Telset.id – Perusahaan asal Prancis, Tissium, mengembangkan cairan biopolimer yang dapat menggantikan jahitan medis konvensional untuk menyambung saraf tepi yang terputus. Cairan yang terbuat dari asam lemak dan gliserol ini akan mengeras saat terkena cahaya, bertindak seperti bidai untuk menahan ujung saraf tetap pada tempatnya selama proses penyembuhan alami tubuh.
Peripheral nerves atau saraf tepi merupakan jaringan sistem saraf yang luas, bercabang dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh. Ketika saraf ini terputus, seringkali akibat cedera pisau atau mesin, kedua ujungnya harus ditahan dalam posisi yang tepat agar saraf dapat memperbaiki dirinya sendiri secara perlahan. Jika tidak, pasien akan mengalami gejala mulai dari kesemutan, mati rasa, hingga nyeri seperti tersengat listrik.
Teknik menyambung saraf yang terputus saat ini membutuhkan mikro-jahitan atau micro-sutures, yang merupakan teknik yang sangat rumit. Maria Pereira, salah satu pendiri dan wakil CEO Tissium, menjelaskan bahwa perusahaannya berusaha memberikan cara baru dan lebih baik untuk menyiapkan saraf tepi secara konsisten, dengan trauma yang lebih ringan, dan hasil yang lebih baik bagi pasien.
“Kami berusaha memberikan cara baru dan lebih baik untuk menyiapkan saraf tepi secara konsisten, dengan trauma yang lebih ringan, dan hasil yang lebih baik bagi pasien,” ujar Pereira, yang juga menjabat sebagai chief innovation officer Tissium.
Uji Klinis pada Pasien Cedera Saraf Jari
Tissium telah melakukan uji coba pada 12 pasien di Amerika Serikat yang mengalami cedera saraf di jari tangan. Hasilnya, seluruh 12 pasien berhasil mendapatkan kembali kemampuan untuk merasakan suhu, nyeri, tekstur, dan sentuhan ringan di jari mereka. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan dengan teknik lain yang hanya mencapai sedikit di atas 80 persen.
Yang lebih menggembirakan, tidak ada satu pun pasien yang melaporkan rasa sakit atau komplikasi terkait perangkat setahun setelah prosedur. Perawatan ini kini sudah tersedia untuk dibeli oleh para ahli bedah di Amerika Serikat.
Simran Chana, seorang ahli bedah, ilmuwan material, dan direktur Frontier Technologies Laboratory di University of Cambridge, memberikan komentarnya. “Meskipun bukti lebih lanjut masih diperlukan, sangat menarik untuk melihat biomaterial canggih dan teknik medis regeneratif yang kini tersedia bagi ahli bedah modern,” kata Chana, yang tidak terlibat dalam penelitian Tissium.
Pendanaan dan Ekspansi Komersialisasi
Tissium telah mengumpulkan dana sebesar €30 juta dari investasi swasta melalui firma modal ventura dan family offices untuk memperluas komersialisasi. Informasi ini disampaikan Tissium secara eksklusif kepada WIRED. Selain itu, perusahaan juga mendapatkan €30 juta dalam bentuk pembiayaan utang dari European Investment Bank, lengan pinjaman Uni Eropa.
Perusahaan akan terus memproduksi produknya di Prancis utara. Produk ini telah mendapatkan persetujuan pemasaran dari FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) pada tahun lalu. Dana segar ini juga akan mendukung pengembangan aplikasi teknologi untuk masalah kesehatan lainnya.
Pengembangan untuk Perbaikan Hernia dan Kardiovaskular
Tissium berencana mendaftarkan sekitar 200 pasien dalam uji coba di AS untuk membantu tubuh pulih setelah perawatan hernia. Selama ini, ahli bedah menyembuhkan hernia dengan mendorong organ atau jaringan yang menonjol kembali melalui dinding otot, lalu memperkuat area tersebut dengan jahitan dan mesh.
Saat ini, “masih ada ketidakkonsistenan dalam cara jahitan dilakukan, yang dapat memengaruhi hasil,” jelas Pereira. Ia menambahkan bahwa perawatan Tissium dapat memberikan konsistensi tersebut, yang pada gilirannya dapat meningkatkan proses pemulihan.
Pereira tengah menyelesaikan hasil studi Eropa yang menguji perawatan pada 78 pasien yang menjalani perbaikan hernia. Ia mengatakan bahwa ahli bedah telah mampu mengaplikasikan cairan Tissium 100 persen setiap saat. Pasien juga menunjukkan tanda-tanda peningkatan kualitas hidup dalam hal tingkat nyeri, pemulihan, aktivitas, dan tingkat kekambuhan hernia yang lebih rendah.
Tissium juga mengembangkan produk untuk rekonstruksi kardiovaskular, yang merupakan aplikasi awal yang dibayangkan Pereira saat meraih gelar PhD di bidang bioengineering hampir 20 tahun lalu. Perusahaan bersiap meluncurkan uji coba pivotal acak di AS untuk produk kardiovaskularnya, yang akan didukung oleh pendanaan baru tersebut.
Teknologi cairan perekat saraf ini menjadi terobosan baru di dunia medis. Inovasi semacam ini menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi dapat memberikan solusi yang lebih baik dan minim trauma bagi pasien. Jika Anda tertarik dengan inovasi teknologi terkini, Anda bisa menyimak berita tentang Fitur Kesehatan Lengkap dari perangkat wearable terbaru.
Baca Juga:
Ke depannya, teknologi ini berpotensi merevolusi cara dokter menangani cedera saraf dan operasi jaringan lunak lainnya. Dengan kemampuan untuk terurai secara hayati setelah tubuh sembuh, cairan ini meninggalkan saraf dalam kondisi utuh tanpa perlu prosedur pengangkatan jahitan tambahan. Ini menjadi angin segar bagi jutaan pasien yang menjalani operasi saraf setiap tahunnya.
Pendekatan Tissium yang menggunakan bahan yang sudah ada secara alami di dalam tubuh, yaitu asam lemak dan gliserol, meminimalkan risiko reaksi penolakan atau peradangan. Keunggulan ini membuatnya menjadi kandidat kuat untuk menggantikan jahitan konvensional di masa depan. Para ahli bedah kini memiliki opsi baru yang lebih konsisten dan kurang traumatis dibandingkan teknik mikro-jahitan yang rumit.
Dengan dukungan dana yang besar dan hasil uji klinis yang menjanjikan, Tissium berada di jalur yang tepat untuk membawa perubahan signifikan dalam dunia bedah saraf dan rekonstruktif. Inovasi ini juga membuka jalan bagi pengembangan biomaterial canggih lainnya yang dapat meningkatkan kualitas perawatan kesehatan secara global.
Bagi Anda yang mengikuti perkembangan teknologi medis, kabar ini tentu sangat menarik. Inovasi seperti ini menunjukkan bagaimana sains dan teknologi dapat bersinergi untuk menciptakan solusi yang lebih manusiawi dan efektif. Jika Anda penasaran dengan inovasi desain lainnya, simak juga bocoran tentang Desain Mewah dari kolaborasi Motorola dan Swarovski.
Perkembangan Tissium juga menjadi contoh bagaimana perusahaan rintisan di bidang bioteknologi dapat bersaing di pasar global. Dengan pendanaan yang solid dan persetujuan regulasi dari FDA, Tissium siap memperluas jangkauan produknya ke lebih banyak rumah sakit dan klinik di seluruh dunia. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak inovasi serupa di masa mendatang.
Bagi para profesional medis, teknologi ini menawarkan kemudahan dan konsistensi dalam prosedur yang sebelumnya sangat bergantung pada keterampilan individu ahli bedah. Dengan cairan perekat ini, hasil operasi bisa lebih seragam dan dapat diprediksi, mengurangi risiko komplikasi pasca operasi. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam standardisasi perawatan bedah.
Tidak hanya untuk saraf, Tissium juga tengah mengembangkan aplikasi untuk perbaikan hernia dan rekonstruksi kardiovaskular. Jika berhasil, teknologi ini bisa menjadi solusi serbaguna untuk berbagai jenis operasi jaringan lunak. Bayangkan, satu jenis biomaterial yang bisa digunakan untuk memperbaiki saraf, otot, hingga pembuluh darah.
Ini adalah kabar baik bagi pasien yang menjalani operasi hernia. Dengan teknik konvensional, kekambuhan hernia masih menjadi masalah yang cukup umum. Namun, dengan aplikasi cairan Tissium yang konsisten, tingkat kekambuhan dilaporkan lebih rendah. Hal ini berarti pasien dapat menjalani pemulihan yang lebih cepat dan nyaman.
Meskipun masih diperlukan bukti lebih lanjut, optimisme para ahli terhadap teknologi ini sangat tinggi. Kombinasi antara bahan yang aman, teknik aplikasi yang sederhana, dan hasil yang superior membuat Tissium layak untuk terus dipantau perkembangannya. Bagi industri teknologi, inovasi ini juga menunjukkan potensi besar dari Kolaborasi Lintas Sektor antara ilmu material, bioteknologi, dan kedokteran.
Kesimpulannya, Tissium telah menghadirkan solusi inovatif untuk perbaikan saraf tepi yang lebih aman, konsisten, dan efektif. Dengan dukungan pendanaan dan hasil uji klinis yang positif, teknologi ini siap mengubah standar perawatan bedah saraf dan berpotensi diterapkan pada berbagai prosedur medis lainnya di masa depan.





Komentar
Belum ada komentar.