Trump Dikabarkan Ambil Saham di OpenAI, Ini Detailnya

Trump Dikabarkan Ambil Saham di OpenAI, Ini Detailnya

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Pemerintahan Trump dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan mengambil saham di OpenAI, perusahaan pengembang kecerdasan buatan terkemuka. Pembicaraan ini merupakan langkah potensial yang dapat menjadikan pemerintah AS sebagai pemegang saham di perusahaan teknologi.

Menurut laporan yang pertama kali diungkapkan oleh NOTUS, sejumlah pejabat senior AS telah mengadakan diskusi dengan perusahaan-perusahaan AI mengenai kemungkinan akuisisi saham. CNBC kemudian mengonfirmasi pembicaraan tersebut dan menyebutkan bahwa diskusi antara pemerintahan Trump dan CEO OpenAI, Sam Altman, sudah berlangsung sejak tahun 2025 saat sang CEO pertama kali mengusulkan gagasan ini.

Pembicaraan tersebut telah mengarah pada potensi kesepakatan di mana OpenAI secara sukarela menawarkan sebagian ekuitasnya kepada pemerintah AS. Langkah ini akan membantu perusahaan mewujudkan sesuatu yang mirip dengan usulan “Public Wealth Fund” mereka. OpenAI pertama kali mengusulkan dana ini dalam sebuah dokumen kebijakan industri yang diterbitkan pada bulan April, yang bertujuan untuk “memberikan setiap warga negara bagian dalam pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh AI.”

Namun, belum ada persyaratan resmi yang disepakati untuk potensi kesepakatan ini, sehingga masih belum diketahui berapa besar porsi saham yang akan diambil oleh pemerintahan Trump. Sebagai perbandingan, sebelumnya pemerintah AS memperoleh 10 persen saham di Intel dengan investasi hampir $9 miliar.

Menurut CNBC, pembicaraan masih berlangsung karena Altman baru-baru ini bertemu dengan para pembuat kebijakan di Washington untuk membahas regulasi AI. Sebelumnya, pemerintahan Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang akan memberikan pemerintah AS pengawasan terhadap model AI sebelum dirilis ke publik. OpenAI pun merespons dengan menyatakan akan mematuhi perintah tersebut dan mengizinkan regulator pemerintah untuk meninjau model-model terbarunya sebelum publik mendapatkan akses.

Baca Juga:

Langkah ini menunjukkan semakin eratnya hubungan antara pemerintah AS dan industri kecerdasan buatan. Jika terealisasi, pengambilan saham di OpenAI akan menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam keterlibatan pemerintah AS di sektor teknologi. Hal ini sejalan dengan berbagai kebijakan AI yang telah dikeluarkan oleh pemerintahan Trump sebelumnya, termasuk perintah eksekutif yang memberikan pengawasan ketat terhadap model AI canggih.

Keputusan OpenAI untuk mematuhi regulasi pemerintah juga menunjukkan dinamika yang menarik antara inovasi teknologi dan pengawasan negara. Perusahaan yang sebelumnya dikenal dengan pendekatan terbuka dalam pengembangan AI ini kini menunjukkan kesediaan untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam hal regulasi dan pengawasan.

Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai detail kesepakatan ini. Belum jelas berapa persentase saham yang akan ditawarkan, berapa nilai investasi yang akan dikeluarkan pemerintah, dan bagaimana struktur kepemilikan ini akan mempengaruhi operasional OpenAI ke depannya.

Perkembangan ini tentu akan menjadi sorotan, terutama mengingat isu regulasi AI yang terus menjadi perdebatan hangat. Sebelumnya, sempat terjadi perdebatan internal di tubuh pemerintahan terkait arah kebijakan AI. Kini, dengan adanya potensi kepemilikan saham ini, dinamika antara pemerintah dan industri AI diprediksi akan semakin kompleks.

Para pengamat industri menilai langkah ini bisa menjadi preseden baru bagi keterlibatan pemerintah dalam perusahaan teknologi. Jika berhasil, bukan tidak mungkin model serupa akan diterapkan pada perusahaan AI lainnya di masa depan.

Keputusan akhir mengenai kesepakatan ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Yang jelas, pembahasan saham OpenAI ini menjadi salah satu isu paling menarik dalam peta industri kecerdasan buatan global saat ini.

Komentar

Belum ada komentar.