📑 Daftar Isi

Volkswagen ID. Buzz menorehkan Guinness World Records setelah menempuh 99.767 km di 92 negara

VW ID. Buzz Cetak Rekor Dunia: 92 Negara Tanpa Rusak

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • VW ID. Buzz raih Guinness World Records untuk negara terbanyak dikunjungi EV dalam perjalanan berkelanjutan
  • Perjalanan 445 hari, 92 negara, 99.767 km, dipandu Rainer Zietlow dengan ID. Buzz Pro LWB
  • Baterai 86 kWh, jangkauan WLTP 498 km, fast-charging 200 kW (10-80% di bawah 30 menit)
  • Baterai tetap 95,75% state of health versi sertifikasi TÜV Nord
  • Sertifikat diserahkan Lena Kuhlmann di IAA Transportation 2026
  • Zietlow klaim EV lebih unggul dari mesin pembakaran internal dalam perjalanan jauh

Telset.id – Volkswagen ID. Buzz resmi mencatatkan namanya di Guinness World Records untuk kategori “negara terbanyak yang dikunjungi dalam perjalanan berkelanjutan oleh kendaraan listrik berbaterai”. Rekor ini diraih setelah van listrik tersebut menempuh perjalanan selama 445 hari, melintasi 92 negara, dan menorehkan jarak 99.767 km atau setara 62.000 mil. Pencapaian ini menjadi bukti ketahanan kendaraan listrik produksi massal dalam kondisi ekstrem, sekaligus menandai babak baru persaingan adopsi EV global pada 2026.

Perjalanan itu dikemudikan langsung oleh Rainer Zietlow menggunakan Volkswagen ID. Buzz Long Wheelbase (LWB). Titik awal perjalanan berada di Hanover, Jerman, lalu berlanjut melintasi enam benua. Rute yang ditempuh mencakup Amerika Serikat, Afrika, Amerika Selatan, Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara, Australia, hingga China. Volkswagen membawa van listrik ini melewati kota-kota besar, gurun, dan pegunungan.

Meski menempuh jarak yang luar biasa jauh, ID. Buzz menyelesaikan seluruh perjalanan tanpa satu pun kerusakan teknis. Perjalanan tersebut membutuhkan lebih dari 300 siklus pengisian daya dan melibatkan 16 kapal kontainer untuk mengangkut kendaraan antar benua. Setelah perjalanan rampung, TÜV Nord yang berbasis di Hanover mensertifikasi bahwa baterai tegangan tinggi ID. Buzz masih mempertahankan 95,75% state of health.

Sertifikat Guinness Diberikan di IAA Transportation 2026

Perwakilan Guinness World Records, Lena Kuhlmann, menyerahkan sertifikat untuk kategori “Most countries visited in a continuous journey by a battery powered electric vehicle” pada ajang IAA Transportation 2026. Dalam wawancara di acara tersebut, Zietlow mengaku tidak menemui masalah teknis sama sekali selama perjalanan. Ia menyebut proyek ini sebagai proyek terbesarnya dalam 20 tahun, dengan durasi satu tahun empat bulan, dan menjadi perjalanan terpanjang yang pernah ia jalani.

“Saya sangat bangga karena kami melewati jarak tempuh tinggi ini tanpa masalah teknis apa pun, dan melalui wilayah-wilayah yang benar-benar sulit,” ujar Zietlow dalam wawancara tersebut. Pengalaman ini juga memperkuat posisi Volkswagen di segmen kendaraan listrik komersial, sejalan dengan langkah perusahaan yang tengah menyiapkan ID. Buzz Cargo LWB sebagai varian yang menyasar kebutuhan niaga.

Baca Juga:

Perbandingan dengan Mesin Pembakaran Internal

Zietlow menjelaskan bahwa perjalanan sejauh ini menunjukkan perbedaan nyata antara mesin pembakaran internal dan kendaraan listrik. Menurutnya, di banyak belahan dunia, bahan bakar diesel bisa mengandung kadar sulfur tinggi atau terkontaminasi air, memerlukan beberapa kali penggantian oli, dan berisiko mengalami overheating pada mesin. Semua persoalan itu hilang pada kendaraan listrik.

Bahkan setelah memperhitungkan waktu pengisian daya, Zietlow menilai pengendara tetap lebih diuntungkan dengan mobil listrik. Ia menyatakan bahwa seiring kemajuan baterai dan komponen EV lainnya, perjalanan akan semakin mudah dan efisien. “Jaraknya dengan mesin pembakaran internal semakin kecil,” ujarnya kepada wartawan. Ia menambahkan, jika baterai solid-state hadir bersama hyper-charging yang sangat cepat, maka lebih banyak hal akan mungkin dilakukan.

Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, Zietlow memprediksi mesin pembakaran internal akan memiliki posisi seperti kereta kuda pada masa lalu. Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinannya terhadap arah industri, meski Volkswagen sendiri masih menghadapi tantangan besar di sisi bisnis, termasuk langkah efisiensi yang dibahas dalam artikel rencana bertahan hidup perusahaan hingga 2030.

Volkswagen ID. Buzz dalam perjalanan rekor dunia melintasi Amerika Serikat

Rekor dunia ini dicapai menggunakan ID. Buzz produksi seri. Volkswagen memakai model ID. Buzz Pro Long Wheelbase (LWB), yang dibekali baterai 86 kWh dengan jangkauan WLTP hingga 498 km. Dengan pengisian cepat DC hingga 200 kW, baterai ID. Buzz Pro LWB dapat terisi dari 10% ke 80% dalam waktu kurang dari 30 menit.

Volkswagen ID. Buzz di Thailand saat menorehkan rekor dunia Guinness World Records

Spesifikasi tersebut menjadi dasar mengapa perjalanan lintas benua bisa diselesaikan tanpa kendala teknis berarti. Kapasitas baterai besar dan kemampuan pengisian cepat memungkinkan van listrik ini melewati wilayah dengan infrastruktur pengisian yang belum merata, mulai dari Timur Tengah hingga Asia Tenggara. Kombinasi ini juga menjadi alasan mengapa Volkswagen terus memperluas lini EV-nya, termasuk lewat kehadiran ID. Aura T6 yang membuka pre-order di China.

Dari sisi data, capaian 99.767 km dalam 445 hari menunjukkan rata-rata sekitar 224 km per hari. Angka ini konsisten dengan jangkauan WLTP ID. Buzz Pro LWB yang mencapai 498 km, sehingga pengendara masih memiliki margin sebelum perlu mengisi ulang. Fakta bahwa baterai masih 95,75% state of health setelah lebih dari 300 siklus pengisian menjadi indikator penting soal daya tahan baterai pada pemakaian jarak jauh.

Rekor Guinness ini bukan sekadar prestasi simbolik. Perjalanan lintas 92 negara dan enam benua dengan kendaraan listrik produksi seri memberi data lapangan tentang keandalan baterai, sistem pengisian, dan komponen tegangan tinggi dalam kondisi iklim serta geografis yang beragam. Sertifikasi dari TÜV Nord menambah bobot klaim tersebut karena dilakukan oleh pihak independen setelah perjalanan berakhir.

Bagi industri, pencapaian ini memperkuat argumen bahwa kendaraan listrik sudah mampu menangani mobilitas jarak sangat jauh, bukan hanya perjalanan harian dalam kota. Pernyataan Zietlow soal baterai solid-state dan hyper-charging juga mengisyaratkan bahwa kompetisi teknologi berikutnya akan berpusat pada kecepatan pengisian dan efisiensi energi, bukan sekadar kapasitas baterai.

Volkswagen sendiri belum mengumumkan rencana perjalanan serupa untuk model lain. Namun, dengan ID. Buzz Pro LWB yang sudah terbukti menuntaskan perjalanan 99.767 km tanpa kerusakan teknis, standar baru bagi kendaraan listrik keluarga dan niaga telah terbentuk. Rekor ini akan sulit disaingi dalam waktu dekat, terutama karena membutuhkan kombinasi ketahanan kendaraan, infrastruktur pengisian lintas negara, dan komitmen waktu lebih dari setahun.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.