📑 Daftar Isi

Dua tingkat roket SpaceX Starship ditumpuk di landasan peluncuran

Starship SpaceX: 407 Kaki, 18,1 Juta Pound Gaya Dorong

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • SpaceX Starship setinggi 407 kaki jadi roket tertinggi dan terkuat yang pernah terbang
  • Daya dorong lepas landas 18,1 juta pounds-force dari 33 mesin Raptor Super Heavy
  • Booster peluncuran 28 September 2026 dinilai 16,7 juta pounds of thrust
  • Kapasitas propelan 3.650 metrik ton di Super Heavy dan 1.600 metrik ton di Starship
  • Misi Bulan NASA tetap butuh isi ulang bahan bakar di orbit lewat depot dan tanker Starship

Telset.id – SpaceX Starship menjadi roket tertinggi dan terkuat yang pernah terbang, dengan tinggi 407 kaki saat kedua tingkatnya ditumpuk dan daya dorong lepas landas mencapai 18,1 juta pounds-force. Angka itu menempatkan Starship lebih tinggi dari pohon hidup tertinggi yang diketahui, Hyperion, dan sepertiga lebih tinggi dari Patung Liberty termasuk pedestalnya.

Kekuatan sebesar itu bukan sekadar soal rekor. SpaceX merancang sistem ini untuk mengangkut muatan besar dan pada akhirnya membawa manusia serta kargo melampaui orbit Bumi. SpaceX juga berniat memulihkan dan menggunakan kembali kedua tingkat roket, sehingga dimensi dan tenaga yang masif punya fungsi operasional yang jelas.

Data terbaru datang dari peluncuran 28 September 2026. Booster pada peluncuran tersebut dinilai menghasilkan 16,7 juta pounds of thrust, sedikit lebih rendah dibanding angka 18,1 juta pounds-force yang kini tercatat. Sebelumnya, pada peluncuran full-stack pertama April 2023, gas buang booster menghancurkan landasan beton, menggali tanah di bawahnya, dan melemparkan puing ke area seluas 385 acre.

Starships SN15 and SN16 in Boca Chica, Texas.

Daya Dorong dan Kapasitas Propelan Starship

Tinggi 407 kaki itu mencakup kendaraan dua tingkat secara lengkap. Bagian bawah disebut Super Heavy, booster setinggi 236,2 kaki yang memberikan dorongan awal dari landasan peluncuran. Di atasnya berada pesawat antariksa Starship setinggi 170,6 kaki.

Super Heavy membawa 33 mesin Raptor yang membakar metana cair dan oksigen cair untuk menghasilkan 18,1 juta pounds-force daya dorong booster. Sebagai pembanding, Space Launch System milik NASA menghasilkan daya dorong maksimum 8,8 juta hingga 9,4 juta pounds.

Setelah Super Heavy terpisah, Starship melanjutkan penerbangan dengan tiga mesin Raptor reguler dan tiga mesin Raptor Vacuum yang dirancang beroperasi di ruang angkasa. SpaceX mencantumkan daya dorong tingkat atas sekitar 3,5 juta pounds-force. Hanya angka booster yang merepresentasikan daya dorong lepas landas.

Kekuatan roket ini harus melakukan lebih dari sekadar melawan gravitasi untuk mengangkat muatan berat. Super Heavy memiliki kapasitas propelan tercatat 3.650 metrik ton, dan Starship menampung tambahan 1.600 metrik ton. Totalnya 5.250 metrik ton di atas segala bobot lainnya. Dengan beban sebesar itu, roket terkuat di dunia tetap bergantung pada staging, mesin yang sangat efisien, dan perencanaan pra-peluncuran yang cermat.

Starship Tetap Harus Isi Bahan Bakar di Orbit

Meski teknologi saat ini sudah maju, Starship tetap harus mengisi bahan bakar di orbit Bumi, setidaknya untuk misi pendaratan ke Bulan yang direncanakan NASA. Pendarat Bulan Starship menghabiskan sebagian besar propelan hanya untuk mencapai orbit dan harus diisi ulang.

Rencana SpaceX dan NASA melibatkan beberapa kendaraan khusus. Sebuah depot propelan diluncurkan lebih dulu, diikuti tanker Starship yang mengirim bahan bakar. Pendarat Bulan diluncurkan terakhir, berlabuh dengan depot, dan mengambil propelan.

Seluruh proses itu berlangsung sebelum kru diluncurkan dengan pesawat antariksa Orion NASA, bagian dari program Artemis. Setelah itu mereka bertemu dengan pendarat Starship yang sudah diposisikan di orbit Bumi sebelum Starship mendorong kedua pesawat ke orbit Bulan. Pendarat Starship kemudian membawa dua anggota kru ke permukaan Bulan dan kembali.

SpaceX Starship Flight 14 launches from its launch pad.

Mengangkut dan menyimpan propelan yang sangat dingin di ruang angkasa merupakan tantangan teknis yang berat. Karena itu, tahapan yang direncanakan, pengisian bahan bakar, dan sistem pendukung yang rumit diperlukan agar semuanya berhasil. Kapasitas propelan sebesar 5.250 metrik ton pada Starship dan Super Heavy menjelaskan mengapa arsitektur misi harus dirancang sedemikian rinci, sebanding dengan pendekatan rekayasa yang menuntut presisi seperti pada chip paling powerful di perangkat komputasi modern.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan perangkat berdaya tinggi, skala rekayasa Starship punya kemiripan pola dengan produk konsumen yang mengejar performa maksimal, seperti yang terlihat pada Galaxy S23 lebih powerful berkat Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy. Perbedaannya, Starship harus membawa 5.250 metrik ton propelan dan tetap bergantung pada staging serta mesin efisien untuk lepas dari gravitasi Bumi.

Tinggi 407 kaki dengan daya dorong 18,1 juta pounds-force menegaskan posisi Starship sebagai roket tertinggi dan terkuat yang pernah terbang. Namun untuk misi Bulan, keunggulan itu belum cukup tanpa pengisian bahan bakar di orbit, depot propelan, dan tanker Starship yang bekerja berurutan. Fakta bahwa pendarat Bulan Starship harus menghabiskan sebagian besar propelan hanya untuk mencapai orbit menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan pada daya dorong lepas landas, melainkan pada logistik propelan sangat dingin di ruang angkasa.

[​META_DESCRIPTION]
SpaceX Starship setinggi 407 kaki dengan daya dorong 18,1 juta pounds-force jadi roket terkuat, tetapi misi Bulan tetap butuh isi ulang bahan bakar di orbit.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.