📑 Daftar Isi

Sistem pengisian ultra-cepat penyimpanan energi mobile Quibo 2 mWh dalam kemitraan CATL dan DHL Group

CATL dan DHL Group Jalin Kerja Sama Elektrifikasi Logistik Eropa

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • CATL dan DHL Group menandatangani MoU untuk mempercepat elektrifikasi dan dekarbonisasi angkutan jalan di Eropa
  • Kerangka kerja berfokus pada metodologi elektrifikasi yang dapat direplikasi, melampaui proyek percontohan terpisah
  • Area kerja sama mencakup Green Corridor, keterlibatan OEM, infrastruktur pengisian daya mobile dan stasioner, serta battery swapping
  • Ekosistem melibatkan Quibo Energy, FleetBoost, dan Swaptopus sebagai mitra
  • DHL menargetkan net-zero logistics-related emissions pada 2050

Telset.id – CATL dan DHL Group menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperdalam kerja sama strategis mereka, dengan target mempercepat elektrifikasi dan dekarbonisasi transportasi angkutan jalan di seluruh Eropa. Kesepakatan yang diumumkan pada 18 September 2026 ini menempatkan kolaborasi keduanya sebagai kerangka kerja yang berupaya melampaui proyek percontohan yang bersifat terpisah, melalui pembentukan ekosistem terbuka yang mengintegrasikan permintaan logistik dengan solusi energi tingkat lanjut.

Menurut CATL, kerangka baru ini berfokus pada penciptaan metodologi yang dapat direplikasi untuk elektrifikasi angkutan barang. Artinya, kerja sama ini tidak berhenti pada uji coba tunggal, melainkan diarahkan pada pola yang bisa diterapkan berulang di berbagai koridor logistik. Pendekatan tersebut menandai pergeseran dari eksperimen skala kecil menuju upaya yang lebih sistematis dalam menghadapi kompleksitas transisi menuju logistik rendah emisi.

Inisiatif ini berupaya memanfaatkan keahlian gabungan kedua perusahaan untuk menjawab tantangan transisi logistik rendah emisi. Beberapa area kerja sama utama mencakup identifikasi Green Corridor, yaitu pemetaan rute strategis untuk elektrifikasi, keterlibatan OEM melalui kolaborasi dengan produsen kendaraan listrik, serta penyebaran infrastruktur yang mencakup pengembangan solusi pengisian daya mobile dan stasioner. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup battery swapping melalui proyek percontohan untuk mendukung transportasi heavy-duty.

Untuk mencapai tujuan tersebut, CATL dan DHL menggandeng jaringan pemangku kepentingan industri yang lebih luas. Sejumlah kontributor penting dalam ekosistem ini antara lain Quibo Energy, perusahaan infrastruktur energi cerdas yang didukung CATL dan Xiaomi dan berspesialisasi pada solusi pembangkit listrik mobile. Ada pula FleetBoost, penyedia sistem pengisian daya dan penyimpanan energi berdaya tinggi yang fleksibel, termasuk seri “FleetBooster” yang mengintegrasikan teknologi baterai CATL. Sementara itu, Swaptopus merupakan joint venture antara CATL dan Octopus Energy yang didedikasikan untuk membangun jaringan battery swapping truk listrik di seluruh Eropa.

Sistem pengisian ultra-cepat penyimpanan energi mobile Quibo 2 mWh

Skala pengisian daya yang dibutuhkan angkutan barang berat menjadi titik krusial dalam kemitraan ini. Quibo Energy hadir dengan produk pembangkit listrik mobile berkapasitas megawatt, sementara FleetBoost menyediakan sistem pengisian daya dan penyimpanan energi berdaya tinggi yang fleksibel. Kombinasi solusi mobile dan stasioner ini dirancang untuk menjawab kebutuhan armada logistik yang beroperasi di rute dengan infrastruktur pengisian daya yang belum merata.

Untuk memperkuat posisi CATL di segmen kendaraan komersial, perusahaan ini juga memiliki lini produk yang relevan. Sebagai gambaran, CATL Tectrans II menjadi salah satu andalan pada segmen kendaraan komersial. Langkah ini menunjukkan bahwa ambisi CATL di sektor logistik tidak berhenti pada penyediaan sel baterai, tetapi juga merambah sistem pengisian daya dan ekosistem pendukungnya.

Akin Li, Executive President of CATL Overseas Business, menegaskan bahwa keberhasilan elektrifikasi angkutan barang menuntut pendekatan yang menyeluruh. “Dengan menggabungkan permintaan logistik nyata dengan kendaraan, pengisian daya, penyimpanan energi, battery swapping dan layanan siklus hidup, CATL berencana bekerja sama dengan DHL dan mitra ekosistem lainnya untuk menciptakan solusi praktis dan dapat diskalakan bagi angkutan barang tanpa emisi,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Bagi DHL Group, kemitraan ini menjadi langkah penting menuju target korporatnya untuk mencapai net-zero logistics-related emissions pada 2050. Melalui inisiatif ini, DHL berupaya semakin mengintegrasikan solusi angkutan barang berkelanjutan ke dalam operasi mereka di Eropa. Komitmen tersebut sejalan dengan tekanan regulasi dan pasar di kawasan Benua Biru yang semakin mendorong operator logistik beralih dari armada berbasis bahan bakar fosil.

Sistem pengisian dan penyimpanan energi FleetBooster

Ekosistem Terbuka sebagai Kunci Skala

Yang membedakan kemitraan ini dari sekadar kesepakatan bilateral adalah penekanannya pada ekosistem terbuka. CATL dan DHL tidak bekerja sendiri, melainkan mengundang sejumlah pihak dengan spesialisasi masing-masing. Quibo Energy menggarap solusi pembangkit listrik mobile, FleetBoost menangani sistem pengisian daya dan penyimpanan energi, sedangkan Swaptopus fokus pada jaringan battery swapping truk listrik. Pembagian peran ini mencerminkan pendekatan yang lebih terstruktur dalam membangun infrastruktur elektrifikasi angkutan barang.

Kerangka kerja ini juga menyoroti pentingnya metodologi yang dapat direplikasi. Alih-alih membangun solusi satu per satu untuk tiap proyek, CATL dan DHL berupaya menciptakan pola yang bisa diterapkan berulang di berbagai koridor dan armada. Pendekatan semacam ini berpotensi mempercepat adopsi di sektor logistik yang umumnya bergerak hati-hati karena margin tipis dan kebutuhan operasional yang ketat.

Di sisi lain, dinamika industri baterai turut menjadi konteks yang relevan. CATL sendiri tengah menghadapi berbagai perkembangan di pasar global, termasuk perubahan komposisi mitra. Sebagai contoh, langkah Li Auto meninggalkan CATL demi baterai in-house mulai September 2026 menunjukkan bahwa lanskap pasokan baterai terus bergerak. Namun, di segmen kendaraan komersial dan infrastruktur energi, CATL masih memperluas jejaknya melalui kemitraan seperti yang dijalin bersama DHL Group.

Stasiun battery swap Qiji CATL untuk truk heavy-duty di China

Dari Uji Coba ke Metodologi yang Dapat Direplikasi

Poin penting dari MoU ini adalah niat untuk bergerak melampaui proyek percontohan yang terisolasi. CATL dan DHL secara eksplisit menyebut tujuan menciptakan metodologi yang dapat direplikasi untuk elektrifikasi angkutan barang. Dengan kata lain, keberhasilan satu proyek percontohan tidak akan berhenti sebagai studi kasus, melainkan dijadikan cetak biru yang bisa diterapkan di lokasi dan skala lain.

Identifikasi Green Corridor menjadi salah satu fondasi pendekatan tersebut. Pemetaan rute strategis untuk elektrifikasi memungkinkan penempatan infrastruktur pengisian daya dan battery swapping yang lebih tepat sasaran. Tanpa pemetaan semacam ini, investasi infrastruktur berisiko tidak termanfaatkan secara optimal, terutama untuk armada heavy-duty yang membutuhkan daya besar dan waktu pengisian yang efisien.

Keterlibatan OEM juga menjadi elemen yang tidak bisa diabaikan. Kolaborasi dengan produsen kendaraan listrik memastikan bahwa solusi pengisian daya, penyimpanan energi, dan battery swapping yang dikembangkan selaras dengan kendaraan yang akan menggunakannya. Pendekatan ini mengurangi risiko ketidakcocokan teknis yang kerap menjadi hambatan dalam adopsi teknologi di sektor logistik.

Dengan cakupan yang mencakup kendaraan, pengisian daya, penyimpanan energi, battery swapping, hingga layanan siklus hidup, kemitraan CATL dan DHL Group menggambarkan pendekatan holistik terhadap elektrifikasi angkutan barang. Bagi pasar Eropa, keberhasilan kerangka ini akan menjadi indikator sejauh mana kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat transisi menuju logistik tanpa emisi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.