Grafik hasil kuartalan pengiriman PC global dan pertumbuhannya selama lima kuartal terakhir, berakhir pada Q3 2026.

Pengiriman PC Global Q3 2026 Anjlok 20,1 Persen, Harga Masih Akan Mahal

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • IDC laporkan pengiriman PC global Q3 2026 hanya 62,7 juta unit
  • Turun 9,1 persen dari Q2 2026 dan 20,1 persen year-over-year
  • Penyebab: supply issues dan elevated prices
  • Harga PC diprediksi tetap tinggi, konsumen disarankan menunda beli
  • Penurunan pertama dalam sembilan kuartal terjadi Juli 2026

Telset.id – Pengiriman PC global pada kuartal ketiga 2026 tercatat hanya 62,7 juta unit, turun 20,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. International Data Corporation (IDC) menyebut “supply issues” dan “elevated prices” sebagai penyebab utama melemahnya permintaan pasar komputer dunia.

Angka tersebut juga menandai penurunan 9,1 persen dibanding total pengiriman pada kuartal kedua 2026. Ini menjadi pukulan lanjutan bagi pasar PC yang sebelumnya sudah mencatat penurunan pertama dalam sembilan kuartal pada Juli 2026, tak lama setelah IDC memangkas proyeksinya untuk pasar PC sepanjang 2026.

Jitesh Ubrani, research director for consumer devices di IDC, menyatakan bahwa kondisi saluran distribusi kini berada dalam posisi waspada. Menurutnya, pelaku kanal khawatir membawa terlalu banyak inventaris ke pasar yang permintaannya tertekan harga tinggi.

“Channels are now worried about carrying too much inventory into a market where high prices are suppressing demand,” ujar Ubrani dalam pengumuman resmi IDC. Ia menambahkan bahwa kondisi ini bisa berujung pada promosi dan sedikit kelegaan jangka pendek bagi konsumen, tetapi harga tidak akan kembali seperti setahun lalu.

Ubrani menegaskan bahwa harga akan tetap tinggi. Dengan kondisi makro yang memburuk, ia menyebut risiko bahwa prospek beberapa kuartal ke depan bisa memburuk sebelum akhirnya membaik.

Bagi siapa pun yang sedang berburu komputer atau komponen, situasi ini menuntut strategi berbeda. IDC menyarankan agar konsumen mengambil penawaran apa pun yang tersedia, atau jika memungkinkan, menunda pembelian setidaknya selama satu tahun ke depan saat harga diharapkan kembali ke level yang lebih normal.

Penurunan 20,1 persen secara year-over-year ini adalah angka yang signifikan. Sebagai perbandingan, penurunan 9,1 persen dari kuartal ke kuartal menunjukkan bahwa momentum pelemahan pasar tidak hanya bersifat musiman, melainkan struktural.

Tekanan pada sisi pasokan, yang disebut IDC sebagai “supply issues”, berpadu dengan harga yang tetap tinggi. Kombinasi keduanya menciptakan situasi di mana konsumen menahan pembelian, sementara pelaku kanal enggan menumpuk stok.

Ubrani secara eksplisit menyebut istilah “RAMaggedon” dalam konteks ini, merujuk pada gelombang kenaikan harga komponen memori yang masih berlanjut. Istilah tersebut menjadi penanda bahwa pasar PC belum keluar dari tekanan biaya komponen.

Graph showing the quarterly results for worldwide PC shipments and growth over the last five quarters, ending with Q3 2026.

Data IDC menunjukkan bahwa kuartal ketiga 2026 menjadi salah satu periode terberat bagi pasar PC dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini terjadi setelah IDC lebih dulu memangkas proyeksi pasar PC untuk sepanjang 2026, mengindikasikan bahwa lembaga riset tersebut sudah mengantisipasi pelemahan yang lebih dalam.

Bagi konsumen, sinyal dari IDC cukup jelas: harga PC dan komponen tidak akan kembali normal dalam waktu dekat. Promosi jangka pendek mungkin muncul sebagai respons pelaku kanal terhadap kelebihan stok, tetapi relief tersebut bersifat sementara.

Dalam konteks pasar Indonesia, dinamika ini turut memengaruhi perhitungan konsumen dan pelaku bisnis yang bergantung pada perangkat PC. Harga yang tetap tinggi berarti keputusan pembelian, baik untuk kebutuhan pribadi maupun operasional, perlu mempertimbangkan waktu dan anggaran secara lebih hati-hati.

Perkembangan teknologi lain di pasar juga terus berjalan di tengah tekanan ini. Misalnya, Snapdragon 8 Elite Gen 6 baru saja dirilis dengan kemampuan AI agen yang berjalan lokal, menandakan inovasi perangkat tetap agresif meski pasar komponen sedang tertekan.

Sementara itu, dari sisi keamanan siber, Bitdefender dan PT GIA menghadirkan solusi keamanan siber untuk konsumen Indonesia, menunjukkan bahwa kebutuhan perangkat dan layanan pendukung tetap hidup di tengah pasar hardware yang menantang.

IDC tidak memberikan prediksi kapan tepatnya harga akan kembali normal. Yang disampaikan adalah bahwa harga akan tetap tinggi, dan risiko memburuknya prospek beberapa kuartal ke depan masih terbuka sebelum kondisi membaik.

Dengan kata lain, pasar PC global saat ini berada dalam fase di mana pasokan, harga, dan permintaan saling menekan. Bagi konsumen, keputusan untuk membeli atau menunda menjadi pertimbangan utama, sejalan dengan saran IDC untuk memanfaatkan penawaran yang ada atau menunggu setidaknya satu tahun ke depan.

[ META_DESCRIPTION]
IDC mencatat pengiriman PC global Q3 2026 turun 20,1 persen jadi 62,7 juta unit. Harga PC diprediksi tetap tinggi dan konsumen disarankan menunda beli.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.