📑 Daftar Isi

ITB Gandeng MedBot Kembangkan Robotika Medis untuk Bedah Robotik

ITB Gandeng MedBot Kembangkan Robotika Medis untuk Bedah Robotik

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi menjalin kerja sama penelitian dan pengembangan (litbang) di bidang robotika medis dengan produsen teknologi medis asal China, Shanghai Microport MedBot (Group) Co., Ltd. Kemitraan strategis ini ditandatangani melalui nota kesepahaman (MoU) di kampus ITB, Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (29/7).

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret ITB dalam memperkuat pengembangan bidang ilmu dan teknologi kesehatan, khususnya robotika medis. Kerja sama ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengembangan teknologi kesehatan nasional, salah satunya pengembangan bedah robotik.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Lavi Rizki Zuhal mengatakan ruang lingkup kerja sama ini mencakup pengembangan program penelitian bersama, termasuk inisiasi pembentukan pusat riset yang mendukung pengembangan ilmu dan teknologi kesehatan di ITB.

“Kolaborasi ini sejalan dengan rencana ITB untuk memperkuat pengembangan bidang ilmu dan teknologi kesehatan, termasuk robotika medis. ITB siap mendukung pengembangan riset dan inovasi yang dibutuhkan Indonesia di bidang teknologi medis,” ujar Zuhal dalam keterangan resmi.

Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset kesehatan sekaligus mendorong inovasi dan transformasi layanan kesehatan di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi ini, ITB berpotensi menjadi pusat pengembangan teknologi medis yang mampu menjawab kebutuhan nasional.

Peran Shanghai Microport MedBot dalam Kolaborasi

Shanghai Microport MedBot merupakan perusahaan yang telah memiliki jaringan bisnis di puluhan negara dan aktif mengembangkan berbagai inovasi di bidang robotika bedah. Bersama berbagai mitra internasional, perusahaan ini juga tengah mengembangkan kecerdasan buatan (AI), telesurgery atau bedah jarak jauh, serta pemanfaatan teknologi komunikasi satelit untuk mendukung layanan kesehatan.

Direktur Shanghai Microport MedBot Chao He menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai lokasi pengembangan riset dan implementasi teknologi telesurgery di masa mendatang. “Dengan kekuatan riset dan rekayasa yang dimiliki ITB, kami optimistis kolaborasi ini akan menghasilkan berbagai inovasi di bidang robotika medis,” ujarnya.

Perkembangan teknologi robotika medis di tingkat global memang menunjukkan kemajuan pesat. Berbagai negara berlomba mengembangkan inovasi di bidang ini untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kolaborasi ITB dengan Shanghai Microport MedBot menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk tidak tertinggal dalam perkembangan robotika global.

Pengembangan robotika medis sendiri merupakan salah satu fokus utama dalam transformasi layanan kesehatan modern. Teknologi ini memungkinkan prosedur bedah yang lebih presisi, minim invasif, dan tingkat pemulihan pasien yang lebih cepat. Dengan adanya kerja sama ini, Indonesia diharapkan dapat mengadopsi dan mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri.

ITB sebagai salah satu institusi pendidikan teknik terkemuka di Indonesia memiliki kapabilitas riset dan rekayasa yang mumpuni. Hal ini menjadi modal penting dalam mengembangkan inovasi robotika medis yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Sementara itu, pengalaman Shanghai Microport MedBot dalam pengembangan teknologi robot medis akan melengkapi kapasitas riset yang dimiliki ITB.

Kerja sama ini juga membuka peluang bagi pengembangan teknologi telesurgery di Indonesia. Dengan dukungan teknologi komunikasi satelit dan kecerdasan buatan, telesurgery memungkinkan prosedur bedah dilakukan dari jarak jauh. Teknologi ini sangat relevan untuk negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki tantangan geografis dalam pemerataan layanan kesehatan.

Implementasi teknologi telesurgery di Indonesia membutuhkan infrastruktur yang memadai, termasuk konektivitas internet yang stabil dan perangkat medis yang canggih. Melalui kolaborasi riset ini, ITB dan Shanghai Microport MedBot diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan teknis tersebut.

Selain itu, pengembangan kecerdasan buatan dalam robotika medis juga menjadi fokus utama kerja sama ini. AI dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi diagnosis, membantu perencanaan operasi, hingga mendukung pengambilan keputusan klinis. Integrasi AI dalam teknologi robot medis akan membuka berbagai kemungkinan baru dalam dunia kesehatan.

Kerja sama ini juga dinilai selaras dengan upaya pemerintah Indonesia dalam memperkuat kemandirian teknologi kesehatan nasional. Dengan mengembangkan kapabilitas riset dan inovasi di dalam negeri, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor teknologi medis sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.

Kehadiran pusat riset robotika medis di ITB juga akan memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang ini. Mahasiswa dan peneliti ITB akan memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam proyek riset bersama dengan mitra internasional, sehingga dapat meningkatkan kompetensi dan pengalaman mereka.

Dalam jangka panjang, kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi-inovasi baru di bidang robotika medis yang tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, tetapi juga bagi masyarakat global. Pengalaman Shanghai Microport MedBot yang telah memiliki jaringan bisnis di puluhan negara dapat menjadi jembatan bagi komersialisasi hasil riset ITB di pasar internasional.

Keberhasilan kerja sama ini juga akan menjadi contoh kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi Indonesia dengan perusahaan teknologi global. Model kolaborasi seperti ini dapat direplikasi untuk bidang-bidang teknologi lain yang menjadi prioritas pembangunan nasional.

Dengan adanya kerja sama ini, Indonesia semakin serius dalam mengembangkan teknologi kesehatan, khususnya robotika medis. Langkah ini sejalan dengan tren global di mana penggunaan robot semakin meluas di berbagai sektor, termasuk kesehatan.

Pengembangan robotika medis di Indonesia masih membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik dari pemerintah, akademisi, maupun industri. Kolaborasi antara ITB dan Shanghai Microport MedBot menjadi langkah awal yang baik dalam membangun ekosistem riset dan inovasi teknologi kesehatan di Indonesia.

Ke depan, diharapkan semakin banyak institusi pendidikan dan perusahaan teknologi yang terlibat dalam pengembangan robotika medis di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi pemain penting dalam industri teknologi kesehatan global, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kerja sama ini juga menunjukkan kepercayaan mitra internasional terhadap kapabilitas riset dan inovasi Indonesia. Hal ini menjadi modal penting bagi pengembangan berbagai sektor teknologi lainnya di masa mendatang.

Dengan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak, kolaborasi ITB dan Shanghai Microport MedBot diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang signifikan bagi pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.