Telset.id – Robot Microduck dari Hugging Face mencetak lebih dari 20.000 unit preorder hanya dalam sehari setelah video CEO Nvidia Jensen Huang bermain dengan sekawanan bebek robot itu di panggung keynote GTC Berlin viral. Angka tersebut diungkap langsung oleh CEO Hugging Face Clem Delangue melalui sebuah cuitan, menjadikan Microduck sebagai salah satu robot paling cepat menarik perhatian publik sepanjang 2026.
Lonjakan preorder ini menunjukkan bagaimana demonstrasi langsung di panggung teknologi bisa berdampak besar terhadap minat konsumen. Video Huang yang mengajak Microduck duduk, berbaring untuk “tidur”, hingga melakukan salto dengan perintah suara menyebar cepat di media sosial. Dalam video tersebut, robot-robot mungil itu tampil berjalan dengan kaki kecil mereka sambil mengeluarkan bunyi mirip R2-D2.
Delangue memperkirakan Microduck berpotensi menjadi robot terlaris tahun ini. Menariknya, pasar yang disasar tidak hanya anak-anak. Video promosi Microduck turut menampilkan orang dewasa yang ikut bermain dengan perangkat tersebut, menandakan daya tarik robot ini melampaui segmen mainan anak.
Dari Pollen Robotics hingga Nvidia
Microduck merupakan perangkat open source yang diproduksi oleh Pollen Robotics, perusahaan yang diakuisisi Hugging Face pada 2025. Lewat akuisisi tersebut, Pollen Robotics kini berada di bawah naungan Hugging Face, yang berarti Microduck juga menjadi bagian dari Nvidia. Raksasa GPU itu membeli Hugging Face pada September.
Microduck bukan robot pertama yang lahir dari Hugging Face. Sebelumnya, perusahaan tersebut sudah merilis Reachy Mini, robot yang juga mengedepankan desain menggemaskan. Kehadiran Microduck memperluas lini robot konsumen Hugging Face di tengah persaingan industri robotika yang semakin ketat, termasuk upaya produsen lain yang tengah mengejar target produksi seperti terlihat pada perkembangan Produksi Optimus Tesla.
Menurut Pollen, Microduck dilatih menggunakan teknologi Nvidia. Simulasi robot tersebut dipelajari terlebih dahulu untuk menguasai trik dasar seperti berjalan, duduk, dan berdiri, yang kemudian menjadi kemampuan bawaan saat perangkat dikirim ke pembeli. Pendekatan berbasis simulasi ini memungkinkan robot kecil itu tampil dengan gerakan yang terkoordinasi.
Baca Juga:
Open Source dan Bisa Dilatih Sendiri
Salah satu daya tarik Microduck adalah sifatnya yang open source. Pollen menyebut pemilik robot dapat melatih perangkat mereka dengan trik baru, lalu membagikan hasilnya kepada komunitas. Model kolaboratif ini mirip dengan pendekatan yang membuat perangkat lunak terbuka berkembang cepat, dan berpotensi memperkaya variasi kemampuan Microduck di luar trik bawaan pabrik.
Pengiriman Microduck dijadwalkan tepat waktu untuk Natal. Dengan jadwal tersebut, robot ini berpeluang besar menjadi mainan paling dicari pada musim liburan tahun ini. Kombinasi desain lucu, kemampuan bergerak yang menghibur, dan dukungan komunitas open source menjadi faktor yang membuat Microduck berbeda dari robot mainan konvensional.
Momentum Microduck juga datang di tengah sorotan negatif terhadap industri AI. Sepanjang pekan tersebut, keterlibatan AI disebut sebagai penyebab serangkaian serangan siber. Di tengah narasi suram itu, video Microduck hadir sebagai pengingat bahwa AI juga bisa menghadirkan hiburan. Delangue bahkan menyebut video tersebut sebagai penyegar suasana setelah citra buruk yang diterima industri AI.
Respons publik terhadap Microduck memperlihatkan bahwa demonstrasi produk yang melibatkan sosok berpengaruh seperti Jensen Huang mampu mendorong keputusan pembelian secara instan. Nvidia sendiri menampilkan momen tersebut melalui akun NVIDIA RTX Spark, yang memperlihatkan bagaimana agen AI di NVIDIA RTX Spark membantu membawa Microduck dari simulasi ke dunia nyata. Perpaduan antara teknologi simulasi, sosok figur publik, dan desain yang menggemaskan menjadi resep yang sulit ditandingi.
Bagi industri robotika konsumen, angka 20.000 preorder dalam sehari adalah sinyal bahwa perangkat dengan harga terjangkau dan daya tarik emosional bisa menemukan pasarnya sendiri. Sementara itu, di segmen otomotif listrik, persaingan performa terus memanas seperti tergambar dalam Rivian R2 Makin Kencang, menunjukkan bahwa inovasi teknis tetap menjadi medan pertarungan utama di berbagai sektor teknologi.
Hingga berita ini ditulis, Microduck masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Preorder yang melampaui 20.000 unit menempatkan robot ini sebagai salah satu produk teknologi paling diminati menjelang akhir tahun, sekaligus menegaskan posisi Hugging Face dan Nvidia di ranah robotika konsumen yang tengah tumbuh.





Komentar
Belum ada komentar.