Ilustrasi panel surya dengan latar belakang jaringan listrik dan harga yang menurun.

Harga Panel Surya Anjlok Jadi 12 Sen per Watt, Energi Bersih Makin Murah

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Harga panel surya turun drastis menjadi 12 sen per watt, dari sebelumnya $5-6 per watt 26 tahun lalu.
  • Penurunan ini didorong oleh lonjakan produksi panel surya dari China.
  • Dampaknya terasa global, dari pedesaan di Kenya hingga kelebihan pasokan listrik di China dan Spanyol.
  • Di AS, fotovoltaik menghasilkan listrik lebih banyak dari batu bara untuk pertama kalinya pada Juni.
  • Ini adalah waktu terbaik untuk membeli panel surya di tengah pasar minyak mentah yang lesu.

Telset.id – Harga panel surya kini menyentuh level terendah dalam sejarah, yakni hanya 12 sen per watt. Penurunan drastis ini membuat energi bersih semakin terjangkau dan mengubah lanskap jaringan listrik tradisional di berbagai negara, termasuk memicu lonjakan produksi panel surya dari China yang disebut sebagai penyebab utama fenomena tersebut.

Angka 12 sen per watt ini merupakan sebuah tonggak baru yang mengejutkan. Pasalnya, 26 tahun lalu, biaya pemasangan panel surya masih berada di kisaran 5 hingga 6 dolar AS per watt kapasitas pembangkit. Penurunan harga yang sangat tajam ini diungkapkan oleh Dave Jones, salah satu pendiri firma riset energi Ember, dalam laporan terbarunya. Jones bahkan menyebut harga tersebut sebagai “sangat murah” jika dibandingkan dengan sumber energi alternatif lainnya.

Laporan dari Financial Times menyoroti bahwa penurunan harga yang luar biasa ini merupakan hasil dari lonjakan besar produksi panel surya asal China. Hal ini membuat energi terbarukan dapat diakses oleh negara-negara kaya maupun berkembang dengan harga yang sangat rendah. Dampaknya pun terasa hingga ke pelosok pedesaan di berbagai belahan dunia.

Anish Thakkar, salah satu pendiri perusahaan pembiayaan surya asal Kenya, Sun King, menggambarkan perubahan besar yang dirasakan masyarakat. Ia menyebut bahwa sebuah rumah kini dapat beralih dari hanya mengandalkan dua atau tiga lentera minyak tanah menjadi memiliki lampu yang 20 hingga 40 kali lebih terang dan dapat dinyalakan setiap hari. Transformasi ini menunjukkan bagaimana energi surya tidak hanya soal harga, tetapi juga kualitas hidup.

Seiring dengan semakin mudahnya akses menuju dunia bertenaga surya, jumlah energi yang dihasilkan oleh fotovoltaik pun mencapai titik tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di China, yang tak terbantahkan sebagai pemimpin dunia dalam energi terbarukan, instalasi energi bersih baru telah membanjiri jaringan listrik dengan listrik lebih cepat daripada kemampuan jaringan untuk menggunakannya.

Youyuan Huang, wakil ketua eksekutif raksasa baterai BTR New Material Group, dalam sebuah forum yang diliput oleh Fortune, mengungkapkan bahwa jaringan listrik China sangat kuat dan stabil, namun mereka telah memasang terlalu banyak energi hijau. Kondisi ini menunjukkan bahwa kapasitas energi terbarukan telah melampaui kebutuhan konsumsi saat ini.

Fenomena serupa juga terjadi di Amerika Serikat. Meskipun Presiden Donald Trump berupaya menghidupkan kembali industri batu bara yang mengalami penurunan, pada bulan Juni, fotovoltaik dilaporkan menghasilkan lebih banyak listrik daripada pembangkit listrik tenaga batu bara untuk pertama kalinya. Ini menjadi sinyal kuat bahwa transisi energi sedang berlangsung cepat, bahkan di negara yang memiliki kebijakan energi yang berbeda.

Sementara itu, di Spanyol, jumlah instalasi panel surya yang sangat besar telah membalikkan ekonomi energi domestik secara total. Kondisi ini bahkan menyebabkan eksodus besar-besaran modal ventura karena pelanggan justru harus dibayar untuk menggunakan lebih banyak daya. Ini adalah konsekuensi tak terduga dari keberhasilan penetrasi energi surya yang masif.

Secara keseluruhan, tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk membeli panel surya. Hal ini menjadi kabar baik di tengah pasar minyak mentah yang sedang lesu. Penurunan harga yang signifikan ini tidak hanya menguntungkan konsumen individu, tetapi juga mendorong percepatan adopsi energi bersih di seluruh dunia.

Dengan harga yang semakin terjangkau, hambatan untuk masuk ke dunia bertenaga surya semakin rendah. Hal ini membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Perkembangan ini juga menjadi sinyal bagi industri energi global bahwa masa depan energi terbarukan semakin dekat.

Bagi Anda yang tertarik dengan inovasi energi surya, baru-baru ini terdapat terobosan menarik di mana Rune RELIC mengubah solar terbuang menjadi tenaga GPU AI dengan penghematan hingga 85 persen. Inovasi semacam ini menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya terus berkembang melampaui pembangkit listrik tradisional.

Selain itu, di Inggris, aturan mengenai Plug-in Solar yang legal telah membuka diskusi baru mengenai hitungan penghematan yang bisa didapatkan rumah tangga. Sementara itu, di industri otomotif, TÜV Rheinland baru saja memverifikasi klaim jarak tempuh untuk kendaraan solar Aptera, menandakan bahwa teknologi surya juga semakin matang di sektor transportasi.

Perkembangan harga panel surya yang terus menurun ini menjadi katalis penting bagi transisi energi global. Dengan biaya yang semakin kompetitif, energi surya berpotensi menjadi tulang punggung sistem kelistrikan masa depan, menggantikan ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya fluktuatif dan pasokannya terbatas.

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal integrasi ke jaringan listrik yang ada. Seperti yang terlihat di China dan Spanyol, kapasitas energi terbarukan yang melimpah dapat menciptakan dinamika baru yang memerlukan penyesuaian pada infrastruktur dan model bisnis energi. Meskipun demikian, arah menuju energi bersih yang lebih murah dan melimpah tampaknya semakin tidak terbendung.

[ META_DESCRIPTION]
Harga panel surya anjlok ke 12 sen per watt, level terendah dalam sejarah. Lonjakan produksi China ubah lanskap energi global dan akses listrik bersih.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.