Seorang wanita sedang meniup alat breathalyzer Nutrion untuk mengukur pembakaran lemak tubuh

Ilmuwan Ciptakan Breathalyzer Pengukur Pembakaran Lemak Tubuh

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Ilmuwan ciptakan breathalyzer genggam bernama Nutrion untuk deteksi pembakaran lemak tubuh
  • Alat ukur kadar aseton dalam napas sebagai indikator ketosis atau pembakaran lemak
  • Studi di jurnal Device libatkan 12 partisipan dengan hasil akurat mendekati tes laboratorium
  • Dilengkapi filter kelembaban dan aplikasi pendamping untuk panduan pernapasan
  • Bermanfaat untuk pantau efektivitas terapi GLP-1 dan optimasi metabolisme atlet
  • Berbeda dengan Lumen yang ukur karbon dioksida, Nutrion fokus pada aseton

Telset.id – Ilmuwan berhasil mengembangkan alat genggam berbentuk breathalyzer yang mampu mendeteksi kapan tubuh mulai membakar lemak. Inovasi ini membuka peluang baru dalam pemantauan metabolisme secara real-time tanpa prosedur laboratorium yang rumit.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Device dan dilaporkan oleh New Scientist, tim peneliti yang dipimpin oleh Andreas Güntner menciptakan alat yang mengukur kadar aseton dalam napas pengguna. Aseton merupakan produk sampingan yang dihasilkan saat tubuh membakar lemak sebagai sumber energi, sebuah kondisi yang dikenal sebagai ketosis.

Penelitian ini melibatkan 12 partisipan yang dipantau dalam berbagai skenario diet dan olahraga. Hasilnya menunjukkan bahwa alat genggam tersebut mampu memberikan pengukuran yang sangat mendekati hasil tes laboratorium tradisional. Temuan ini menjadi langkah maju yang signifikan dalam teknologi kesehatan personal.

Teknologi ini mengatasi kelemahan utama pengukuran aseton yang selama ini hanya akurat di lingkungan laboratorium terkontrol. Faktor seperti kelembaban udara dan pola pernapasan sering kali mengganggu akurasi pengukuran. Tim peneliti berhasil mengatasi hambatan tersebut dengan menciptakan breathalyzer yang dilengkapi filter khusus untuk menyaring kelembaban berlebih dan kontaminan lainnya.

Seorang wanita sedang meniup alat Nutrion.

Alat ini juga didukung oleh aplikasi pendamping yang memandu pengguna melalui proses pernapasan yang benar. Aplikasi tersebut mampu mengidentifikasi ketika pengguna memberikan tekanan terlalu kuat atau terlalu lemah saat meniup. Selain itu, aplikasi dapat menyesuaikan waktu pengambilan sampel untuk memastikan hasil pengukuran sedekat mungkin dengan tes berbasis darah.

Perangkat yang digunakan dalam penelitian ini kini dipasarkan dengan nama komersial Nutrion. Konsep alat ini mirip dengan perangkat bernama Lumen yang dikembangkan sebelumnya, namun dengan pendekatan berbeda. Jika Lumen menggunakan karbon dioksida untuk mendeteksi pembakaran lemak, Nutrion fokus pada pengukuran aseton yang dianggap lebih spesifik sebagai penanda metabolisme lemak.

Potensi penggunaan alat ini sangat luas dalam berbagai konteks kesehatan. Pengukuran metabolisme yang sering dapat membantu menentukan efektivitas terapi GLP-1, sebuah kelas obat yang digunakan untuk mengelola diabetes dan obesitas. Para atlet juga dapat memanfaatkan teknologi ini untuk menyempurnakan metabolisme mereka guna mencapai performa optimal.

Kehadiran alat ini menjadi alternatif yang lebih praktis dibandingkan metode konvensional. Selama ini, timbangan pintar dan jam tangan pintar mengandalkan bioelectrical impedance untuk menghitung persentase lemak tubuh. Metode tersebut memang cepat, namun belum tentu akurat untuk mengukur kapan tubuh benar-benar membakar lemak.

Penelitian ini membuktikan bahwa pengukuran aseton dalam napas dapat menjadi indikator yang andal untuk mendeteksi ketosis. Para ilmuwan sebelumnya telah mengetahui hubungan antara aseton dan pembakaran lemak, namun keterbatasan teknis menghalangi pengembangan alat portabel yang praktis. Inovasi filter dan aplikasi pintar menjadi kunci yang membuka jalan bagi komersialisasi teknologi ini.

Dari sisi teknis, breathalyzer ini bekerja dengan menganalisis komposisi kimia napas pengguna. Ketika tubuh memasuki kondisi ketosis, kadar aseton dalam napas meningkat secara signifikan. Alat ini mampu mendeteksi perubahan tersebut dengan sensitivitas tinggi, memberikan data yang dapat diandalkan bagi pengguna yang ingin memantau status metabolisme mereka.

Para peneliti juga menekankan pentingnya kemudahan penggunaan dalam pengembangan alat ini. Desain genggam dan antarmuka aplikasi yang intuitif memungkinkan siapa saja untuk melakukan pengukuran tanpa pelatihan khusus. Ini menjadi nilai tambah yang signifikan dibandingkan metode laboratorium yang memerlukan peralatan mahal dan tenaga ahli.

Dalam konteks industri kesehatan, inovasi ini sejalan dengan tren pengembangan alat diagnostik portabel. Kemampuan untuk memantau biomarker metabolisme secara real-time membuka pintu bagi pendekatan yang lebih personal dalam manajemen kesehatan. Pengguna dapat menyesuaikan pola makan dan olahraga berdasarkan data metabolisme aktual, bukan sekadar perkiraan.

Ke depannya, teknologi serupa berpotensi dikembangkan untuk mendeteksi biomarker lain dalam napas. Para ilmuwan terus mengeksplorasi kemungkinan penggunaan breathalyzer untuk skrining berbagai kondisi kesehatan, mulai dari diabetes hingga penyakit paru-paru. Namun, untuk saat ini, fokus utama tetap pada pengukuran pembakaran lemak yang telah terbukti akurat dalam penelitian.

Penelitian ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menghasilkan solusi praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan alat ini, pemantauan metabolisme yang sebelumnya hanya bisa dilakukan di laboratorium kini dapat diakses oleh masyarakat umum.

Bagi para atlet dan penggemar kebugaran, alat ini menawarkan cara baru untuk mengoptimalkan latihan dan pola makan. Data akurat tentang kapan tubuh membakar lemak dapat membantu merancang strategi diet yang lebih efektif, terutama bagi mereka yang menjalani program penurunan berat badan atau diet ketogenik.

Dari sisi komersial, Nutrion diposisikan sebagai produk yang melayani segmen pasar kesehatan dan kebugaran. Harganya yang kompetitif dan kemudahan penggunaan diharapkan dapat menarik minat konsumen yang sadar akan kesehatan. Keberhasilan produk ini di pasar akan sangat bergantung pada edukasi konsumen tentang manfaat pengukuran metabolisme secara teratur.

Secara keseluruhan, pengembangan breathalyzer pengukur pembakaran lemak ini menandai langkah maju dalam demokratisasi teknologi kesehatan. Alat yang dulunya hanya tersedia di laboratorium kini dapat digenggam dan digunakan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.