Telset.id – Seorang ahli FPGA dan sistem embedded, Alan Taylor, berhasil mereplikasi Central Air Data Computer (CADC) milik jet tempur F-14 Tomcat Angkatan Laut AS dalam sebuah chip FPGA. Pencapaian ini langsung diuji dengan cara yang unik, yaitu menggunakan model cetak 3D berskala dari F-14 Tomcat itu sendiri.
CADC merupakan otak di balik kemampuan tempur canggih F-14, termasuk kontrol sistem sayap ayun (sweep-wing) yang menjadi ciri khas pesawat tersebut. Dengan mereplikasi sistem ini, Taylor tidak hanya menghidupkan kembali teknologi klasik, tetapi juga membuktikan bahwa FPGA modern mampu menjalankan fungsi vital pesawat tempur era Perang Dingin.
Dalam unggahannya di media sosial, Taylor menuliskan, “Fridays are for demos. We recreated the F14 CADC, it seemed only right we could test it with the actual swing wing feature. So we created a 3D printed F14 its first test.” Video pengujian tersebut juga dibagikan secara luas, menunjukkan bagaimana sayap model pesawat bergerak sesuai dengan kalkulasi dari replika CADC.
Sebelumnya, CADC F-14 Tomcat menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta teknologi setelah muncul diskusi mengenai apakah komputer penerbangan ini menggunakan “mikroprosesor pertama di dunia.” Otak dari CADC adalah chip MP944 yang mulai beroperasi pada Juni 1970, lebih dari setahun sebelum Intel 4004 dirilis pada November 1971. Namun, MP944 merupakan rahasia militer hingga tahun 1998, sehingga Intel 4004 yang lebih dikenal publik dinobatkan sebagai mikroprosesor pertama.
MP944 adalah mikroprosesor multi-prosesor paralel 20-bit yang menggunakan teknologi MOS canggih. Chip ini berjalan pada kecepatan 375 kHz dan mampu mengeksekusi 9.375 instruksi per detik. Dirancang oleh Steve Geller, Ray Holt, dan tim yang terdiri dari 25 orang, chip ini juga telah lulus uji ketahanan yang ketat dan mampu beroperasi pada suhu antara -55 hingga +125 derajat Celcius.
MP944 bekerja sebagai bagian dari sistem enam chip dalam CADC untuk menghitung parameter penerbangan secara real-time, seperti ketinggian, kecepatan udara, dan nomor Mach. Inovasi ini menjadi kunci untuk mengaktifkan sistem sayap ayun Tomcat. Beberapa penggemar arsitektur chip bahkan mengklaim bahwa MP944 “8 kali lebih cepat dari Intel 4004,” meskipun perlu diingat bahwa Intel 4004 awalnya dirancang untuk kalkulator desktop yang jauh lebih sederhana.
Baca Juga:
Kembali ke pencapaian terkini Alan Taylor, ia telah merilis kode sumber VHDL, dokumentasi, dan testbench open source untuk replika FPGA dari CADC F-14. Repositori GitHub-nya menyebutkan bahwa FPGA yang digunakan adalah Spartan-7 berbasis SoM, bagian dari Adiuvo Embedded System Tile. Sumber daya ini tidak hanya berisi logika MP944, tetapi juga mencakup implementasi VHDL yang dapat disintesis untuk keenam chip CADC asli.
Pengujian dengan model cetak 3D berskala F-14 Tomcat menjadi bukti bahwa replika FPGA ini berfungsi dengan baik. Model tersebut dilengkapi dengan mekanisme sayap ayun yang digerakkan oleh sinyal dari FPGA, menunjukkan bahwa sistem kontrol penerbangan klasik dapat dihidupkan kembali menggunakan teknologi modern.
Pencapaian Alan Taylor ini menarik perhatian komunitas teknologi dan sejarah penerbangan. Replika FPGA dari CADC F-14 Tomcat tidak hanya menjadi proyek hobi yang mengesankan, tetapi juga memberikan wawasan berharga tentang bagaimana sistem kontrol penerbangan canggih bekerja pada era sebelum komputer digital modern mendominasi.
Bagi para penggemar teknologi dan sejarah penerbangan, proyek ini menawarkan kesempatan untuk mempelajari arsitektur chip MP944 yang selama puluhan tahun menjadi rahasia militer. Kode sumber yang dirilis secara open source memungkinkan siapa pun untuk mempelajari, memodifikasi, dan bahkan mengimplementasikan kembali sistem serupa dalam proyek mereka sendiri.
Penggunaan teknologi cetak 3D dalam proyek ini juga menunjukkan bagaimana 3D printing dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai dari pembuatan prototipe hingga pengujian sistem kompleks. Model cetak 3D F-14 Tomcat menjadi platform pengujian yang sempurna untuk memvalidasi fungsi replika CADC.
Keberhasilan Alan Taylor dalam mereplikasi CADC F-14 Tomcat menggunakan FPGA membuka pintu bagi kemungkinan rekonstruksi sistem komputer klasik lainnya. Dengan ketersediaan FPGA modern yang mumpuni dan alat pengembangan open source, para penggemar teknologi kini memiliki kemampuan untuk menghidupkan kembali teknologi masa lalu yang mungkin sudah terlupakan.
Proyek ini juga menjadi pengingat bahwa inovasi sering kali lahir dari keterbatasan. Chip MP944 yang dirancang pada akhir 1960-an mampu memberikan kinerja yang luar biasa untuk zamannya, bahkan melampaui mikroprosesor komersial pertama yang lebih dikenal. Meskipun dirahasiakan selama hampir tiga dekade, teknologi ini akhirnya dapat diakses dan dipelajari oleh publik.
Dengan dirilisnya kode sumber VHDL dan dokumentasi lengkap, Alan Taylor telah memberikan kontribusi signifikan bagi komunitas teknologi. Proyek ini tidak hanya menjadi referensi bagi mereka yang tertarik dengan arsitektur komputer klasik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pembuat dan pengembang untuk mengeksplorasi batas-batas teknologi.
Bagi pembaca yang tertarik dengan proyek serupa, repositori GitHub Alan Taylor menyediakan semua sumber daya yang diperlukan untuk memulai. Dengan FPGA Spartan-7 dan perangkat pengembangan yang tepat, siapa pun dapat mencoba mereplikasi sistem CADC F-14 Tomcat dan menyaksikan langsung bagaimana sayap ayun pesawat legendaris ini bekerja.
Pengujian replika FPGA CADC F-14 Tomcat menggunakan model cetak 3D berskala ini menjadi bukti bahwa teknologi klasik masih relevan dan dapat dihidupkan kembali dengan alat modern. Proyek ini juga menunjukkan bagaimana teknologi cetak dan FPGA dapat bekerja sama untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa.
Pada akhirnya, pencapaian Alan Taylor ini lebih dari sekadar proyek hobi. Ini adalah penghormatan terhadap inovasi teknik yang melahirkan salah satu pesawat tempur paling ikonik dalam sejarah. Dengan mereplikasi CADC F-14 Tomcat dalam FPGA, Taylor telah memastikan bahwa warisan teknologi MP944 akan terus hidup dan dipelajari oleh generasi mendatang.





Komentar
Belum ada komentar.