Malaysia Yakin Komunikasi Digital dengan RI Terus Erat Usai Pertemuan Bali Tech Week 2026

Malaysia Yakin Komunikasi Digital dengan RI Terus Erat Usai Pertemuan Bali Tech Week 2026

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil meyakini hubungan komunikasi digital antara Malaysia dan Indonesia akan terus erat dan membawa manfaat bagi rakyat kedua negara. Keyakinan itu disampaikan Fahmi usai bertemu Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid di sela acara Bali Tech Week 2026, seperti diunggah Fahmi dalam media sosialnya pada Selasa (20/10/2026).

Pertemuan tersebut menandai langkah konkret penguatan kerja sama bilateral di sektor komunikasi dan digital. Fahmi menegaskan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya bersifat simbolis, tetapi diarahkan pada kerja sama yang nyata bagi masyarakat. “Insyaallah, hubungan Malaysia-Indonesia di bidang komunikasi dan digital akan terus erat, melalui kerja sama yang membawa manfaat bagi masyarakat kedua negara,” kata Fahmi Fadzil.

Pernyataan itu muncul di tengah rangkaian Bali Tech Week (BTW) 2026, perhelatan yang mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi melalui lebih dari 900 pertemuan bisnis. Acara bertema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further” itu digelar pada 19-23 Oktober 2026 di Denpasar, Bali. Kehadiran Fahmi di forum tersebut menegaskan posisi Malaysia sebagai mitra aktif dalam agenda digital kawasan.

Dalam pertemuan dengan Meutya Hafid, Fahmi menyampaikan sejumlah hal penting terkait sektor komunikasi. Pembahasan mencakup peran Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC), pengelolaan isu media sosial dan hubungan dengan platform digital, hingga reformasi spektrum serta kerja sama digital regional. Isu-isu tersebut merupakan agenda yang sama-sama relevan bagi Malaysia dan Indonesia sebagai negara dengan basis pengguna digital yang besar.

Fahmi juga menyampaikan undangan kepada Meutya untuk menghadiri M360 ASEAN 2027 yang akan berlangsung di Malaysia. Undangan itu sejalan dengan perjanjian penyelenggaraan beberapa tahun antara GSMA dan Malaysia untuk periode 2026 hingga 2028. Langkah ini memperlihatkan bahwa kerja sama komunikasi digital kedua negara tidak berhenti pada pertemuan bilateral, tetapi diperluas ke forum regional yang melibatkan pemangku kepentingan industri.

Agenda reformasi spektrum yang dibahas dalam pertemuan menjadi salah satu topik yang sejalan dengan prioritas Indonesia. Sebelumnya, akuntabilitas algoritma menjadi sorotan dalam forum Bali Tech Week 2026, menunjukkan bahwa tata kelola platform digital menjadi perhatian bersama negara-negara di kawasan. Pembahasan pengelolaan isu media sosial dan hubungan dengan platform digital dalam pertemuan Fahmi-Meutya memperkuat arah tersebut.

Kerja sama digital regional yang dibahas dalam pertemuan itu juga mencerminkan tren yang lebih luas di Asia Tenggara. Integrasi digital dinilai menjadi kunci daya saing kawasan di kancah global, sebagaimana disorot dalam integrasi digital ASEAN yang menjadi agenda penting bagi negara-negara anggotanya. Dalam konteks ini, hubungan Malaysia-Indonesia menjadi salah satu pilar yang menentukan arah kerja sama tersebut.

Selain isu spektrum dan media sosial, pertemuan Fahmi dan Meutya mencakup pembahasan peran MCMC sebagai regulator komunikasi dan multimedia Malaysia. Pembahasan ini relevan mengingat kedua negara menghadapi tantangan serupa dalam mengelola ruang digital, termasuk hubungan dengan platform digital global yang beroperasi di wilayah masing-masing. Kolaborasi lintas regulator menjadi salah satu cara untuk menyikapi dinamika tersebut.

Bali Tech Week 2026 sendiri menjadi panggung bagi pertemuan para pelaku industri teknologi. Dengan lebih dari 900 pertemuan bisnis, acara ini mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi dari berbagai negara. Kehadiran Menteri Komunikasi Malaysia di forum tersebut menunjukkan bahwa dimensi diplomasi digital kini berjalan seiring dengan agenda bisnis dan inovasi.

Undangan M360 ASEAN 2027 menjadi kelanjutan dari komitmen yang telah disepakati antara GSMA dan Malaysia untuk periode 2026 hingga 2028. Melalui undangan itu, Fahmi berharap kehadiran Indonesia dapat memperkuat kerja sama komunikasi dan digital regional. Perjanjian penyelenggaraan beberapa tahun tersebut menjadi dasar bagi Malaysia untuk menyelenggarakan forum industri yang melibatkan operator dan pemangku kepentingan telekomunikasi di kawasan.

Dari sisi Indonesia, pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian keterlibatan Meutya Hafid dalam agenda digital regional. Sebelumnya, ekosistem digital Indonesia menjadi fokus berbagai inisiatif yang melibatkan mitra global. Pertemuan dengan Fahmi menambah dimensi bilateral pada upaya penguatan ekosistem digital tersebut, khususnya dalam hal tata kelola platform dan spektrum.

Pembahasan reformasi spektrum dalam pertemuan itu juga bersinggungan dengan kebutuhan perluasan jaringan di kawasan. Isu spektrum menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan komunikasi yang diterima masyarakat. Dalam konteks ini, kerja sama digital regional yang dibahas Fahmi dan Meutya mencakup aspek teknis yang berdampak pada pengalaman pengguna di kedua negara.

Pengelolaan isu media sosial dan hubungan dengan platform digital menjadi topik yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Malaysia dan Indonesia. Kedua negara memiliki basis pengguna media sosial yang besar, sehingga pendekatan bersama dalam menghadapi isu tersebut dinilai relevan. Pertemuan Fahmi dan Meutya menempatkan topik ini sebagai salah satu agenda utama dalam kerja sama komunikasi digital.

Peran MCMC yang dibahas dalam pertemuan menunjukkan bahwa aspek regulasi menjadi bagian penting dari hubungan bilateral. Sebagai regulator, MCMC memiliki fungsi yang sejajar dengan lembaga regulator di Indonesia dalam mengawasi sektor komunikasi dan multimedia. Pertukaran pandangan mengenai peran regulator menjadi langkah awal bagi kemungkinan kolaborasi yang lebih erat di masa mendatang.

Bali Tech Week 2026 yang berlangsung pada 19-23 Oktober 2026 di Denpasar menjadi latar bagi pertemuan bilateral tersebut. Acara bertema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further” itu dirancang untuk mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi. Dalam forum semacam ini, dialog antarnegara mengenai kebijakan digital dapat berjalan berdampingan dengan transaksi bisnis dan pertukaran ide.

Fahmi Fadzil menyampaikan keyakinannya bahwa hubungan Malaysia-Indonesia di bidang komunikasi dan digital akan terus erat. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan Meutya Hafid dan diunggah melalui media sosial pribadinya. Keyakinan tersebut didasarkan pada kerja sama yang dinilai membawa manfaat bagi masyarakat kedua negara.

Melalui pertemuan di Bali Tech Week 2026, Malaysia dan Indonesia menunjukkan bahwa agenda komunikasi dan digital menjadi bagian dari hubungan bilateral yang lebih luas. Pembahasan mencakup peran MCMC, pengelolaan isu media sosial, hubungan dengan platform digital, reformasi spektrum, hingga kerja sama digital regional. Undangan M360 ASEAN 2027 menambah kelanjutan agenda tersebut dalam kerangka regional yang melibatkan GSMA dan Malaysia untuk periode 2026 hingga 2028.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.