📑 Daftar Isi

Mesin EUV lithography ASML di fasilitas manufaktur

ASML Bantah Tuduhan Mesin EUV Bocor ke China

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • ASML membantah tuduhan bahwa mesin EUV-nya berakhir di China
  • Bantahan muncul setelah laporan Bloomberg tentang pertemuan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dengan eksekutif ASML
  • ASML mengklaim mengetahui lokasi setiap alat EUV yang pernah dibuat, dengan 314 sistem beroperasi dan 26 pensiun, tidak ada di China
  • Mesin EUV terdiri dari 100.000 komponen, berat 180 ton, dan hanya bisa diangkut melalui udara
  • Pemindai EUV terus berkomunikasi dengan ASML untuk deteksi gangguan
  • Satu-satunya alat EUV yang dibeli SMIC masih berada di Belanda
  • ASML menegaskan komitmen kepatuhan terhadap kontrol ekspor AS dan Belanda

Telset.id – ASML dengan tegas membantah tuduhan bahwa salah satu mesin extreme ultraviolet (EUV) lithography miliknya berakhir di China, melanggar pembatasan ekspor yang ketat. Perusahaan asal Belanda itu menyebut klaim tersebut tidak akurat dan merusak reputasi mereka.

Bantahan ini muncul setelah laporan Bloomberg yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui negosiasi antara pejabat AS dan eksekutif ASML. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dikabarkan mempertanyakan apakah sistem EUV bisa saja masuk ke China. Jika terbukti, hal ini akan menjadi pelanggaran besar terhadap kontrol ekspor berdasarkan Wassenaar Arrangement.

“Dalam beberapa tahun terakhir, ASML telah membantah beberapa rumor tidak berdasar mengenai ketidakpatuhan terhadap kontrol ekspor terkait China yang tidak akurat dan merusak reputasi kami,” kata juru bicara ASML kepada Tom’s Hardware, seperti dikutip dalam artikel referensi.

ASML menegaskan bahwa mereka mengetahui lokasi setiap alat EUV yang pernah mereka buat. Menurut data internal ASML, saat ini terdapat 314 sistem EUV yang beroperasi di seluruh dunia dan 26 lainnya telah pensiun. Tidak satu pun dari sistem tersebut berada di China.

Fakta Teknis dan Logistik Mesin EUV

Sebuah mesin EUV ASML terdiri dari 100.000 komponen dan beratnya mencapai 180 ton. Alat ini hanya dapat diangkut melalui udara dengan beberapa pesawat. Menurut ASML, mustahil untuk mencegat pengiriman semacam itu tanpa menyebabkan skandal internasional. Selain itu, karena kompleksitas mesin, mustahil untuk membangunnya menggunakan suku cadang bekas atau melakukan rekayasa balik menggunakan komponennya.

ASML juga menekankan bahwa pemindahan dan instalasi ulang mesin EUV tidak dapat dilakukan tanpa bantuan langsung dari ASML. Pelanggan tidak bisa begitu saja membongkar, mengangkut, dan memasang kembali pemindai EUV karena memerlukan logistik dan penanganan khusus.

Pemindai EUV juga terus berkomunikasi dengan ASML, sehingga perusahaan dapat mendeteksi gangguan, aktivitas abnormal, atau masalah konektivitas. Hal ini membuat pengawasan jarak jauh terhadap setiap unit menjadi sangat ketat. Bahkan, satu-satunya alat EUV yang dibeli oleh Semiconductor Manufacturing International Corp. (SMIC) yang berbasis di China masih berada di Belanda.

ASML mengakui kekhawatiran negara-negara Barat mengenai China. Perusahaan mengklaim tidak pernah mengirimkan alat EUV ke Republik Rakyat China, awalnya karena Wassenaar Arrangement dan kemudian karena kontrol ekspor yang diberlakukan lebih baru.

“ASML secara teratur terlibat dalam dialog terbuka dan transparan dengan para pemimpin pemerintah secara global,” kata ASML kepada Tom’s Hardware. “Kami mengakui pertimbangan keamanan nasional di balik peraturan kontrol ekspor di AS dan Belanda. Sebagai perusahaan, kami sepenuhnya berkomitmen untuk mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku untuk aktivitas bisnis kami.”

Meskipun pemerintah AS belum secara publik memberikan bukti bahwa pemindai EUV lengkap beroperasi di China, beberapa pejabat senior administrasi AS mengatakan kepada Bloomberg bahwa mereka memiliki informasi yang menunjukkan ASML mengekspor peralatan terkait sistem EUV, termasuk sistem khusus yang digunakan untuk ‘mengangkut mesin EUV.’ Namun, pejabat tersebut menolak mengungkapkan bukti apa pun dengan alasan masalah sensitivitas.

ASML menegaskan kembali komitmennya terhadap kepatuhan penuh terhadap semua peraturan yang berlaku. “Kami secara konsisten menyesuaikan bisnis kami dengan setiap perkembangan dalam kontrol ekspor untuk mematuhi aturan baru,” tambah pernyataan perusahaan.

Kasus ini menunjukkan betapa ketatnya pengawasan terhadap teknologi chip canggih di tengah persaingan geopolitik antara AS dan China. Bagi para pengamat industri, pernyataan tegas ASML ini bisa menjadi sinyal bahwa rantai pasokan semikonduktor global tetap berada di bawah kendali ketat negara-negara Barat.

Bagi kamu yang mengikuti perkembangan industri chip, penting untuk memahami bahwa meskipun ada upaya China untuk mengembangkan teknologinya sendiri, seperti yang dibahas dalam artikel tentang rencana chip EUV Huawei, akses ke teknologi EUV ASML masih sangat terbatas.

Komentar

Belum ada komentar.