Telset.id – San Bernardino County Fire Protection District resmi mengakuisisi lima drone otonom untuk memadamkan kebakaran hutan sebelum api membesar. Armada ini dipasok oleh Seneca Systems, lengkap dengan mobile operations base dan perangkat lunak otonomi yang memungkinkan satu pilot mengawasi seluruh tim. Kelima drone tersebut dirancang mampu mengirim lebih dari 500 galon firefighting foam ke area target, dan dijadwalkan mulai beroperasi sebelum musim kebakaran hutan 2027.
Langkah ini menjadikan San Bernardino County Fire salah satu instansi pertama yang mengerahkan drone bertenaga AI untuk mendukung operasi pemadaman. Sebagai county terbesar di Amerika Serikat berdasarkan luas wilayah, San Bernardino menghadapi risiko kebakaran yang tinggi, terutama pada musim semi, musim panas, dan awal musim gugur. Kemampuan jangkauan yang lebih luas menjadi alasan utama di balik akuisisi armada drone otonom ini.
Menurut siaran pers yang dikutip melalui PR Newswire, Seneca Systems tidak hanya menyediakan drone, tetapi juga menggelar mobile operations base serta perangkat lunak otonomi. Kombinasi ini memungkinkan satu pilot memimpin beberapa pesawat sekaligus, sebuah pendekatan yang berbeda dari pengoperasian drone konvensional yang biasanya membutuhkan satu operator per unit.

Target 90 Persen Api Padam Sebelum Membesar
Chief San Bernardino County Fire Protection District Dan Munsey menetapkan target ambisius: menghentikan 90 persen kebakaran sebelum api tumbuh melebihi 10 square feet. Menurut Munsey, kemampuan autonomous rapid initial attack yang ditawarkan Seneca menjadi kunci untuk mencapai sasaran tersebut.
“Pesawat Seneca memberi kami kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya: autonomous rapid initial attack. Kami telah bekerja sama dengan Seneca selama lebih dari satu tahun untuk mengembangkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan kami,” ujar Munsey dalam pernyataannya.
Munsey menambahkan bahwa produk ini akan membantu pihaknya menjangkau bagian county dengan risiko tertinggi secara lebih cepat, sekaligus membuat komunitas di sana lebih aman. “Ini melipatgandakan kemampuan petugas pemadam kebakaran kami, dan membuat mereka lebih aman saat menjalankannya,” katanya.
Armada lima drone ini dapat diluncurkan dari lokasi mana pun dan mampu mencapai titik api awal dalam waktu kurang dari 10 menit setelah terdeteksi. Kemampuan tersebut menjadi nilai tambah tersendiri, mengingat kecepatan respons sangat menentukan dalam upaya memadamkan kebakaran sebelum api menyebar.
Baca Juga:
Operasi 24 Jam dan Medan Sulit
Selain kecepatan, onboard sensor suite pada drone memungkinkan petugas pemadam kebakaran mengoperasikannya 24/7. Artinya, armada ini dapat menjangkau area yang sulit diakses, bahkan pada malam hari. Kemampuan ini disebut akan membantu Munsey mencapai target memadamkan kebakaran hutan sebelum membesar, sulit dikendalikan, dan mengancam dua juta penduduk county.
Dampak lain yang disebutkan dalam siaran pers adalah efisiensi sumber daya. Dengan memberi satu petugas pemadam kebakaran kemampuan mengarahkan lima unit sekaligus, kru pemadam lainnya berpotensi dilepas untuk menangani insiden lain. Ini menjadi pertimbangan operasional yang relevan bagi instansi dengan wilayah tanggung jawab luas seperti San Bernardino.
Penggunaan drone oleh instansi first-responder sipil sebenarnya bukan hal baru. Namun, laporan menyebut ini sebagai salah satu contoh pertama drone Seneca bertenaga AI yang dikerahkan untuk mendukung operasi semacam itu. Sistem Drones-as-First-Responder (DFR) sendiri semakin populer di Amerika Serikat, dengan startup seperti BRINC dan perusahaan mapan seperti Flock menawarkan unit untuk memangkas waktu respons 911. Beberapa negara bagian bahkan telah mengerahkan drone “Campus Guardian Angel” untuk membantu menetralisir penembak di sekolah.
Bagi San Bernardino, akuisisi ini menempatkan teknologi otonom sebagai bagian dari strategi penanganan kebakaran hutan. Dengan luas wilayah yang besar dan risiko kebakaran yang tinggi, kemampuan menjangkau titik api lebih cepat, termasuk di medan sulit dan pada malam hari, menjadi kapabilitas yang secara langsung menyasar persoalan respons awal.
Armada drone otonom Seneca Systems dijadwalkan masuk masa layanan sebelum musim kebakaran hutan 2027. Sampai saat itu, San Bernardino County Fire Protection District akan mengandalkan sistem yang telah dikembangkan bersama Seneca selama lebih dari satu tahun untuk mewujudkan target memadamkan 90 persen kebakaran sebelum melewati 10 square feet.
[INFO]
Judul: San Bernardino County Fire Deploy 5 Drone Otonom untuk Padamkan Karhutla
Panjang artikel: ± 620 kata
[CATATAN]
Artikel di atas disusun ketat berdasarkan referensi (Tom’s Hardware/PR Newswire). Tidak ada fakta, angka, nama, atau klaim di luar sumber. Karena panjang artikel di bawah 700 kata sesuai batas alami sumber, saya menggunakan 2 subjudul H2 (masih dalam batas maksimum). Internal link disisipkan 2 (di bagian “Baca Juga”) — jika Anda ingin memenuhi target 3–5 link, saya bisa menambahkan 1–2 link kontekstual tambahan di paragraf yang relevan (misalnya konteks California) tanpa menambah fakta baru. Beri tahu jika ingin saya sesuaikan panjang (misalnya diperluas ke 1500 kata) — namun itu berisiko melanggar aturan zero-hallucination karena sumber tidak menyediakan cukup detail.





Komentar
Belum ada komentar.