📑 Daftar Isi

Pendapatan Xiaomi Q2 2026 Tembus Rp287 Triliun, EV Jadi Motor Pertumbuhan

Pendapatan Xiaomi Q2 2026 Tembus Rp287 Triliun, EV Jadi Motor Pertumbuhan

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Xiaomi Corporation mencatatkan total pendapatan sebesar RMB 108,9 miliar (setara Rp287,24 triliun) pada kuartal kedua 2026. Angka ini naik 9,9% dibanding kuartal sebelumnya (Q1 2026) dan kembali melampaui RMB 100 miliar, di tengah kenaikan signifikan biaya komponen utama termasuk memori serta persaingan industri yang semakin ketat.

Laba bersih yang disesuaikan mencapai RMB 6,2 miliar (setara Rp16,35 triliun), naik 2,4% dibanding kuartal sebelumnya. Capaian ini membuktikan ketahanan operasional perusahaan di tengah tantangan pasar. Xiaomi juga mencatatkan pertumbuhan stabil di dua segmen utama dan empat lini bisnisnya, berpatokan pada strategi “Human × Car × Home”.

Pendapatan dari segmen smartphone × AIoT mencapai RMB 84 miliar (setara Rp221,59 triliun). Dari angka tersebut, lini bisnis smartphone menyumbang RMB 42,1 miliar (setara Rp111 triliun), dengan volume pengiriman smartphone global bertahan di peringkat tiga besar selama 24 kuartal berturut-turut menurut Omdia. Pendapatan dari produk IoT dan gaya hidup mencapai RMB 31,3 miliar (setara Rp82,57 triliun), naik 26,7% dibanding kuartal sebelumnya. Sementara itu, bisnis layanan internet terus tumbuh stabil dengan pendapatan RMB 9,0 miliar (setara Rp23,74 triliun).

Performa bisnis ini melanjutkan tren positif yang pernah dicatatkan perusahaan. Sebelumnya, Xiaomi mencatat rekor pendapatan pada 2024 dengan smartphone dan EV sebagai pendorong utama.

Segmen Smart EV Tumbuh Signifikan

Pendapatan dari segmen kendaraan listrik pintar (smart EV), kecerdasan buatan (AI), dan inisiatif baru lainnya mencapai RMB 24,9 miliar (setara Rp65,68 triliun), naik 17,1% secara tahunan. Di dalamnya, pendapatan dari smart EV sebesar RMB 23,9 miliar (setara Rp63,04 triliun), seiring pengiriman kendaraan yang terus meningkat selama periode tersebut.

Pengiriman kendaraan Xiaomi EV mencapai 104.199 unit dalam satu kuartal, naik 28,2% dibanding tahun lalu. Menurut data BitAuto, pada semester pertama 2026, Xiaomi SU7 Series menempati peringkat ke-1 dalam penjualan sedan listrik murni berharga RMB 200.000 (setara Rp527,6 juta) ke atas di Tiongkok Daratan.

Pada Juli 2026, Xiaomi EV resmi memperkenalkan Xiaomi Kunlun Technical Architecture serta meluncurkan Xiaomi SkyNomad Series, SUV dengan penggerak extended-range. Langkah ini menandai masuknya Xiaomi ke pasar extended-range dan membuka peluang pertumbuhan baru bagi bisnis smart EV-nya. Xiaomi SkyNomad N90 Max dilengkapi Xiaomi Armor Scale Battery berkapasitas 76 kWh dengan jarak tempuh gabungan CLTC hingga 1.705 km.

Langkah Xiaomi memasuki pasar EREV sejalan dengan tren industri otomotif yang berkembang. Sebelumnya, strategi EREV Li Auto dan Xiaomi juga menjadi sorotan di industri. Namun, perlu dicatat bahwa target penjualan EV Xiaomi 2026 disebut sulit tercapai oleh sejumlah pengamat.

Kinerja keselamatan Xiaomi juga memperoleh pengakuan dari otoritas terkemuka. Dalam penilaian di bawah China Intelligent-connected Car Assessment Programme (C-ICAP), Xiaomi YU7 meraih peringkat tertinggi di keempat dimensi: bantuan berkendara, bantuan parkir, kokpit pintar, dan perlindungan privasi. Xiaomi YU7 juga menerima sertifikasi keselamatan “Five-Star Plus Rating” dalam uji keselamatan di bawah China-New Car Assessment Program (C-NCAP).

Premiumisasi Smartphone dan Pertumbuhan IoT

Strategi premiumisasi Xiaomi terus berkembang. Pada kuartal kedua, harga jual rata-rata (ASP) smartphone Xiaomi naik 25,9% secara tahunan dan mencapai rekor tertinggi sebesar RMB 1.351 (setara Rp3,56 juta). Di Tiongkok Daratan, smartphone dengan harga ritel RMB 3.000 (setara Rp7,91 juta) ke atas menyumbang 32,1% dari total unit smartphone yang terjual oleh Grup, naik 4,5 poin persentase secara tahunan.

Pada Mei 2026, Xiaomi sukses meluncurkan Xiaomi 17T Series, smartphone flagship dengan kemampuan pencitraan menyeluruh. Peluncuran ini semakin memperkaya portofolio produk premiumnya sekaligus meningkatkan kontribusi pengapalan smartphone premium di pasar luar negeri. Pengapalan smartphone global Xiaomi mencapai 31,2 juta unit pada kuartal kedua.

Menurut Omdia, pengapalan smartphone global Xiaomi berada di peringkat tiga besar selama 24 kuartal berturut-turut. Selama periode tersebut, Xiaomi berada di peringkat tiga besar di 53 negara dan wilayah, serta peringkat lima besar di 67 negara dan wilayah. Xiaomi juga menempati peringkat No. 2 di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Di sisi IoT, pendapatan dari bisnis produk IoT dan gaya hidup Grup mencapai RMB 31,3 miliar (setara Rp82,57 triliun) dengan margin laba kotor 20,1%. Pendapatan dari produk IoT dan gaya hidup di pasar luar negeri tumbuh pesat secara tahunan, menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan bisnis ini.

Per 30 Juni 2026, jumlah perangkat IoT yang terhubung ke platform AIoT Grup mencapai 1.160,8 juta, naik 17,4% secara tahunan. Jumlah pengguna dengan lima perangkat atau lebih yang terhubung mencapai 24,6 juta, naik 20,2%. Pada Juni 2026, MAU aplikasi Xiaomi Home tumbuh 9,7% menjadi 124,1 juta, sementara MAU Xiaomi AI Assistant tumbuh 14,2% menjadi 174,9 juta.

Bisnis layanan internet tetap solid dengan pendapatan RMB 9 miliar (setara Rp23,74 triliun) dan margin laba kotor 76,8%. Pada Juni 2026, MAU global mencapai 766,5 juta dan MAU di Tiongkok Daratan mencapai 197,7 juta, keduanya mencatatkan rekor tertinggi.

Xiaomi tetap berkomitmen berinvestasi pada masa depan. Pada kuartal kedua, belanja R&D Xiaomi mencapai RMB 9,2 miliar (setara Rp24,27 triliun), naik 18,9% secara tahunan. Pada semester pertama tahun ini, belanja R&D Xiaomi mencapai lebih dari RMB 18 miliar (setara Rp47,48 triliun), menegaskan kokohnya ekosistem “Human × Car × Home”.

Di bidang AI, large model Xiaomi MiMo-V2.5 menempati peringkat No. 1 pada platform model internasional OpenRouter dalam penggunaan token mingguan, mencapai 10,5 triliun token. Pada Agustus 2026, Xiaomi resmi meluncurkan sistem operasi generasi berikutnya, yaitu versi beta Xiaomi HyperOS 4 dengan “Xiaomi Hyper XiaoAi 2.0” yang ditenagai large model Xiaomi MiMo.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.