Telset.id – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, meninjau langsung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis CSR swasta yang dijalankan Grab–OVO bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB). Kunjungan ini berlangsung di Sekolah Khusus Negeri 01 Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian GERNAS MULIA dalam peringatan 24 tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (GERNAS APU-PPT). Program ini mengedepankan nilai integritas, kepedulian, dan bela negara, sejalan dengan Asta Cita Presiden.
Program MBG CSR Swasta Grab-OVO memanfaatkan teknologi untuk mendukung tata kelola, transparansi, dan keamanan pangan. Sistem pemantauan digital memungkinkan proses penyediaan makanan dipantau secara real-time, mulai dari kesiapan dapur mitra UMKM, proses distribusi, hingga makanan diterima oleh sekolah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari semangat GERNAS MULIA yang mengajak kita semua untuk memuliakan sesama sebagai bentuk bela negara yang paling hakiki,” ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa program sosial yang melibatkan banyak pemangku kepentingan harus didukung tata kelola yang baik agar manfaatnya tepat sasaran, aman, dan transparan.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan bahwa dukungan CSR swasta dari Grab dan OVO dirancang untuk menciptakan dampak ganda. “Di satu sisi, kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Di sisi lain, seluruh penyediaan makanan ini sepenuhnya memberdayakan mitra UMKM lokal dan mitra pengemudi di ekosistem kami,” jelas Neneng.
Kehadiran dan peninjauan langsung dari Kepala PPATK memotivasi Grab untuk terus memastikan komitmen ini berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat. Program ini juga menjadi contoh bagaimana sektor swasta dapat berkolaborasi dengan pemerintah dalam Program Makan Bergizi Gratis nasional.
Ketua Pelaksana Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya Manthovani, menekankan pentingnya akses terhadap makanan bergizi bagi anak-anak, khususnya anak berkebutuhan khusus. “Bagi anak-anak, akses terhadap makanan bergizi bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kesehatan, kemampuan belajar, dan tumbuh kembang mereka,” ujarnya.
Melalui pemanfaatan teknologi, setiap proses mulai dari dapur UMKM hingga makanan diterima di sekolah dapat dipantau dengan baik. Hal ini memberikan rasa percaya bagi sekolah, orang tua, maupun seluruh pihak yang terlibat bahwa makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Seluruh proses operasional program didukung oleh sistem digital yang terdokumentasi secara menyeluruh. Mulai dari deklarasi kesiapan mitra UMKM, konfirmasi pengiriman, dokumentasi distribusi, hingga umpan balik dari pihak sekolah. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program, tetapi juga menjadi dasar bagi evaluasi dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Program MBG Grab–OVO merupakan inisiatif tanggung jawab sosial (CSR) yang sepenuhnya didanai oleh sektor swasta. Seluruh pendanaan berasal dari dana CSR Grab–OVO bersama dukungan berbagai mitra swasta yang bersifat nirlaba. Melalui pendekatan kolaboratif, program ini dirancang untuk melengkapi pelaksanaan MBG pemerintah.
Dengan memanfaatkan ekosistem digital Grab–OVO, program MBG menerapkan standar keamanan makanan yang lebih konsisten, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sistem ini mencakup monitoring operasional, audit fisik, serta pemantauan terpusat melalui Command Center.
Sejak diluncurkan pada September 2024, Program MBG CSR Swasta Grab–OVO telah menjangkau 36 sekolah, termasuk sekolah khusus, dengan lebih dari 5.200 penerima manfaat. Program ini juga melibatkan 34 mitra UMKM dan kantin sekolah serta 32 mitra pengemudi di 12 kota/kabupaten.
Selain memberikan manfaat langsung bagi para penerima program, MBG Grab–OVO juga memberdayakan UMKM lokal sebagai mitra utama dalam rantai pasok. Melalui pendampingan dan penerapan standar operasional berbasis teknologi, mitra UMKM didorong untuk meningkatkan kualitas keamanan pangan sekaligus memperkuat kapasitas usaha mereka secara berkelanjutan.
Kepala PPATK juga menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dapat membantu seluruh pihak untuk memperkuat pencatatan, pemantauan operasional, dan proses evaluasi program. Pemanfaatan teknologi sangat berperan untuk mendukung transparansi proses, memperkuat pemantauan operasional, serta membantu pengelola menjaga kualitas pelaksanaan program.
Ke depan, Grab, OVO, dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa berkomitmen untuk terus menyempurnakan pendekatan berbasis teknologi. Tujuannya agar kualitas, keamanan pangan, dan tata kelola program dapat terus ditingkatkan. Kolaborasi ini menjadi model bagaimana digitalisasi bansos dapat mencegah bantuan salah sasaran.
Kunjungan Kepala PPATK ke Sekolah Khusus Negeri 01 Balaraja juga diisi dengan penyerahan bantuan fasilitas pendukung pembelajaran. Bantuan berupa perlengkapan belajar ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap proses belajar anak-anak di sekolah tersebut.
Acara penyerahan dihadiri oleh Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Bupati Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid, Jamintel dan Pendiri YIPB Reda Manthovani, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, Ketua Pelaksana Harian YIPB Cahaya Manthovani, dan Kepala Sekolah SKhN 01 Sumiyati.
Program ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dapat menciptakan dampak sosial yang signifikan. Dengan memanfaatkan teknologi, program MBG CSR Swasta Grab-OVO berhasil menghadirkan tata kelola yang transparan dan akuntabel dalam penyaluran bantuan pangan.
Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam digitalisasi program makan bergizi untuk menekan stunting. Teknologi menjadi kunci dalam memastikan setiap tahapan program berjalan sesuai standar dan tepat sasaran.





Komentar
Belum ada komentar.