Telset.id – Qualcomm menyiapkan dua versi chipset flagship untuk generasi ponsel berikutnya, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Langkah ini menandai pertama kalinya Qualcomm menghadirkan varian “Extreme” pada lini chip flagship-nya, dengan selisih kemampuan yang menyasar kebutuhan pengguna kelas atas seperti AI on-device berkapasitas besar dan perekaman video profesional.
Kedua chip ini dibangun di atas proses fabrikasi 2nm. Snapdragon 8 Elite Gen 6 mengusung CPU Oryon delapan inti yang terdiri dari dua prime core dengan kecepatan clock hingga 5GHz. Chip ini juga dilengkapi 16MB Flex Cache, yang menurut Qualcomm memungkinkan prosesor mengalokasikan cache pool secara dinamis untuk meningkatkan performa single-threaded. Sebelumnya, Qualcomm juga sudah mengonfirmasi kehadiran chip pertama dengan clock 5GHz lewat Snapdragon 8 Elite Gen 6.
Dari sisi grafis, Snapdragon 8 Elite Gen 6 membawa GPU Adreno yang diklaim 35 persen lebih cepat dibanding generasi sebelumnya, sekaligus menghadirkan kecepatan rendering lebih tinggi saat bermain game. Sementara itu, NPU-nya tercatat 14 persen lebih cepat dan menawarkan performa per watt 20 persen lebih baik untuk tugas-tugas berbasis machine learning. Peningkatan pada sisi NPU ini sejalan dengan arah pengembangan Qualcomm yang sebelumnya memperkenalkan NPU Hexagon Snapdragon untuk kebutuhan AI agen yang lebih responsif.
Baca Juga:
Untuk fitur kamera, Qualcomm menyematkan Spectra image signal processor (ISP) baru yang secara native mendukung perekaman video 8K hingga 30 fps. Kemampuan fotografi juga meningkat, di mana chip ini mampu menangani pengambilan gambar tunggal hingga 320 megapiksel atau tiga kamera sekaligus hingga 64MP dengan “zero shutter lag”. Qualcomm juga menyebut Elite Color Engine akan menghadirkan color science yang lebih sinematik untuk video serta dukungan real-time 3D look up tables. Selain itu, teknologi Intelligent Pixel Control memungkinkan kamera memahami konteks sebuah bidikan dengan lebih baik, sehingga dapat menyesuaikan pengaturan kamera secara lebih akurat untuk menghasilkan hasil optimal.
Di sektor konektivitas, Snapdragon 8 Elite Gen 6 membawa modem 5G X105 yang mendukung berbagai komunikasi 5G termasuk sub-6GHz dan mmWave, plus dukungan terintegrasi untuk konektivitas ultra wideband, Bluetooth 6, dan Wi-Fi 8.

Beda Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6
Meski varian Extreme dibangun di atas arsitektur dasar yang sama, Qualcomm menambahkan sejumlah fitur ekstra. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mampu menjalankan model AI dengan lebih dari 30 miliar parameter, mendukung codec video APV dan VVC, memiliki 18MB high performance memory, serta perekaman video yang menembus 8K pada 60fps atau slow-motion 4K hingga 240 fps.
Untuk gamer, Qualcomm menyematkan Matrix Cores baru di GPU Adreno yang menawarkan super resolution dan frame generation berbasis AI untuk meningkatkan kualitas grafis dan framerate. Pendekatan ini melengkapi upaya Qualcomm mengurangi ketergantungan RAM untuk AI lewat chipset Qualcomm baru tersebut.
Sejauh ini belum diketahui berapa banyak ponsel generasi berikutnya yang akan ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 6. Qualcomm juga mengingatkan bahwa meski chip mendukung tool atau fitur tertentu, keputusan implementasi di produk retail tetap berada di tangan produsen perangkat. Namun, Motorola telah berkomitmen menggunakan SD8 Gen 6 pada ponsel Signature 27 mendatang.

Dengan chip flagship generasi sebelumnya yang masih memegang mahkota performa di antara ponsel Android, penawaran baru ini diprediksi menjadi prosesor andalan untuk perangkat premium tahun depan.





Komentar
Belum ada komentar.