📑 Daftar Isi

BMW iX5 Long Wheelbase tampak samping dengan jarak sumbu roda panjang

BMW iX5 Long Wheelbase Resmi Meluncur, Jarak Tempuh 1.000 Km

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BMW iX5 Long Wheelbase resmi meluncur di China dengan jarak tempuh 621 mil (1.000 km) berdasarkan siklus CLTC
  • Tambahan 5,1 inci pada sumbu roda membuat ruang kaki belakang sangat lega
  • Fitur Theatre Screen 31,3 inci resolusi 8K untuk hiburan dan kerja
  • Baterai 144 kWh dengan pengisian 10-80% dalam 22 menit
  • Strategi BMW untuk membalikkan penurunan penjualan di China

Telset.id – BMW resmi meluncurkan varian long-wheelbase (LWB) dari SUV listrik iX5 di China hari ini. Dikembangkan khusus untuk pembeli China, varian ini menawarkan ruang kabin lebih lega, jok yang lebih baik, dan layar TV panorama 31,3 inci. Dengan jarak tempuh mencapai 621 mil (1.000 km) berdasarkan siklus CLTC, BMW iX5 LWB menjadi bukti keseriusan pabrikan Jerman dalam merebut kembali hati konsumen China.

Peluncuran BMW iX5 LWB ini merupakan bagian dari strategi BMW untuk merespons penurunan penjualan di China. Penjualan BMW Group di China mencapai puncaknya pada tahun 2021 dengan hampir 850.000 unit, namun terus menurun hingga 626.000 unit pada tahun lalu. Permintaan bahkan turun 24% pada paruh pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk mengatasi situasi ini, BMW menghadirkan model spesifik pasar seperti iX5 LWB, mengikuti jejak iX3 crossover dan i3 sedan yang baru-baru ini dirilis dengan lebih banyak teknologi dan ruang kaki. Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya pasar China bagi BMW, terutama di tengah persaingan ketat dari pabrikan lokal.

Dimensi dan Kabin yang Lebih Mewah

Dibandingkan dengan iX5 reguler yang akan dijual di Amerika Serikat tahun depan, varian LWB ini memiliki tambahan 5,1 inci (130 mm) di antara sumbu roda, sehingga total jarak sumbu roda mencapai 124,6 inci (3.165 mm). Angka ini bahkan lebih besar dari yang ditawarkan SUV tiga baris X7, menjadikan iX5 LWB sebagai SUV produksi BMW dengan jarak sumbu roda terpanjang, bersama dengan X5 bertenaga bensin.

Seluruh tambahan panjang ini dialokasikan ke kompartemen penumpang belakang, yang kini menawarkan ruang kaki yang sangat luas. Fitur unggulan lainnya adalah Theatre Screen yang dipinjam dari Seri 7, yaitu layar 31,3 inci dengan resolusi 8K yang dapat diturunkan, memberikan ruang layar yang luas untuk hiburan, kerja, atau bermain. TV bergerak ini dapat menangani panggilan video, streaming, dan game.

Tidak hanya itu, pintu belakang juga lebih panjang, jok lebih baik, dan desain interior telah dirombak dengan permukaan yang lebih ramping dan elemen dekoratif yang lebih halus. Di bagian depan, iX5 LWB mendapatkan layar sentral Panoramic Vision khas Neue Klasse, serta layar untuk penumpang depan—yang pertama untuk model ini.

Performa dan Jarak Tempuh

Di bagian dapur pacu, iX5 ditenagai oleh sepasang unit penggerak listrik generasi terbaru BMW. Paket baterai besar 144 kilowatt-jam dengan rating 800 volt menyediakan tenaga dan dapat menerima daya puncak 440 kW, mengisi daya dari 10-80% hanya dalam 22 menit di pengisi daya cepat DC.

Dalam hal jarak tempuh, peringkat CLTC untuk iX5 LWB mencapai 621 mil (1.000 km). Di Eropa, peringkat WLTP untuk iX5 sumbu roda standar mencapai 525 mil (845 km), sementara perkiraan EPA untuk model AS mencapai 425 mil (700 km).

BMW iX5 baru akan mulai dijual di China dan AS tahun depan, bersamaan dengan X5 bertenaga bensin. Langkah ini menunjukkan bahwa BMW tidak hanya mengandalkan teknologi listrik, tetapi juga memahami preferensi pasar yang berbeda. Di China, konsumen sangat menghargai ruang kabin yang lega dan fitur hiburan canggih, seperti yang ditawarkan iX5 LWB.

Persaingan di pasar mobil listrik China semakin memanas, dengan banyak pabrikan Eropa yang harus beradaptasi. Debat AI China vs AS juga turut mempengaruhi lanskap industri, termasuk otomotif. BMW, dengan iX5 LWB ini, menunjukkan bahwa mereka serius untuk bersaing.

Dengan jarak tempuh 1.000 km dan fitur kabin yang mewah, iX5 LWB menargetkan konsumen China yang menginginkan mobil listrik premium tanpa kompromi. Keberhasilan model ini akan menjadi indikator penting bagi strategi BMW di pasar China ke depannya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang tren harga komponen di China, Anda dapat membaca Harga Server CPU yang melonjak 40%. Sementara itu, persaingan teknologi antara China dan AS juga semakin menarik perhatian, seperti yang terlihat dalam Perpecahan Gedung Putih soal respons AI China.

Peluncuran BMW iX5 LWB ini menjadi bukti bahwa pabrikan Eropa harus berinovasi dan beradaptasi dengan preferensi lokal untuk tetap relevan di pasar China. Dengan fitur-fitur yang ditawarkan, BMW optimis dapat membalikkan tren penurunan penjualan.

Implikasinya, konsumen China kini memiliki lebih banyak pilihan mobil listrik premium dengan jarak tempuh ekstrem dan fitur kabin yang mewah. BMW iX5 LWB menjadi pesaing serius bagi model-model listrik China yang sudah lebih dulu populer.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.