceptor Terra B1 buatan Terra Drone yang diproduksi massal untuk militer Jepang

Militer Jepang Produksi Massal Drone Interceptor Terra B1 Cetak 3D

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Militer Jepang produksi massal drone interceptor Terra B1 cetak 3D dari Terra Drone
  • Terra B1 dikembangkan dari model A1 yang telah digunakan Ukraina sejak awal tahun
  • ATLA Jepang menyetujui kerja sama setelah demo berhasil meyakinkan Maritime Self-Defense Force
  • Drone dipilih dari 38 perusahaan peserta dengan kriteria ketat termasuk jangkauan efektif dan durasi penerbangan
  • Produksi perdana dijadwalkan bulan ini di Jepang
  • Air Self-Defense Force dan Ground Self-Defense Force berpotensi ikut mengadopsi
  • Teknologi cetak 3D memungkinkan produksi lebih cepat dan efektif

Telset.id – Militer Jepang memutuskan untuk memproduksi massal drone interceptor Terra B1 yang diproduksi menggunakan teknologi pencetakan 3D. Drone ini merupakan pengembangan dari model A1 milik Terra Drone yang telah digunakan Ukraina sejak awal tahun ini.

Keputusan ini diambil setelah demo Terra B1 berhasil meyakinkan Maritime Self-Defense Force Jepang untuk menyetujui perjanjian pengadaan massal. Drone interceptor ini diharapkan mampu menghadapi ancaman drone terkenal seperti desain Shahed dan amunisi loitering anti-radar seperti IAI Harpy.

Badan Acquisition, Technology, dan Logistics Agency (ATLA) Jepang menjadi lembaga yang menyetujui kerja sama dengan Terra Drone. Berdasarkan siaran pers Terra Drone, Terra B1 diproduksi massal di Jepang setelah berhasil melewati serangkaian uji coba. Drone ini merupakan salah satu dari berbagai desain yang diajukan oleh 38 perusahaan berbeda.

Kriteria Ketat Seleksi Terra B1

Untuk dipilih oleh ATLA, Terra B1 harus memenuhi sejumlah kriteria seperti “jangkauan efektif, durasi penerbangan, jarak terbang, kecepatan maksimum dan jelajah, metode panduan, jumlah pesawat yang dapat dikendalikan secara bersamaan, metode peluncuran dan pemulihan, integrasi dengan sistem lain, langkah-langkah keamanan, [dan] rekam jejak operasional,” demikian pernyataan Terra Drone.

Interceptor Terra B1 pertama dijadwalkan keluar dari lini produksi dalam negeri pada bulan ini. Fenomena kebutuhan solusi anti-drone yang murah dan efektif semakin terlihat ketika konflik antara AS dan Iran meletus awal tahun ini.

Terra B1 interceptor

Negara-negara Teluk yang dianggap sekutu AS berulang kali menjadi sasaran ancaman udara Iran, namun rudal anti-pesawat mereka tidak dirancang untuk menghadapi serangan semacam itu. Rudal Patriot, misalnya, terlalu mahal dan persediaannya terlalu terbatas untuk menghadapi ancaman drone satu lawan satu. Kondisi tersebut tidak berkelanjutan.

Tidak butuh waktu lama bagi teknologi anti-drone Ukraina yang telah teruji di medan perang untuk diadopsi. Sekarang Jepang secara proaktif mengikuti jalur interceptor drone yang murah namun efektif ini.

Teknologi pencetakan 3D menjadi teknologi baru yang akan diterapkan untuk memungkinkan Self-Defense Forces Jepang “memperoleh peralatan penanggulangan drone yang lebih efektif dengan kecepatan lebih besar.”

Ekspansi ke Cabang Militer Lain

Setelah keberhasilan penempatan awal oleh Maritime Self-Defense Force, Air Self-Defense Force dan Ground Self-Defense Force Jepang juga berpotensi menyesuaikan interceptor Terra B1 untuk kebutuhan masing-masing.

Ini bukan contoh pertama sinergi penting antara teknologi drone dan pencetakan 3D. Sebelumnya, drone, komponen drone, dan perlengkapan pemeliharaan serta perbaikan lainnya juga dicetak 3D di atas kapal USS Essex. Semua proses ini dilakukan di dalam pabrik kontainer ringkas saat kapal berlayar untuk mengikuti RIMPAC 2026 di sekitar Hawaii.

Penggunaan pencetakan 3D dalam produksi drone interceptor menandai langkah signifikan dalam efisiensi manufaktur pertahanan. Teknologi ini memungkinkan produksi komponen secara cepat dan tepat tanpa memerlukan rantai pasokan tradisional yang panjang.

Keputusan Jepang mengadopsi Terra B1 menunjukkan pergeseran strategi pertahanan dalam menghadapi ancaman drone murah yang semakin masif. Pendekatan ini menawarkan solusi yang lebih ekonomis dibandingkan menggunakan rudal anti-pesawat konvensional untuk menembak jatuh drone musuh.

Keberhasilan Terra B1 dalam uji coba dan keputusan produksi massal menunjukkan kepercayaan tinggi militer Jepang terhadap kemampuan drone ini. Dengan jadwal produksi yang dimulai bulan ini, Terra B1 diharapkan segera memperkuat pertahanan udara Jepang.

[TITLE_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.