Kabel bawah laut yang melintasi perairan Oregon, Amerika Serikat

Oregon Naikkan Biaya Kabel Bawah Laut, Target Pendapatan Baru

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Oregon mengubah struktur biaya pemasangan kabel bawah laut dari biaya aplikasi $5.000 menjadi tarif baru
  • Tarif baru diusulkan sebesar $3 per kaki linear kabel ditambah $7 per bagian bore pipe
  • DSL memperkirakan pendapatan jutaan dolar per kabel dalam masa sewa 20 tahun
  • Simulasi pada kabel Amazon Bifrost menunjukkan total $1.450.380 untuk dua dekade
  • Tarif ini merupakan revisi dari usulan yang lebih mahal yang dianggap terlalu rumit
  • Oregon memiliki 140 pusat data dan 16 kabel bawah laut, menjadi lokasi strategis bagi Amazon, Microsoft, dan Google
  • Kabel yang sudah disetujui kemungkinan besar dikecualikan dari aturan baru
  • Pendapatan dari biaya ini akan disalurkan ke Common School Fund Oregon

Telset.id – Oregon bersiap mengubah struktur biaya pemasangan kabel bawah laut di sepanjang pesisirnya. Setelah puluhan tahun hanya menerapkan biaya satu kali yang sangat rendah, negara bagian di Amerika Serikat ini kini tengah membahas skema baru yang diperkirakan akan menghasilkan pendapatan jutaan dolar per kabel.

Selama lebih dari dua dekade, Oregon hanya memungut biaya aplikasi sebesar $5.000 untuk setiap pemasangan kabel bawah laut. Kini, badan pengelola lahan negara bagian, Oregon Department of State Lands (DSL), mengusulkan tarif baru sebesar $3 per kaki linear kabel, ditambah $7 per setiap bagian bore pipe yang melindungi kabel di area dekat pantai.

Kebijakan ini muncul setelah para pembuat undang-undang di Oregon menyadari adanya peluang pendapatan pajak yang selama ini terlewatkan. DSL memperkirakan, dalam masa sewa 20 tahun, skema baru ini bisa mendatangkan pendapatan hingga jutaan dolar untuk setiap kabel bawah laut yang melintasi perairan Oregon.

Sebagai gambaran, DSL melakukan simulasi pada kabel Bifrost milik Amazon. Hasil perhitungan kasar menunjukkan total biaya yang harus dibayarkan mencapai $1.450.380 untuk jangka waktu dua dekade, dan dibayarkan dalam satu lump sum. Jumlah tersebut memang terbilang kecil jika dibandingkan dengan biaya pemasangan kabel bawah laut yang bisa mencapai $250 juta untuk kabel transatlantik, atau bahkan $400 juta untuk kabel lintas Pasifik.

Menariknya, tarif yang saat ini dibahas merupakan hasil revisi dari usulan yang lebih mahal sebelumnya. Usulan awal sempat mempertimbangkan perhitungan berdasarkan luas penampang bore, namun dianggap terlalu rumit dan memberatkan. DSL menyebut tarif revisi ini sebagai “kompetitif hingga rendah,” menegaskan bahwa Oregon ingin tetap menarik investasi di sektor teknologinya.

Oregon saat ini memiliki sekitar 140 pusat data dan 16 kabel bawah laut dari berbagai jenis. Kehadiran raksasa teknologi seperti Amazon, Microsoft, dan Google di negara bagian ini tidak lepas dari kebijakan tanpa pajak penjualan dan insentif zonasi enterprise yang menarik. DSL juga ingin tetap kompetitif dengan California, negara bagian tetangga di selatan, yang mengenakan biaya sekitar $5 per kaki kabel per tahun.

Meskipun belum final, kabar baiknya adalah kabel yang sudah mendapatkan persetujuan sebelumnya kemungkinan besar akan dikecualikan dari aturan baru ini. Namun, beberapa kontrak terbaru, termasuk untuk Amazon Bifrost, telah menyertakan klausul yang mewajibkan pembayaran biaya baru yang diterapkan oleh undang-undang negara bagian. Kontrak tersebut juga menyertakan klausul “keluar” spesifik senilai $300.000, yang telah dibayarkan oleh Amazon.

Kebijakan baru Oregon ini menunjukkan tren global di mana negara-negara bagian atau pemerintah daerah mulai mencari cara untuk mendapatkan keuntungan dari infrastruktur digital yang melintasi wilayah mereka. Pendapatan dari biaya ini rencananya akan disalurkan ke Common School Fund Oregon.

Bagi para pelaku industri teknologi, perubahan ini menjadi sinyal bahwa biaya infrastruktur di masa depan mungkin akan semakin mahal. Meskipun demikian, bagi Oregon, langkah ini merupakan cara untuk mengejar ketertinggalan pendapatan yang selama puluhan tahun terlewatkan.

Keputusan akhir mengenai tarif baru ini masih menunggu proses pembahasan lebih lanjut di kalangan legislatif Oregon. Namun, arah kebijakan sudah jelas: Oregon tidak akan lagi membiarkan kabel bawah laut melintas dengan biaya yang sangat murah.

Kebijakan baru Oregon ini menjadi contoh bagaimana negara bagian di AS mulai mencari sumber pendapatan alternatif dari infrastruktur digital. Hal ini tentu akan berdampak pada biaya operasional perusahaan teknologi besar. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang dinamika bisnis pusat data, Anda bisa membaca artikel tentang PHK di divisi data center yang dilakukan Intel.

Selain itu, Oregon juga memiliki sejarah unik terkait regulasi teknologi, seperti larangan buku teknologi di penjara. Kebijakan baru ini menunjukkan bahwa negara bagian tersebut serius dalam mengelola aset digitalnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.