📑 Daftar Isi

Kemenekraf Dorong Anak Muda Kuasai Teknologi Helikopter Elektrik eVTOL

Kemenekraf Dorong Anak Muda Kuasai Teknologi Helikopter Elektrik eVTOL

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong anak muda Indonesia untuk menguasai teknologi helikopter elektrik atau eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing). Langkah ini dinilai krusial agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pengembang teknologi transportasi masa depan.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil Al Himam, menyatakan bahwa ekonomi kreatif saat ini tidak lagi terbatas pada karya seni. Sektor ini mencakup inovasi, riset, dan penerapan teknologi untuk memberikan nilai tambah, termasuk di sektor transportasi. Hal ini disampaikan Himam dalam gelaran Welcoming the Future of Air Mobility di Helicity Bandara Soekarno-Hatta.

“Ekonomi kreatif juga berbicara tentang inovasi, riset, teknologi, dan kemampuan mengubah pengetahuan menjadi solusi yang memberikan nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat,” kata Himam.

Dalam kesempatan tersebut, Himam menekankan bahwa smart mobility, artificial intelligence, Internet of Things, hingga Urban Air Mobility merupakan bagian dari wajah baru ekonomi kreatif Indonesia. Inovasi di sektor-sektor ini tidak hanya menghasilkan kemajuan teknologi, tetapi juga melahirkan kekayaan intelektual, startup, talenta unggul, dan peluang ekonomi baru.

“Karena itu, kami mengapresiasi Whitesky Group yang hari ini memperkenalkan konsep Advanced Air Mobility, Urban Air Mobility, dan teknologi eVTOL sebagai bagian dari masa depan transportasi Indonesia,” jelasnya.

Momentum Lahirkan Talenta Aviasi Baru

Himam menegaskan bahwa pengembangan Urban Air Mobility harus menjadi momentum untuk membangun generasi baru talenta aviasi Indonesia. Teknologi baru akan menghadirkan kebutuhan profesi baru, mulai dari pilot, operator sistem, teknisi, pengembang perangkat lunak, hingga spesialis navigasi dan kecerdasan buatan.

“Karena itu saya mengapresiasi langkah Whitesky yang menggandeng Institut Transportasi dan Logistik Trisakti dalam pengembangan talenta,” jelasnya.

Kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi seperti ini sangat penting untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengembangkan dan mengelolanya. Saat ini Indonesia memiliki puluhan sekolah penerbangan yang setiap tahun menghasilkan talenta-talenta baru.

“Tantangan kita bukan hanya mencetak lulusan, tetapi memastikan kompetensi mereka relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang,” ungkapnya.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan solusi mobilitas yang semakin cepat, efisien, dan terintegrasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana inovasi tersebut mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan kapasitas nasional.

eVTOL Solusi Mobilitas Perkotaan yang Padat

Secretary General ITS Indonesia, Yoga Adiwinarto, menyampaikan bahwa Advanced Air Mobility merupakan bagian dari masa depan mobilitas yang relevan dengan kebutuhan Indonesia. Menurutnya, Urban Air Mobility dapat menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan yang semakin kompleks.

“Apalagi saat ini untuk kawasan urban di Jakarta sudah sangat crowded sehingga eVTOL ini bisa menjadi solusi,” katanya.

Founder dan CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menambahkan bahwa pengembangan Urban Air Mobility tidak hanya berbicara mengenai kendaraan udara baru, tetapi mengenai bagaimana membangun sebuah ekosistem transportasi yang mampu terhubung dengan kebutuhan masyarakat.

“Urban Air Mobility tidak bisa dibangun oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, regulator, industri, akademisi, dan pengembang teknologi agar inovasi ini dapat berkembang secara aman, relevan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Denon.

Menurut Denon, keberhasilan pengembangan eVTOL di Indonesia akan sangat ditentukan oleh kesiapan regulasi, infrastruktur, sistem keselamatan, sumber daya manusia, serta integrasi dengan moda transportasi lain yang telah lebih dahulu berkembang.

“eVTOL bukan sekadar simbol inovasi atau kendaraan udara masa depan. Teknologi ini perlu dikaji sebagai bagian dari solusi mobilitas yang terhubung, memiliki manfaat nyata, dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” jelasnya.

Kemenekraf melihat bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, perkembangan teknologi di seluruh dunia bisa diakses bebas dan tak terbatas. Oleh karena itu, anak muda pun harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan digital yang ada, termasuk pada teknologi canggih seperti helikopter elektrik atau eVTOL.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.