Box Office Supergirl Lampaui $100 Juta, Lebih Lambat dari Superman

Box Office Supergirl Lampaui $100 Juta, Lebih Lambat dari Superman

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Film Supergirl (2026) garapan sutradara Craig Gillespie akhirnya mencapai tonggak pendapatan global sebesar $100 juta. Namun, pencapaian ini membutuhkan waktu tiga kali lebih lama dibandingkan pendahulunya, Superman (2025), yang menjadi tolok ukur kesuksesan awal DC Universe.

Menurut laporan Variety pada Minggu (5/7/2026), Supergirl yang dibintangi Milly Alcock diproyeksikan mengakhiri akhir pekan keduanya dengan total kumulatif global mencapai $100,5 juta. Angka tersebut terdiri dari $58,5 juta dari pasar domestik Amerika Utara dan tambahan $42 juta dari pasar internasional. Capaian ini diraih setelah 10 hari penayangan di bioskop.

Sebagai perbandingan, Superman (2025) yang dibintangi David Corenswet berhasil mencapai angka $100 juta global hanya dalam waktu tiga hari setelah dirilis. Film arahan James Gunn tersebut bahkan meraup lebih dari $125 juta hanya dari debut domestiknya selama akhir pekan pembukaan, termasuk pemutaran pratinjau Kamis malam. Secara total, Superman mengumpulkan $618,7 juta di seluruh dunia dengan anggaran produksi $225 juta.

Meskipun lebih lambat, Supergirl tidak bisa diukur dengan standar yang sama. Karakter Supergirl sendiri merupakan properti teatrikal yang sebagian besar belum teruji. Satu-satunya film di mana karakter ini menjadi pemeran utama adalah film tahun 1984 yang gagal dibintangi Helen Slater. Oleh karena itu, anggaran Supergirl jauh lebih rendah, diperkirakan antara $170 juta hingga $186 juta.

Titik impas Supergirl diperkirakan sekitar $300 juta, target yang sekitar $260 juta lebih rendah dari Superman. Namun, keraguan besar muncul apakah film ini akan mampu mencapai target tersebut. Film ini mengalami penurunan drastis di box office domestik pada akhir pekan kedua dengan proyeksi penurunan 74%, yang merupakan penurunan terbesar ketiga dalam sejarah untuk film superhero, hanya kalah dari The Marvels dan Joker: Folie à Deux.

Pasar internasional juga belum memberikan dorongan signifikan bagi DC Universe. Hanya 41,8% dari total pendapatan global Supergirl berasal dari luar negeri, hampir sama dengan Superman yang mencapai 42,7%. Jika pasar domestik menjadi penentu nasib film ini, penurunan besar di akhir pekan kedua menjadi pertanda buruk karena film ini tidak menunjukkan tanda-tanda menjadi hit dari mulut ke mulut, meskipun memiliki skor Popcornmeter 76% dari pembeli tiket terverifikasi di Rotten Tomatoes.

Meskipun demikian, langkah pemasaran Supergirl sengaja dibuat lebih berani dan gelap dibandingkan pendahulunya. Kampanye yang dilaporkan menghabiskan sekitar $100 juta ini mengandalkan momen viral, seperti aksi Supergirl yang meretas akun resmi Superman dan Peacemaker. Pendekatan ini sengaja menjadi pergeseran nada dari optimisme Superman, menandakan karakter Kara yang lebih abrasif dan memberontak.

Perbandingan ini menunjukkan perbedaan strategi antara dua film pertama DC Universe. Superman membangun basis penggemar yang sudah ada dengan kampanye besar-besaran senilai $270 juta, sementara Supergirl mencoba mengukir identitas baru yang lebih gelap. Hasilnya, meskipun Supergirl lebih lambat mencapai $100 juta, film ini tetap menjadi ujian penting bagi kelangsungan waralaba DC Universe di bawah arahan James Gunn.

Dengan penurunan box office yang tajam, masa depan Supergirl masih belum pasti. Namun, anggaran yang lebih rendah memberikan ruang gerak yang lebih besar dibandingkan dengan Superman. Pertanyaan besarnya adalah apakah film ini dapat bertahan hingga mencapai titik impas atau justru menjadi salah satu bom box office terbesar tahun ini.

Bagi penggemar yang ingin mengetahui lebih dalam tentang dinamika di balik layar, konflik kreatif antara James Gunn dan sutradara Supergirl menjadi sorotan menarik. Sementara itu, analisis tentang peran Krypto dalam film Superman juga memberikan perspektif unik tentang arah cerita DC Universe ke depan.

Dengan waktu yang masih tersisa, industri film akan terus memantau pergerakan Supergirl di box office global. Apakah film ini akan menjadi pelajaran berharga atau justru menjadi awal dari kebangkitan DC Universe versi baru? Hanya waktu yang akan menjawab.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.